Senja, cinta pertama dan racun. Gabungan kata yang indah, penuh makna dan cantik menurutku.
Kenapa senja? Karena aku sangat menyukainya. Melihat matahari bersinar redup, tenggelam malu-malu diujung barat.
Cinta pertama kata orang sulit di lupakan bukan? Begitu juga dengan ku. Boleh dikatakan aku sosok yang egois.
Racun. Jika itu sianida memang mengerikan, kamu akan sesak nafas, mata mu akan mendelik ke atas, seperti mata ketika seseorang menggantung dirinya sendiri. Tapi ini lain, kamu tak perlu takut terlihat mengerikan. Racun yang akan membuatmu terlihat menawan. Hihi..
...
Tanggal 14 Februari besok harusnya menjadi hari kasih sayang bukan, tapi bagaimana jika ditanggal itu diubah menjadi hari kematian.
"Dilaporkan telah ditemukan sesosok mayat perempuan, di pesisir pantai dini hari tadi oleh seorang turis asing asal Australia. Menurut hasil.."
Mata coklat seperti lelehan hazel itu, menatap lekat gambar bergerak di televisi, sedang telinganya mendengarkan dengan cermat setiap laporan yang dibawa oleh pembicara berita.
"..penyelidikan, korban di duga di bunuh. Namun, tidak ditemukan jejak kekerasan di tubuh korban. Saat ini polisi membawa jasad korban ke rumah sakit untuk melakukan otopsi."
Mengenai kasus pembunuhan terbaru, yang korbannya seorang wanita muda awal tiga puluhan.
"He.." Kekeh si pemilik bola mata coklat itu. Menyibak rambut basahnya ke belakang. Tangannya meraih sebuah ponsel di atas meja, mengutak-atiknya kemudian tersenyum.
"Seperti dugaan ku, kamu sangat cantik.." Gumamnya, total mengabaikan televisi yang masih menyiarkan berita terbaru.
Hari berlalu begitu saja, usai kasus ditemukannya jasad perempuan di pesisir pantai.
Berita terakhir dari kasus itu, mengatakan bahwa korban mati karena racun. Kemudian kasus di tutup, karena kurangnya bukti.
Menurut berita terkait, kasus itu di tutup. Beberapa detektif yang ikut menyelidiki, mengangkat teori jika pembunuhan itu dilakukan oleh seorang pembunuh berantai. Namun, setelah sekian bulan tak ada berita susulan mengenai kasus yang sama.
Hingga sore hari di akhir bulan April, pengguna media sosial dikejutkan oleh tersebarnya sebuah video berdurasi pendek.
Dalam video itu seorang pria tampan, yang memakai pakaian serba putih tengah duduk menghadap sebuah kamera.
Diawal video, pemuda itu melakukan perkenalan.
"Halo, namaku Hannes. Aku melakukan siaran pagi ini, tanggal 30 April tahun 2021. Di video kali ini, ini khusus untuk aku melakukan pengakuan. Bukan konten seperti biasanya.. "
Ya, jadi Hannes ini adalah seorang Youtouber, yang subscribersnya bisa dibilang sangat banyak.
"Tiga bulan yang lalu, tepatnya tanggal 14 Februari ada kasus pembunuhan. Tapi kasus ini di tutup, dan sekarang aku ingin mengakui sebuah fakta. Jika wanita yang terbunuh hari itu, adalah kekasihku." Hannes tersenyum ke arah kamera.
Video berdurasi pendek itu, seketika diserbu ratusan pertanyaan dikolom komentar.
"Kekasihku bernama Claire, dia terbunuh di pantai. Tapi dua hal yang tidak kalian dan para petugas polisi ketahui. Claire mati dengan tersenyum. Hiks.. haha.."
Hannes menangis kemudian tertawa, menangkub wajahnya dengan sebelah tangan dan menunduk.
Terlihat di kamera jika Hannes sangat terpukul dan bersedih.
Sebelum video berakhir, di dua menit terakhir Hannes memelankan nada bicaranya. Menatap kamera dengan sorot tajam dan seringaian yang keji.
"Aku memberinya racun Hemlock, membuat dia mati dengan sangat cantik. Hahaha..."
Tawa menggelegar mengakhiri video tersebut. Para netizen dibuat terpekik sesaat.
Sedangkan para detektif, mulai melacak id address video tersebut. Namun, setelah mereka menemukan lokasi pengunggahan video tersebut, yang ternyata adalah apartemen Hannes sendiri. Para detektif dan polisi lagi-lagi di buat kaget.
Hannes duduk menyandar di sofa ruang tamunya, seakan menyambut kedatangan mereka dengan senyuman sinis. Tapi nyatanya..
Hannes mati. Ia bunuh diri.
Mati dengan tersenyum seperti Claire, cinta pertamanya.
...🍁🍁🍁...
Like dan coment Juseyoooo...