Cinta Pertama, Senja dan Kopi.
Hasta Diraya seorang cowok yang sangat menyukai Senja. Setiap sore tiba, Hasta selalu pergi ke Cafe yang berada di tepi Pantai. Hasta selalu menikmati senja di temani dengan segelas Kopi Ice Americano. Tidak lupa dengan canvas dan tinta cat air. Hasta selalu mengabadikan Senja dengan lukisan yang ia lukis sendiri.
Saat itu, setelah Hasta menyelesaikan lukisannya. Ia tersadar bahwa dirinya tidak hanya melukis Senja. Ada seorang gadis yang ikut hadir di lukisan Senja kali ini. Begitu seterusnya, sampai di hari ke - 5. Hasta memberanikan diri untuk menghampiri gadis itu. Hasta terlihat sangat gugup, karena ini kali pertamanya ia mendekati seorang gadis.
"Hai, senja di pantai ini memang indah sekali" kata Hasta.
Gadis itu hanya menatap Hasta dengan senyumannya. Lalu, gadis itu kembali menatap langit.
"A~aku Hasta" kata Hasta sambil mengulurkan tangannya. Gadis itu kembali menghadap ke Hasta dan tersenyum.
"Ka~kalau boleh tau siapa nama kamu?" tanya Hasta.
Gadis itu hanya menjawabnya dengan senyuman. Lalu, gadis itu berdiri dan beranjak dari tempatnya.
"Mau kemana? Boleh aku mengantarmu?" tanya Hasta. Gadis itu kembali tersenyum. Hasta mengikuti gadis itu. Setelah berjalan sedikit lama, gadis itu berhenti di depan rumah besar berwarna putih.
Setiap sore Hasta selalu melukis Senja dan juga Gadis tersebut. Kali ini Hasta melukis di dekat gadis tersebut dan tidak lupa dengan Kopi Ice Americano.
Sebulan telah berlalu, Hasta merasa dirinya telah jatuh cinta pada gadis yang belum ia ketahui namanya. Di hari itu Hasta tidak melihat keberadaan gadis itu. Hasta tetap mencoba untuk melukis Senja.
Seminggu sudah Hasta tidak melihat keberadaan Gadis itu. Hasta melukis senja dengan hati hampa. Ia sangat merindukan senyuman gadis itu. Setelah Hasta menyelesaikan lukisannya, ia melihat gadis itu kembali. Kali ini gadis itu terlihat menggunakan sweater berwarna lilac. Hasta menghampiri gadis itu.
"Hai, akhir-akhir ini aku tidak melihatmu. Apa kamu sedang sibuk?" tanya Hasta. Gadis itu tetap menjawabnya dengan senyuman.
Setelah menikmati Senja, gadis itu beranjak pergi. Hasta mengikuti langkah gadis itu. Mengantarkannya ke depan rumahnya itu. Gadis itu jalan memasuki pintu pagar.
"Hey, tunggu! kalau boleh tau siapa namamu?" tanya Hasta.
"Kristal" jawabnya. Hasta tak menyangka akan mendengar suara indahnya.
Tak berapa lama seorang wanita paruh baya menghampirinya.
"Non, kemana saja? Kami semua khawatir. Nyonya dan Tuan sudah menunggu non. Mereka semua sangat khawatir" kata wanita paruh baya tersebut.
Keesokan harinya Hasta menunggu Kristal. Ia membawa setangkai bunga mawar. Ia berniat untuk menyatakan cintanya pada Kristal. Hasta menghampiri Kristal.
"Kristal, aku mohon kamu jangan marah ya" kata Hasta.
"Ada apa Hasta?" Kristal memandang Hasta dengan senyuman.
"Sejak pertama kali aku melihatmu. Aku merasa jatuh cinta sama kamu dan aku semakin yakin dengan perasaan ini ketika aku tidak dapat melihatmu" kata Hasta yang membuat Kristal mematung dan terlihat air mata yang sudah menumpuk dan siap untuk menetes.
"Kamu kenapa Kristal? Maaf jika aku salah. Jujur, ini pertama kalinya aku menyatakan cinta pada seseorang" kata Hasta.
