"Kami menemukan sebuah buku di dalam sebuah rumah di dalam hutan **#$***"
"tapi milik siapa?" ucap seorang yang duduk di belakang sebuah meja yang memiliki banyak buku dan berkas
"kami telah membaca nya di beberapa bagian,itu adalah milik seorang petualang yang hebat!anda tidak akan percaya apa yang tertulis di buku itu yang di temukan di gubuk yang reot di dalan hutan yang berbahaya"ucap seorang yang nampak nya seperti prajurit berzirah perak dengan sedikit goresan di sana sini,nampak nya beberapa dari tebasan pedang
"sesuatu yang nampak nya luar biasa ada di sebuah buku reot ini? apakah peninggalan seorang penyihir hebat? seorang sage? pendekar pedang hebat?" kata pria yang duduk di belakang meja tadi nampak memandangi buku itu dengan tidak yakin
"sebaik nya anda membaca nya baron,anda tidak bisa menilai sebuah buku hanya dari sampul nya saja" kata si prajurit dengan mata tertutup dan sedikit senyuman di bibir nya
"Maka baiklah aku akan membaca nya setelah semua ini selesai" kata baron sambil menunjuk berkas berkas yang menumpuj di atas meja nya dengan buku di tangan nya
------------------------
(Dan malam pun tiba)
Di kamar nya baron terduduk di tepi kasur nya dengan wajah yang terlihat lelah
Ketika ia ingin berbaring mata nya tertuju pada buku yang di dapat nya dari kesatria yang melakukan ekspedisi untuk mencari ********** di dalam hutan ******* yang sangat berbahaya
Tentu saja sangat aneh ada yang tinggal di situ,tapi menurut penjelasan nya di dokumen ekspedisi nampak nya hunian itu tidak terdapat tanda tanda keberadaan orang dalam waktu lama, dari debu di meja dan tempat tidur serta kursi yang patah karna usia dan pintu serta jendela yang langsung rusak ketika di buka
Baron mengambil buku di meja dan mulai membuka nya perlahan dan mulai membaca nya
1 Egyp 45 Sry 134 Dom
aku memulai jurnal ini saat berumur 9 ery(tahun),aku adalah seorang anak dari sebuah desa bernama Desa Huth,aku suka bermain dan mencari ikan di sungai IN.
Makanan Yang ku sukai adalah Merrhab (sebuah rebusan berbahan dasar kaldu ikan dengan daun Burr sebagai sayuran)
Aku memiliki teman bernama Karlus dan Reime Karlus sangat menyukai bermain pedang sampai di tingkat ia bercita cita ingin menjadi seorang ksatria yang berperang demi kemakmuran kerajaan,
sedangkan Reime sendiri adalah seorang gadis yang agak pemalu terhadap orang asing tapi lumayan ceria dan sangat peduli pada orang di dekat nya.Jujur saja nampak nya dia menyukai Karlus,Aku mengingat nya sangat jelas saat itu Reime mengatakan pada Karlus "ketika kau sudah menjadi ksatria yang hebat ayo kita menikah" itu membuat ku senang dan terkejut sebagai sahabat mereka berdua dan yah aku tentu saja mendengar nya dengan tidak sengaja dan memndatangi mereka seolah tidak terjadi apa apa
ah ya karna ini jurnal tentu saja aku tidak hanya menuliskan soal 2 sahabat ku kan?
Yah tentu saja aku akan menulis untuk hari ini juga
"sebenar nya tidak banyak yang terjadi,hari ini cerah.Kami bermain di sungai IN seperti biasa nya
Dengan Karl yang berlatih mengayun kan pedang dan Reim yang melihat karl di bawah pohon terr yang rindang sambil membuat makan siang
Sungguh hari yang indah,kami bermain sampai sore dan pulang ke rumah masing masing
-nampak nya ayah mengalami hari yang lumayan berat,nampak di antara dua alis nya yang berkerut tiga dan terus mengatakan bahwa "para pemburu itu tidak bekerja dengan baik" atau semacam nya
Ia juga berbicara tentang kawanan blue goblin yang mulai berkeliaran di sekitar utara desa untuk beberapa alasan "syukur lah sungai in berada di bagian selatan desa yang tidak terlalu jauh dari desa"
dan setelah berbicara soal pekerjaan nya untuk beberapa waktu ia mulai mengganti topik yang lebih menyenagkan seperti,nampak nya penaklukan naga telah berhasil dan beberapa petualang mendapat promosi ke tinkat "A" itu sangat luar biasa "aku juga bercita cita menjadi seorang pemburu ketika dewasa dan mengelilingi dunia dan bertambah kuat dan bertemu banyak orang dan tentu saja untuk melakukan hal besar itu di perlukan kekuatan dan bakat
Aku selalu ber doa agak di beri kemampuan penguasaan mana untuk bakat ku yang akan ku dapat kan kelak,tentu saja bakat pedang tidak lah buruk tapi.Jika mendapat kan penguasaan mana maka aku bisa......
(nampak nya dia tertidur saat menulis sungguh anak yang manis...)
"Untuk sekarang seperti nya aku akan membaca buku ini secara berkala,Sebaik nya aku mulai beristirahat atau aku tidak akan mendapat kan cukup tidur malam ini mengingat besok akan banyak proposal yang harus di urus"
baron meletakan buku nya di dalam lemari kecil di samping tempat tidur nya,di tutupi oleh kain merah dan di kunci dengan rapat,