Lin Su'er pun segera memasuki kamar nomor 599 dan tidur di sana. Tiba tiba brakk..., terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka dari kamar itu.
"Hah! Siapa lagi ini? Kemarin sudah banyak wanita yang disodorkan ke kamarku! Sekarang ada lagi!?", ujar Bo Qingang sembari memijit keningnya. "Hei, minggir minggir! Pergilah dari sini! aku tidak suka ada wanita yang tidur di ranjang ku!", ujar Bo Qingang sembari menahan amarah. Namun, bukannya Lin Su'er terbangun setelah mendengar ucapan Bo Qingang, ia malah asik tidur dan mengubah posisi tidurnya.
Bo Qingang yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Namun, ia justru merasa nyaman saat ia berada di dekat wanita itu. Ia juga merasa wanita ini berbeda dengan wanita sebelumnya di hari hari sebelumnya yang langsung melucuti pakaiannya sendiri untuk menggoda Bo Qingang. Bo Qingang pun akhirnya memilih untuk tidur di samping Lin Su'er.
Pagi hari 🌄 ~
"Aaaaaa....", Lin Su'er pun terbangun dan langsung berteriak, karena mendapati seorang pria yang setengah telanjang. "Siapa kamu? Kenapa kamu ada di kamarku?", bentak Lin Su'er kepada Bo Qingang. "Hei! Apa kamu salah lihat? Ini kamarku!", bela Bo Qingang. "Memangnya aku bodoh atau apa? aku bahkan memiliki kartu kamar ini! Bagaimana mungkin itu kamar orang lain kalau aku memiliki kartunya!", ucap Lin Su'er dengan nada yang tinggi.
Lin Su'er pun mengecek bajunya. Dan, ternyata bajunya itu masih utuh. "Lupakan masalah ini! Aku memiliki masalah lain! Aku membalas dendam kepadamu lain kali saja!", ucap Lin Su'er sembari pergi meninggalkan Bo Qingang. "Hmmm, gadis ini memang menarik!", batin Bo Qingang. Bo Qingang pun lalu menyuruh asistennya untuk mencari tahu tentang wanita yang tidur di sampingnya itu.
Siang hari...
Lin Su'er pun sampai di rumahnya. Rumah, di mana tempat keluarga tirinya itu tinggal. "Selamat pagi ayah!", ucap Lin Su'er sembari mendobrak pintu utama. Hei! wanita jalang, kamu ke mana saja tadi malam? seharusnya kamu pergi saja dan jangan pulang! Di sini kamu hanya membuat mata kami kotor.", ucap ayah Lin Su'er yang bernama Lin aotian itu, sembari meremehkannya. Lin Su'er tidak menghiraukan ucapan ayah tirinya itu. Ia langsung pergi menuju kamar adiknya yang estetik itu. Ia tidak ke kamarnya, karena kamar pemilik asli tubuhnya itu yang berada di ruang bawah tanah sangatlah kotor.
Brakkk... Lin Su'er membuka pintu kamar adik tirinya yang bernama Lin Rou'er itu dengan keras. "Siapaaa!!!", ucap Rou'er dengan nada keras karena kaget. "Siapa? ini aku!", ucap Lin Su'er. "Lin... Lin... Lin Su'er!?", ucap Rou'er dengan gemetaran. "Aduh adikku, kenapa kamu gemetaran?", ucap Lin Su'er memancing Lin Rou'er. "Sialan! Kenapa Lin Su'er busuk ini bisa ada di sini!? Bukankah dia sudah aku jual ke dua orang cabul itu? Dan kenapa dia memiliki aura yang berbeda dengan sebelumnya!?", batin Lin Rou'er.
"Ti... tidak ada apa apa, aku hanya khawatir denganmu, karena tadi malam kakak tidak pulang ke rumah", ucap Lin Rou'er mencoba menenangkan diri. "Sekarang kamu pindah ke kamarku itu! Aku ingin tidur di sini!", ucap Lin Su'er dengan menekankan kata katanya. "Bagaimana bisa! Bagaimana bisa aku tidur di kamar kumuh mu itu!", ucap Lin Rou'er dengan nada membentak.
"Heh! Rou'er, aku jika dibandingkan denganmu itu bagaikan seekor bunga lotus dan lalat di sekitarnya! Bagaimana bisa aku tidur di kamar itu? bukankah seharusnya lalat yang melakukannya?", ledek Su'er. "Sialan kamu! Jika aku memberitahu ayah, lihat apa yang akan dilakukannya padamu!?", ucap Rou'er dengan nada geramnya.
Lin Su'er POV:
Rou'er, kamu salah satu orang yang selalu menindas pemilik tubuh asli! Aku akan membalas dendamnya!
Di sisi lain...
Ceklek... pintu ruang tamu keluarga Lin pun terbuka. Nampaklah seorang pria yang gagah tinggi dan tampan, tidak salah lagi, itu adalah Bo Qingang, pewaris keluarga Bo. Lin aotian, sang ayah tiri Lin Su'er pun menyambutnya dengan hormat. Lin aotian pun menyuruh putrinya, Lin Rou'er untuk menyapa Bo Qingang. Seperti biasanya, tanpa memanggil Lin Su'er untuk datang.
"Tuan Bo, saya Lin Rou'er, salam kenal!", ucap Lin Rou'er dengan nada sok manis. Namun Bo Qingang mengabaikannya. Bo Qingang justru menanyakan di mana Lin Su'er. Lin aotian pun gelagapan dan mencari alasan untuk menjelaskan kenapa Lin Su'er tidak ikut menyapanya. Bo Qingang pun dengan santainya masuk rumah orang dan menggeledahnya tanpa permisi untuk mencari keberadaan Lin Su'er. Bo Qingang pun bertanya pada Lin aotian di mana kamar Lin Su'er. Lin aotian pun jujur dan berkata kalau kamar Lin Su'er ada di ruangan bawah tanah. Bo Qingang pun lalu mengikuti petunjuk tentang keberadaan kamar Lin Su'er.
Benar saja, Lin Su'er ada di kamarnya. Bo Qingang yang melihat kamar orang yang dicintainya tidak layak pakai pun mengamuk dan mengajak Lin Su'er untuk pindah ke apartemennya. Lin Su'er yang bingung dengan apa yang terjadi pun mengikuti perintahnya Bo Qingang saja.
Dari situ lah cinta mereka di mulai...
seterusnya baca di komik dengan judul "Istri Reinkarnasi Presdir yang Galak"
Tokoh yang ada di bab ini:
• Lin Su'er › MC wanita
• Bo Qingang › MC pria
• Lin Rou'er › Antagonis wanita (adik Lin Su'er)
• Lin Aotian › Antagonis pria (ayah tiri Lin Su'er)