"Maafkan aku Hasta" kata Kristal. Terlihat air matanya menetes.
"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang" kata Hasta.
"Maaf Hasta, jawaban aku tetap tidak bisa" kata Kristal.
"Aku ingin pulang" lanjutnya sambil beranjak pergi.
"Kristal tunggu!"
Hasta mengantarkan Kristal sampai depan rumahnya.
"Maafkan aku jika hari ini aku membuatmu menangis Kristal" kata Hasta. Kristal menjawabnya dengan senyuman.
Sejak hari itu Kristal tak kunjung terlihat. Hasta mencoba lewat depan rumahnya dan terlihat begitu sepi. Setelah sebulan Kristal tak terlihat. Hasta memberanikan diri untuk mengunjungi rumah Kristal.
Terlihat ada dua orang petugas keamanan.
"Maaf pak, saya temannya Kristal. Apakah Kristal ada di rumah?" tanya Hasta.
"Maaf Tuan, Non Kristal masih belum pulang dari rumah sakit" kata salah satu petugas.
"Rumah sakit?" Hasta bertanya-tanya.
"Iya Tuan, info dari Nyonya bahwa Nona Kristal masih belum sadar" jawab petugas tadi.
"Belum sadar? Kalau boleh tau di rumah sakit mana ya?" hasta semakin bertanya-tanya. Petugas itu memberikan alamat rumah sakit dimana Kristal berada.
Hasta segera mengunjungi rumah sakit tersebut. Terlihat orang tua Kristal menunggu di depan ruang ICU. Hasta menghampiri mereka.
"Maaf, saya temannya Kristal. Apakah Ibu dan Bapak adalah orang tua Kristal?" tanya Hasta.
Kedua orang tua tersebut mengangguk sambil menangis.
"Apakah kamu nak Hasta?" tanya ibunya Kristal.
"Mari saya antar menemui Kristal" lanjutnya.
Hasta tak sanggup memasuki ruangan ICU. Saat Ibu Kristal membuka, terlihat Kristal yang sedang tertidur dengan dikelilingi alat-alat. Hasta semakin tak kuasa melihat Kristal. Air mata Hasta menetes.
"Terima kasih sudah menemani Kristal akhir-akhir ini. Kristal sering sekali cerita tentang Nak Hasta. Bahkan terakhir ia cerita bahwa dirinya sedih tak bisa membalas cinta Nak Hasta" kata Ibunya Kristal sambil menceritakan tentang penyakit kanker yang singgah di tubuh Kristal. Semua dokter sudah pasrah dengan kondisi Kristal yang semakin memburuk.
Hasta menggenggam tangan Kristal.
"Kristal, ini aku Hasta. Aku mohon, kamu sadar ya Kristal. Aku sangat merindukanmu" kata Hasta.
Setelah beberapa lama Jemari Kristal bergerak. Hasta yang menyadari itu segera memanggil perawat dan orang tua Kristal.
"Hasta,, Maafkan aku ya. Aku harap kamu akan bertemu dengan seseorang yang akan selalu di samping kamu dan menemanimu sampai tua" ucap lirih Kristal.
"Jujur, aku bahagia, aku senang kamu hadir di sisa umurku. Aku juga mencintaimu Hasta. Tapi waktuku tidak banyak. Terima kasih kamu sudah memberikan cinta untukku, sudah membuatku bahagia" Lanjutnya.
"Aku akan tetap bersama kamu Kristal. Kamu semangat ya untuk sembuh. Aku akan selalu berada di sisimu. Kita akan selalu bersama sampai tua" kata Hasta sambil menahan tangisnya.
Kristal hanya membalas dengan senyuman "Maafkan aku Hasta ~"
Kristal menutup matanya dan alat detak jantung pun berbunyi datar dan panjang.
"Kristal!" Teriak Hasta.
"Jangan tinggalkan aku Kristal!"
Pertama kalinya Hasta Jatuh Cinta dan Pertama kalinya Hasta ditinggal oleh Cinta Pertamanya.
_Tamat_
Maaf durasinya terlalu panjang.