"Mau tidak pergi bersamaku hari minggu?" tanya seorang gadis malu - malu, lelaki yang diajaknya menoleh.
"Kau mengajak ku berkencan?" tanya si lelaki
"Emmmm" si gadis itu mengangguk malu - malu, membuat si lelaki tersenyum melihat tingkah gadis yang sudah dikenalnya hampir selam ia hidup.
"Ga ada yang bisa diajak kencan ya akhir pekan?" Tanya si lelaki, membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya tanda protesnya, melihat hal itu membuat tawa si lelaki pecah.
"Ok. Minggu kita jalan, memangnya mau kemana?" Tanya si lelaki.
"A- kuarium" ucap gadis itu terbata.
"Memangnya tidak ada tempat lain?" tanya si lelaki, gadis itu menggeleng.
"Hanya tempat itu yang belum ku kunjungi" jawab gadis itu malu - malu.
"Baiklah, hari minggu kita ke akuarium terdekat" jawab si lelaki, membuat senyum si gadis terkembang.
"Ok, bay" ucap si gadis yang dibalas lambaian tangan si lelaki.
"Loe yakin Do terima ajakannya?" tanya salah satu temannya yang sedari tadi melihat apa yang dibicarakan lelaki itu dengan teman masa bocahnya itu.
"Yakin" jawabnya singkat.
"Diakan playgirl" ucap yang satunya.
"Tak masalah" jawab si lelaki
"Ya walaupun loe ama dia temenan, tapikan dia tadi ngajak loe kencan Do" tambahnya.
"Tak masalah" jawabnya santai sambil lalu.
"Ehhh, Do tunggu Do" keluh kedua temannya kerna ditinggal begitu saja.
****
Hari Minggu yang dijanjikan pun tiba, Aretha sudah siap dengan dressnya yang sangat manis melekat ditubuhnya, baby blue adalah warnah pilihannya kali ini, gadis itu sudah manis makin terlihat manis saja mengenakan dress sebatas lutut itu.
"Apa aku terlalu berlebihan hanya untuk berjalan bersama dengan Nando?" tanyanya bergumam, kalau biasanya Aretha akan berdandan biasa saja saat jalan dengan Nando tapi kali ini dia malah berdandan habis - habisan seperti ini.
"Ahhh... biarkan saja, sekali - kali, bukankah ini kencan" gumamnya kembali.
"Are, ada Nando nih" teriak mamah dari ruang tengah
"Iya mah, suruh tunggu bentar lagi" teriak Aretha, Aretha segera menyelesaikan ritualnya, lantas terburu - buru menuruni tangga.
"Stop Are, kamu bisa jatuh" kesal Arko menarik Aretha, saat melihat adik perempuannya berlarian hendak menuruni tangga.
"Ehhh, bang Ar. Are buru - buru bang" jawabnya.
"Tetap saja tidak boleh lari - lari!", tegas Arko.
"Ok" jawabnya lantas kembali melangkahkan kakinya.
***
"Wah.. anak mamah cantik sekali" seru Nirmala
"Mamah bisa aja" ucap Aretha tersipu malu.
"Bener ga Nando kalau hari ini Are cantik" mamah Nirmala meminta pendapat Nando, sedangkan lelaki disebelah mamah Nirmala malah terbengong ditempatnya, baru kali ini dia melihat penampilan berbeda dari Aretha secara langsung, biasanya sih liat postingannya statusnya entah itu FB atau Ig.
"Do... Nando" mamah Nirmala menggoyangkan lengannya didepan wajah Nando.
"Eh ya tan kenapa?" Tanya Nando gagap.
"Haiss.... Are cantikan Do?" mamah Nirmala
"Cantik tan" jawab Nando kikuk sedikit gugup, blusing sudah pipi Aretha saat Nando memujinya.
"Sudah siapkan?" tanya Nando mengalihkan pembicaraan itu, yang diangguki oleh Aretha.
"Ya sudah ayo berangkat kalau gitu", ajak Nando
"Mah, berangkat dulu ya" pamit Aretha.
