"Anak anda kami culik. Siapkan uang tebusan 1 Milyar dalam pecahan 100.000 uang lama." Penculik menelpon James. Putrinya, Hana yang berusia 20 tahun menghilang sejak tadi malam. Ternyata ia diculik.
"Aku ingin mendengar suara putriku," ucap James. Ia begitu ketakutan jika terjadi sesuatu dengan putrinya.
"Ayah ... hiks ... tolong aku. Hiks ... hiks." Hana sangat takut. Orang yang menculiknya tidak hanya satu tapi ada tiga.
"Ingat ... jangan lapor polisi. Jika Anda melapor, nyawa anak Anda taruhannya." Penculik itu mengancam James.
James segera menyiapkan uang 1 Milyar sesuai permintaan penculik.
Keesokkan harinya James menuju ke bawah jembatan. Tempat pertukaran uang dengan Hana.
Hana berjalan dengan mulut yang dibekap dan tangan terikat di belakang.
James dan penculik bertemu. James menyerahkan uang dan penculik itu menyerahkan Hana.
"Hana ... kau baik-baik saja?" James membuka ikatan di mulut dan tangan Hana. Mereka segera pergi dari tempat itu.
Uang 1 Milyar di mata James tidak ada artinya dibanding dengan nyawa putri tunggalnya. Sejak kematian istrinya, hanya Hana lah yang menjadi sumber penghiburannya.
Sejak saat itu jika Hana keluar rumah, ada bodyguard yang menjaganya. James hanya tak ingin kejadian penculikan itu terjadi lagi. Sudah cukup satu kali memberinya banyak pelajaran.