Cinta pertama, racun dan lotere
Aira gadis berparas cantik dengan tubuh tinggi semampai di tambah dengan balutan dress yang menambah aura kecantikan dari wajahnya.
Aira yang sedang berada di dalam toko bunga miliknya. Sambil berdiri menatap keluar toko yang terhalang kaca.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Roni, sambil memeluk tubuh Aira dari belakang.
"Apa ini mimpi bagiku?" tanya Aira sambil menghadap ke arah Roni. Pria yang kini berstatus suami.
"Itu hanyalah masa lalu bagimu yang tidak perlu lagi kau ingat." jawab Roni.
Flashback on
Sambil menonton televisi Aira menghubungi Rendi lewat sambungan telepon, pria yang menjadi kekasih hatinya sejak Aira duduk di bangku SMA kelas 1 dan sekarang Aira kelas 3. Sebentar lagi ujian dan Aira tidak melanjutkan pendidikannya.
Aira memutuskan setelah lulus SMA ia akan bekerja dan menggantikan sang ibu mencari uang, ibunya hanya lah seorang janda, ayah Aira meninggal ketika Aira berusia 8 tahun.
"Kamu udah nyampe mana?" tanya Aira lewat sambungan telepon.
"Aku gak jadi kerumah kamu." jawab Rendi dari sebrang sana.
"Kenapa? kamu sakit?" tanya Aira panik.
"Mama ku sakit, nanti ku hubungi lagi." Rendi mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Aira.
Setelah mendapatkan izin dari ibu, Aira pun langsung berangkat ke rumah Rendi untuk menjenguk tante Mayang, mamanya Rendi.
"Jalannya agak cepat ya, bang!" pinta Aira pada kang ojol yang ia tumpangi.
"Iya, neng."
Dalam perjalanan tersimpan tanya akan perubahan yang terjadi pada sikap Rendi, ditambah lagi dengan keadaan tante Mayang. Yang sepengetahuannya sangat baik. Entah kenapa hatinya merasa tidak tenang.
Aira tidak menyangka jika cinta pertama yang ia pikir akan menjadi suaminya kelak, berubah menjadi duka dan racun dalam hati nya. Di hiyanati pacar dan sahabat membawanya dalam kehancuran.
Aira melihat dengan mata kepalanya sendiri, Rendi tengah menyematkan cincin di jari manis Tania, yang merupakan sahabat Aira sendiri.
Dalam tangisnya Aira berlari seperti orang yang hilang arah dan terjadi lah kecelakaan, tubuh Aira tertabrak mobil yang sedang di kendarai Roni. Roni pun langsung membawa tubuh yang ia tabrak untuk di larikan ke rumah sakit.
Flashback off
"Itu kan sudah 2 tahun yang lalu... karena itu pula kita bertemu, harus nya kau bersyukur akan hal itu." ucap Roni sambil membawa Aira dalam dekapan pelukannya.
Dalam tangis Aira berkata, "Terima kasih, karena kau sudah mau menerima ku yang tidak punya apa-apa ini."
"Aku juga bukan apa-apa jika tanpa warisan orang tua ku." ucap Roni.
"Lalu aku mendapatkan lotere lewat dirimu?" ujar Aira.
"Kau boleh menganggapnya begitu."
🌹orang baik akan di kelilingi orang baik pula🌹