"Memang kalian mau kemana sih?" tanya mamah sambil memberikan punggung tangannya yang akan disalin kedua remaja itu.
"Akuarium" jawab Aretha.
"Wah, kencan ya" tebak Arko yang baru saja datang.
"Wah benarkah?" Tanya mamah, tak ada yang menjawabnya karna mereka sudah malu terlebih dahulu, wajah mereka memerah bak kepiting rebus, inginnya sih mamah Nirmala tertawa, karena ditakutkan anak gadisnya ngambek lebih baik tidak.
"Ahhh... ya sudahlah kami berangkat dulu" ucap Aretha akhirnya, sambil menyalim tangan mamahnya itu, untuk kedua kalinya.
"Pamit dulu tante" pamit Nando yang juga menyalim tangan mamah Nirmala.
"Hati - hati dijalan ya" pinta mamah Nirmala yang mendapat anggukan dari keduanya.
****
Aretha dan Nando tengah menunggu bis yang akan membawa mereka salah satu akuarium terdekat dikota mereka, empat hari lalu Aretha membujuk Nando agar mau naik umum, Aretha bilang mereka belum pernah jalan - jalan naik umum, selalu saja menggunakan motor or mobil sendiri, rasanya Aretha ingin ada yang berbeda saja dengan hari ini.
"Apa kita beneran kencan Are?" Tanya Nando memecah keheningan sambil menunggu, entah kenapa Aretha mendadak gugup, didepan Nando.
'Ohhh, ayolah Are dia hanya Nando, kenapa segugup itu' kesal batin Aretha.
"Kau maunya apa?" Aretha balas bertanya, tanpa menjawab pertanyaan dari Nando.
"Kencan" singkatnya.
"Ya sudah" jawab Aretha.
"Loe ga akan mainin perasaan gue kan?" Tanya Nando
"Loe bukan gebetan or pacar gue Do" jawab Aretha.
"Siapa tahu aja" ucapnya.
"Ahhh . sudahlah bisanya sudah datang" ucap Aretha, Nando menghela nafasnya setelahnya mengikuti langkah Aretha menaiki bis yang akan membawa mereka ke akuarium.
****
"Wah baru kali ini ke akuarium" seru Aretha senang, membuat senyum Nando terkembang begitu saja, lantas mengacak rambut gadis disampinya itu.
"Ayo menjelajah" ajak Nando yang mendapatkan anggukan antusias dari Aretha.
"Kita antri beli tiket dulu" ucap Nando yang jawab anggukan Aretha.
Dan hari itu Nando dan Aretha benar - benar menikmati hari mereka di akuarium raksasa itu, senyum itu tak lepas dari bibir mungilnya, Aretha benar benar - benar senang, dari dulu dia ingin kencan ditempat ini bersama orang yang paling berharga dalam hidupnya setelah keluarganya.
Sesekali dirinya melirik kearah Nando yang fokus melihat ikan buntal itu, "lihatlah dia menjadi gendut" ucap Nando menyadarkan lamunan Aretha, Aretha melihat kearah akuarium kembali, dia tersenyum manakala ucapan Nando benar.
Aretha semakin mendekat kekaca akuarium, menempelkan kedua telapak tangannya lantas setelahnya mendekatkan wajahnya kearah kaca akuarium tepatnya kehadapan ikan buntal yang sedang menggembung itu, Aretha menggembungkan pipi chubbynya mengikuti ikan buntal itu, tawa Nando seketika menggema.
"Benar - benar mirip" ucap Nando, membuat pipi Aretha semakin terkembang, kali ini bukan karna disengaja olehnya, melainkan ia tengah protes dengan ucapan sang sahabat.
"Nando jahat, masa samain Are sama ikan itu" kesalnya.
"Ucucu... ikan buntal gue ngambek, iya deh loe ga sama ko sama ikan itu, tapi loe samanya sama ini" ucap Nando seraya menunjuk ikan badut berwarna oranye itu.
