Menjalin hubungan lebih dari 3 tahun, lalu tiba-tiba ia pergi, pergi meninggalkan ku sendirian hanya untuk mengejar mimpinya.
Jeom Jungkook.
Kalian pasti mengenal namanya,,, Ya, dia adalah salah satu member boygroup terkenal di Korea Selatan.-BTS-
Dimata kalian mungkin dia adalah laki-laki sempurna, istimewa, memiliki tingkah lucu seperti bayi. Tetapi apakah kalian tahu jika dia adalah mantan kekasihku?
Ya, Dia Jeon Jungkook. Mantan kekasihku, dulu kami berpacaran sebelum ia masuk ke agensi Big Hit. Sebelum ia menjadi Idol terkenal sampai sekarang.
Oke, awalnya aku bisa menerima jika ia memutuskan ku untuk karirnya, aku juga sudah mulai melupakan nya meski sulit. Tapi masalahnya adalah, kenapa tiba-tiba dia kembali dan menyatakan cinta pada ku?!.
"Hana, Saranghae"
๐๐๐๐๐๐๐๐
Semua berawal dari aku yang menemani teman satu kantorku pergi nonton konser Bangtan di Busan.
Sebenarnya aku ingin menolaknya, tetapi temanku itu terus saja memaksaku dan pada akhirnya aku pun tidak bisa menolak permintaan nya.
"Oppa!! Saranghae Oppa!! " Teriakan para army yang menonton konser menggema di seluruh stadion. Bahkan Jeha teman ku juga berteriak histeris seperti mereka semua, bahkan telinga ku terasa berdenyut. Pertama karena suara musik yang keras dan kedua karena Jeha yang berteriak tepat di samping telingaku.
Tak memperdulikan teriakan-teriakan berisik di sekitar, aku mencoba untuk memfokuskan diri melihat ke atas panggung di mana 7 laki-laki tampan itu terlihat jelas di mataku. BTW kami duduk di bangku paling depan di tengah, bayaran memang mahal, tapi ini Jeha lah yang membayarnya. Biasa, dia kan anak bos.
Ku lihat di atas panggung sana terlihat sosok laki-laki yang aku kenal, laki-laki yang beberapa tahun lalu menghilang dari hidupku.
Itu dia, Dia Jeon Jungkook. Laki-laki yang dulu sempat menjadi kekasihku selama 3 Tahun.
Laki-laki itu menoleh, seakan melihat diriku ia pun tersenyum.
Sejenak aku tertegun. Apakah ia masih mengingat ku? Ataukah senyuman itu untuk para fens nya?.
Akh,,, kenapa aku jadi kegeeran begini. Tentu saja itu untuk semua Fens nya, memang apakah ia masih mengenal ku setelah sekian lama kami berpisah.
๐๐๐๐๐๐๐๐
Sudah hampir tengah malam dan konser itu baru saja selesai, satu persatu dari kami mulai pergi meninggalkan stadion.
Aku sedang berada di depan stadion menunggu Jeha datang dengan mobilnya.
Sambil menunggu Jeha, Aku mengambil hpku dari dalam tas sandang di bahuku. Ku main kan benda pipih persegi panjang berwarna putih itu sebentar.
Tin... Tin... Tin...
Suara klakson mobil yang berhenti di depan ku, mungkin itu adalah Jeha.
Tanpa melihat mobil siapa yang berhenti di di depan ku, aku langsung saja memasuki mobil itu dengan mata yang masih tertuju Pada HPku.
"Langsung pulang aja Je, aku lelah" Ucap ku ketika baru saja menutup pintu mobil dan tentu saja dengan mata yang masih tertuju pada HP ditangan ku.
Tak ada sahutan dari sang pemilik mobil, mobil itu mulai berjalan mengantarkan ku pulang.
Aku sempat berhenti menatap layar ponsel ku sambil berpikir...
'๐๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐จ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ต๐ถ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ? '
'๐๐ฎ... ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ข๐ฌ-๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ด๐ฆ๐ณ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช'
Pikirku yang masih bisa untuk berpositif Thingking.
๐๐๐๐๐๐
Mobil itu berhenti tepat di depan gerbang rumah ku yang berwarna hijau tua.
Merasa sudah sampai di rumah, aku pun membuka pengaman yang terpasang di tubuhku, kemudian aku menatap sang pemilik mobil untuk mengatakan terimakasih.
"Terim__" Mulutku terdiam tidak melanjutkan perkataan ku. Tubuhku membeku melihat laki-laki yang berada di kursi supir samping ku itu.
Laki-laki itu tersenyum kemudian berkata. "Sama-sama Park Hana. " Ucap Jeon Jungkook.
"Park Hanaku." Dia menambah ucapannya.
Aku terdiam membeku, tak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini. Dia, dia Jeon Jungkook. Dia ada disini, bersama ku di dalam sebuah mobil, Hanya kita berdua.
Tak sampai di situ saja, tiba-tiba dia mengatakan kata-kata yang dulu sering ia katakan padaku.
"Hana, Saranghae."
"I Love You, aku mencintaimu Park Hana"
"Cintaku tidak akan pudar untuk mu"
"Bisakah kita kembali seperti dulu? "
Yah, kata-kata yang baru saja ia lontar kan langsung membuat ku semakin bungkam.
Secepat ini? , Mendadak sekali. Aku bahkan tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat ini.
Benar-benar di luar dugaan, ternyata saat itu ia juga melihat ku dan senyuman manis itu memang di tujukan untuk ku.
Oh Park Hana, hati sekarang sedang mendapatkan serangan dadakan, aku bahkan tidak bisa menghindar atau melawan saat ini. Benar-benar belum ada persiapan.
๐๐๐๐๐๐ผ๐
๐๐ช๐ง๐๐ฃ๐ ๐ฅ๐ช๐๐จ?
๐๐๐๐ ๐ผ๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง ๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐ช๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐๐ก๐ ๐๐๐ก๐๐ข ๐๐๐ก ๐จ๐๐ฅ๐๐ง๐ฉ๐ ๐๐ฃ๐.