Joshua mengajak Hana berkencan di taman bermain. Saat ini mereka sedang asyik menikmati wahana di sana. Mulai dari roller coaster, arena senapan sampai rumah hantu.
Lucas mengajak Hana ke kios jajanan. Ia membeli dua churros dan dua minuman. Mereka menikmatinya lalu mencoba wahana lain. Mereka memilih labirin.
Ada dua labirin di taman bermain. Yang pertama outdoor, yaitu labirin yang dibentuk dari pohon-pohon tinggi.
Yang kedua indoor, yaitu labirin dengan dinding-dindingnya terbuat dari cermin.
Hana merasa pusing saat berada di dalam labirin cermin. Ia bisa melihat dirinya di mana-mana.
Lucas?
Hana terpisah dari Joshua.
Joshua melihat sekitarnya. Tidak ada Hana di dekatnya. Joshua mencari dan mencari. Mencari di dalam labirin itu tidak mudah. Setiap kali ia berjalan, ia merasa berputar-putar saja.
Untung saja akhirnya ia menemukan Hana yang kebingungan. Ia lalu menggandeng tangan Hana. Mereka akhirnya bisa keluar dari labirin itu.
Joshua tak pernah melepas genggaman tangannya dari tangan Hana.
"Joshua ... aku rasa kau harus melepas genggaman tanganmu."
"Apa kau malu?" Joshua merasa tidak ada yang salah dengan menggenggam tangan kekasihnya.
"Aku mau ke toilet."