"Ihhhh .. Nando mah ngeseli" kesal Aretha
"Lah... loe malah gemesin Are, kan ikan badut itu kecil mungil ngegemesin kaya loe gitu" ucap Nando, membuat pipi Aretha bersemu merah, bukan karna senang melainkan karna kesal.
Aretha suka kesal kalau dibilang kecil mungil, ya tumbuh kembanya jauh lebih lamban dari Nando, tubuhnya yang sedikit kecil itu kalah jauh dari si jangkung Nando, dan itu malah membuatnya kesal.
"Ahhh .. sudahlah, kita kesini untuk bersenang - senangkan, jadi ayo kita ninkmatin kencan kita ini, sebelum kita menjadi dua orang sahabat lagi, untuk hari ini gue ingin nikmati jadi berperan sebagai gebetan loe Are" ucap Nando.
"Baiklah, ayo kita ciptakan momen tak terlupakan, ajak Aretha yang diangguki Nando.
Dan hari itu Nando dan Aretha sukses besar memerankan peran sebagai pasangan muda, yang membuat iri pasangan lainya, Nando begitu perhatian terhadap Aretha dan Aretha yang manja seperti satu paket lengkap mengisi kemanisan mereka.
"Wah pasangan muda yang manis" beberapa pengunjung akuarium itu tengah membicarakan mereka, membuat pipi Aretha dan Nando bersemu kemerahan karna malu.
"Mau foto disana?" tanya Nando menawari
"Mau" ucap Aretha
"Ya sudah sana aku fotokan" ucap Nando, dan Aretha bergaya sesuka hatinya berfoto bersama penyu laut yang eksotis.
"Dari pada menjadi tukang poto pacarnya, lebih baik berpoto bersama sini saya yang akan mengambil gambarnya" salah satu pengunjung berbaik hati menawarkan dirinya untuk menjadi kang Poto dadakan.
Tentu saja Nando tidak menyia - nyiakan kesempatan itu, dia harus punya kenangan bersama Aretha disaat seperti ini.
"Boleh sedikit lebih mesra lagi posenya" pinta sipengunjung, Nando menarik Aretha kedalam pelukannya, Aretha yang tak siap dengan gerakan tiba - tiba, beneran terjatuh dalam pelukan Nando, mereka berdua saling bertatapan selama beberapa detik, sipengunjung tak menyia-nyiakan pose sebagus itu.
"Su-sudah" gagap Aretha, Nando melepaskan pelukannya dari Aretha dengan kikuk dan gugup, wajahnya kembali memerah karna malu.
"Ini, pose yang bagus" ucap sipengunjung memberikan telpon genggam Nando.
"Terimakasih" jawab Nando.
"Sama - sama" Sipengunjung
"Masa muda yang menyenangkan, pasangan yang sangat cute, manisnya" gumaman dari sipengunjung malah memperparah rona merah diwajah keduanya.
"A-ayo jalan lagi" ajak Nando gagap yang diangguki Aretha.
Hari itu menjadi hari yang penuh kenangan untuk Nando dan Aretha, berkecan dengan orang yang berharga ditempat yang tak kalah asiknya dengan tempat kencan biasanya, ahhh mana mungkin Nando dan Aretha melupakan hari itu.
Itu akan menjadi sejarah untuk mereka, bagi Aretha dan Nando yang sama - sama memendam perasaan, berkencan di akuarium saat itu, sudah cukup membahagiakan hati mereka yang tidak bisa m mengutarakan perasaan masing - masing.
Mereka hanya takut jika persahabatan yang terjalin akan hancur jika ada cinta diantara mereka, padahal mereka tidak tahu bagai mana takdir mempersatukan mereka setelah dewasa.
****
"Kau ingat dulu kita pertama kali kencan?" tanya Nando saat menggandeng tangan Aretha berjalan menyusuri akuarium.
"Tentu saja aku ingat, tak pernah bisa ku lupakan masa itu, walau kita berkencan hanya sekali, setelahnya kau pergi dengan yang lain" ucap Aretha menjawab pertanyaan Nando.
