di sebuah desa ada seorang anak yang selalu di bully oleh teman teman sekolaha nya.
anak itu yaitu aku nama ku bagja,yang suka baca buku.
pada malam hari aku selalu bertanya kepada Tuhan."Tuhan kenapa aku selalu di bully...".(sambil menangis).
di sekolah aku selalu di jauhi teman teman ku tapi untungnya aku punya sahabat yang selalu mendukung ku dalam kegiatan apapun.
dia bernama Kurniawan dia selalu membantuku membuat senang maka dari itu aku tidak akan tinggal diam apabila aku di bully.
Kurniawan suka dijauhi teman teman karena dia selalu membela ku.
pas aku ketemu teman yang suka bully aku kelihatan nya dia tampak sangat sedih aku ingin bertanya kenapa dia sedih."kamu kenapa".(aku menanya dengan gugup).
"ga usah sok peduli Lo".(dia menjawab dengan nada sedih).
sepulang sekolah aku berjalan bersama sahabatku.
se sampai di rumah aku di ajak bermain bola di lapangan oleh sahabatku aku ikut ke lapangan tapi aku diam di sisi lapangan karena aku takut di bully
dan benar saja aku di bully habis habisan tetapi untungnya aku di tolong sahabat ku.
aku mulai berpikir untuk belajar bela diri untungnya aku punya paman yang bisa beladiri dia mantan atlet silat jadi aku belajar dengan paman ku sampai aku bisa membela diri.
aku ke sekola tapi di sana udah ada si pembully.
"woy sini Lo".(si pembully).
"ada apa kamu manggil aku".(aku menjawab)
"hahaha berani sini Lo lawan gwe kalo ga berani Lo cupu haha cupu hahaha cupu".(si pembully)
dia pun memukul ku tapi aku tangkis lalu aku balikin tangan dia ke belakang punggungnya.
"ampuun".(si pembully)
"makanya jadi orang jangan sombong dan jangan bully orang yang lemah".(sambil kulepas)
"mm maaf kan aku ya Bagja aku menyesal".(si pembully)
"iya aku maafpin tapi jangan di ulanggi lagi ya".
dia dan aku pun menjadi teman dan semua teman teman ku yang selama ini menjauhi ku aku sekarang didekati.