•𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚𝐩𝐮𝐧 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐢𝐧 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐦𝐮•
Di suatu kota di Jepang , kekacauan sedang terjadi . Hari demi hari selalu ada kasus kematian yang tidak diketahui penyebabnya . Dan janggalnya mayat dari orang-orang tersebut selalu ditemukan di tempat pemandian air panas yang telah ditutup tiga bulan lalu .
Beberapa polisi telah melakukan penyelidikan di area itu tetapi tidak dapat ditemukan bukti apapun . Bahkan pihak kepolisian berencana untuk menutup kasus ini namun kematian semakin bertambah sehingga perlu penanganan yang lebih lanjut sebelum semua nyawa di kota itu terenggut .
Rata-rata korban merupakan wanita yang pernah mengunjungi tempat sauna tersebut . Itu membuat para paranormal serta mahasiswa sangat penasaran dengan tempat tersebut.
Tiga orang mahasiswa dari universitas Hoshi ingin melakukan penelitian pada tempat itu . Mereka adalah mahasiswa dengan jurusan Kriminologi . Tiga mahasiswa itu terdiri dari seorang pria bernama Rayden dan dua orang wanita bernama Akari dan Maru
Malam ini tepat pada pukul 18:00 , mereka akan mengunjungi tempat itu dengan mantan manajer Han'ei . Han'ei adalah nama tempat pemandian air panas tersebut . Han'ei sendiri berarti kemakmuran .
"Pak manajer , boleh anda pimpin jalan " Maru mempersilahkan pak manajer untuk jalan didepan sebagai bentuk rasa hormat.
" Baik , mari masuk "
Saat ini mereka berada di ruang resepsionis . Di ruang resepsionis Rayden menemukan sebuah rak panjang di pojokan yang berisi katana bersimbah darah.
"Kenapa ada katana di sauna ? " tanya Rayden yang memegang katana itu dengan memakai sarung tangan.
" Sebelumnya tidak ada. Mungkin itu ditinggalkan oleh pembunuh " jelas pak manajer
Setelah menelusuri beberapa ruangan lain lagi , tidak ditemukan bukti lagi selain katana dan bunga Kamboja di atas air berlumut yang dulu digunakan untuk berendam . Rayden , Akari dan Maru memutuskan untuk keluar dari tempat itu karena tidak dapat menemukan apa-apa lagi .
Saat melangkah , Akari tidak sengaja menginjak sesuatu yang membuat lantai papan kayu terbuka dan mereka semua jatuh ke ruangan di bawah .
"Tempat apa ini , Pak ? " Maru panik saat melihat sekitar mereka bahkan di bawah kaki mereka terdapat banyak mayat . Dan di tembok tergantung foto Pak Manajer sebagai karyawan terbaik yang telah meninggal dunia .
" Pak...pak manajer sudah meninggal ? Kalau begitu ? " Akari berbicara dengan gugup sembari menoleh kearah Pak Manajer.
"Iya saya sudah meninggal. Wujud yang kalian lihat sekarang hanyalah bayangan kalian . Sekarang sudah waktunya saya melepaskan Topeng ini "
Pak Manajer melepas topeng tak kasat mata yang melekat di wajahnya . Setelah dilepas , wujud Pak Manajer langsung berubah menjadi Pak Manajer yang bersimbah darah di bagian kepalanya dan tangan kanannya yang putus .
" Ini lah wujudku " Katanya sambil tertawa jahat .
" Kalian , kebelakang ku " titah Rayden
"Apa yang sebenarnya bapak inginkan ? " Rayden memberanikan diri untuk bertanya .
"Aku ? Aku hanya ingin menjadi karyawan yang baik . Dulu orang-orang yang datang ke sauna ini selalu memberikan komentar buruk . Padahal aku sudah bekerja semaksimal mungkin untuk melayani mereka . Tapi ... akhirnya ? Atasanku memecat ku dengan alasan tidak bisa bermulut manis pada pelanggan sehingga mereka tidak puas . Aku yang depresi melakukan bunuh diri dengan meloncat dari gedung dengan membawa semua rasa dendam ku kepada mereka . "
" SEKARANG SEMUA SUDAH TERBAYARKAN . HAHAHA "
" kalau begitu , boleh keluarkan kami dari sini ? "
" MAU KELUAR ? BOLEH , TAPI SETELAH AKU MEMENGGAL KEPALA KALIAN BERTIGA "
CYAASSS...