"Bukankah dulu kau juga melakukan hal yang sama", ungkap Nando yang mendapat kekehan dari Aretha.
"Ya kau benar" jawab Aretha.
"Kau tahu, saat aku mengajak Davin kesini, rasanya tidak sama" tutur Aretha mulai bercerita.
"Maksudnya tidak sama?" tanya Nando tak mengerti.
"Tidak seperti saat aku bersama dengan mu, rasanya ada yang menggelitik hati saat itu, dan debaran jantung ku berbeda, padahal saat itu aku tengah berkencan juga dengan Davin yang saat itu pacar ku, tapi rasanya lebih menyenangkan saat berkencan dengan sahabat ku sendiri.
"Hahaha" Nando menanggapinya dengan tawa, setelahnya mengacak rambut gadis yang tetap mungil itu, walau tahun sudah lama berlalu tetap saja gadis itu masih mungil dan semakin terlihat manis dan menggemaskan..
"Kau tahu betapa gugupnya aku saat itu!" ungkap Nando, yang mendapatkan senyum diwajah mungil itu.
"Ak-"
"Mamah" panggilan dari sikecil membuat Aretha tak melanjutkan kata - katanya.
"iya sayang mamah coming" ucap Aretha, sambil menarik Nando kearah sikecil.
"Mamah lihat ikan buntal" tunjuk sikecil.
"lucu sekali" tambah sikecil sambil menempelkan kedua telapak tangannya ke kaca akuarium dan mendekatkan wajahnya lantas menggembungkan pipinya yang gembul itu seperti ikan buntal yang ada dihadapannya.
"Hahahaha" Nando tidak bisa tidak untuk tertawa melihat kelakuan sang anak, "Persis seperti emaknya dulu", ucap Nando masih dengan tawanya.
Melihat hal itu membuat Aretha menggembungkan pipinya itu, "Kau masih saja mengejek ku" kesal Aretha bukannya merasa bersalah Nando justru kembali terbahak karna melihat kelakuan anak dan istrinya itu yang menurutnya menggemaskan.
Ahhhh Nando tak pernah menyangka jika sahabatnya, cinta pertamanya menjadi cinta terakhirnya, dan menjadi ibu dari anak - anaknya. Dunia benar - benar sempit, padahal sudah sekitar 7 tahun Nando hilang kontak dengannya, dan mereka dipertemukan kembali diakuarium ini.
Selang satu tahun pertemuan mereka Nando memutuskan untuk melamar Aretha ditempat pertama kali mereka berkencan tanpa status itu, ahhhh akuarium adalah penampungan kenangan untuk mereka berdua.
Banyak kenangan manis yang terjadi diakuarium ini menurut Nando tentunya bersama dengan gadis yang 5 tahun lalu telah menjadi istrinya.
"Dulu kita kemari untuk berkencan, setelah 7 tahun hilang kontak kita dipertemukan di sini, selang satu tahun pertemuan itu kau melamar ku disini, dan kita kembali kesini dengan tujuan jalan - jalan bersama dengan Nare, sepertinya akuarium ini mengikat kita" ucap Aretha.
"Entah akuarium ini yang mengikat kita, atau memang jalan takdir kita yang unik sayang, walau demikian aku bersyukur Karena kamulah orangnya" ucap Nando sambil mencium telapak tangan sang istri, dan mengecup lama kening gadis itu.
"Male, Juda inin ditium" keluh si kecil yang merasa terabaikan oleh kedua orang tuanya
"Hahaha . jagoan papa juga ingin dicium?", tanya Nando yang mendapat anggukan dari si kecil, bukannya menciumnya Nando malah mengunyel - ngunyel sang anak saking gemasnya, membuat si kecil memberenggut kesal, Aretha hanya bisa tersenyum saja melihat kedua lelaki terpentingnya.
'Ahhhh semoga selalu ada tawa dalam kehidupa kita' ....