Taman hiburan menjadi tempatku untuk melepas penat yang mendera selama enam hari bekerja. Jadi, tiap akhir pekan aku selalu datang ke taman hiburan dan arena yang selalu kukunjungi saat berada di sini adalah labirin cermin. Sebuah ruangan dengan banyak cermin berbagai bentuk di dalamnya. Biasanya tempat ini yang paling sepi pengunjung.
Arena paling sulit untuk ditaklukan dan kebanyakan mereka merasa takut jika tidak bisa keluar dari labirin itu. Namun, tidak denganku. Sudah berkali-kali aku datang ke sana dan dapat berhasil keluar. Terkadang aku malah sengaja berlama-lama didalamnya. Sebenarnya ada dua labirin di dalam taman hiburan ini. Satu labirin cermin di dalam ruangan dan satu lagi labirin semak-semak yang ada di luar ruangan.
Hari ini aku berencana untuk mengunjungi keduanya. Aku belum pernah memasuki labirin semak-semak itu dan hari ini aku ingin mencobanya. Namun, sayang. Sesampainya di taman hiburan, hujan datang membasahi bumi. Alhasil aku hanya berdiam diri di dalam labirin cermin. Berkeliling di tempat ini seorang diri sembari menatap pantulan di cermin.
Aku sudah cukup hapal seluk-beluk labirin ini, tapi kali ini aku memang sengaja berkeliling terlebih dulu sembari menunggu hujan di luar sana reda. Ketika berjalan, aku tidak sengaja menemukan sebuah pintu kaca yang terbuka sedikit. Sebelumnya tidak ada rasa penasaran sedikit pun mengarah ke mana pintu itu. Namun, sebuah suara bisik-bisik akhirnya membuatku cukup penasaran.
Ruangan itu terlihat sangat gelap sehingga aku membutuhkan bantuan senter di ponsel sebagai penerangan. Kupikir ruangan ini adalah ruang bagi pegawai taman hiburan, ternyata aku salah. Ruangan ini terlihat seperti ruang bawah tanah yang sudah sangat lama tidak terpakai. Di bawah sini sangat lengap dan lembab.
Aku sangsi, apakah akan melanjutkan melangkah maju atau kembali ke labirin cermin tadi. Namun, suara bisik-bisik itu kembali terdengar di telingaku. Aku kembali melangkah untuk mencari tahu siapa orang-orang itu. Namun, setelah berjalan cukup lama aku tidak menemukan orang-orang itu.
Kuputuskan untuk kembali lagi, aku berbalik dan berjalan ke jalan yang tadi kulalui. Masih dengan bantuan senter dari ponsel aku berjalan menyusuri ruangan gelap dan pengap ini.
Aku menemukan pintu yang tadi kulalui. Aku melewati pintu itu yang terhubung ke labirin cermin. Namun saat telah berada di labirin cermin, mendadak aku lupa. Lupa jalan keluar dari labirin ini, juga lupa apa yang baru saja terjadi padaku. Aku berjalan berputar-putar dan selalu menemui jalan buntu.
Rasa takut mulai menghampiri, pikiran-pikiran aku tidak bisa keluar dari tempat ini membuatku makin panik. Aku terus berjalan untuk menemukan jalan keluar. Terus berjalan hingga akhirnya hanya jalan buntu yang kutemui. Makin lama aku makin muak melihat pantulan diriku di cermin.
Mereka seperti sedang meledekku karena tidak bisa keluar dari tempat ini dan hanya berputar-putar. Mengapa aku bisa lupa jalan keluar dari tempat ini? Aku tidak menyerah dan kembali berusaha menemukan jalan keluar.
Aku merasa sudah sangat sering datang kemari dan selalu berhasil keluar. Namun, kenapa hari ini aku tidak dapat menemukan jalan keluar? Lalu, aku harus bagaimana? Kucoba menghubungi seorang temanku untuk meminta pertolongan, tetapi tidak ada sinyal di dalam sini.
Di saat rasa takut dan bingung melanda, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahuku. Aku terperanjat kaget dan melihat seorang petugas taman hiburan ini sedang berdiri di belakangku. Aku menatapnya bingung, lalu pandanganku beralih pada pintu persis di depanku. Pintu yang terbuat dari kaca dan sedikit terbuka.
Eh? Apa yang kulakukan di sini? Petugas itu memintaku untuk memberinya jalan. Spontan aku bergeser dan menatapnya hingga menghilang dibalik pintu kaca itu. Kuputuskan untuk segera keluar dari labirin ini.
Ternyata hujan sudah reda dan ada pelangi indah yang muncul di langit. Aku masih bingung dengan apa yang baru saja kualami di dalam labirin cermin itu. Aku menatap arena labirin itu. Kenapa sekarang terlihat menakutkan bagiku?
Aku segera pergi dari sana dan memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Entah, mengapa hari ini aku sangat lelah dan ingin beristirahat di rumah saja.
🚪🚪🚪