Kata orang cinta itu butuh pengorbanan, cinta itu butuh perjuangkan dan cinta juga butuh kepastian.
Kalau kata temen ku cinta beda kota itu menyakitkan, cinta terbentang jarak itu juga menyakitkan. Kata mereka, rasanya sakit sekali harus berada jauh dari orang yang mereka cintai.
Kata temanku juga, cinta beda kasta itu tak kalah menyakitkan apalagi jika sudah mendapatkan pertentangan dengan keluarga. Lalu setelah nya ada cinta beda Agama yang memang sudah sangat sulit untuk di satukan.
Mendengar perkataan mereka satu-persatu membuat ku lantas berpikir. 'Lalu bagaimana dengan ku yang adalah seorang Kpoppers?'
Cinta dengan pengorbanan sudah pasti aku lakukan, meski hanya berkorban waktu dan tenaga. Setiap saat belajar bahasa setiap negara hanya untuk memahami apa yang ia katakan, belajar menyanyikan sebuah lagu darinya yang bahkan belum aku ketahui maknanya. Lalu setiap malam aku selalu memanjatkan do'a untuk nya, apakah itu bukan sebuah pengorbanan dan perjuangan namanya?.
Dan untuk soal terhalang jarak, apakah jarak Indonesia dan Korea Selatan belum cukup jauh untuk ku merasakan sakitnya?. Masih mending jika orang yang kalian sayang juga menyayangi kalian, lalu aku? kami?. Dia tahu kami ada saja tidak, tapi meski begitu aku tetap senang karena dia tahu bahwa memiliki fans dan aku juga termasuk salah satunya.
Lalu soal cinta beda kasta dan Agama. Tentu saja kasta kami sangat berbeda, bagaikan dia berada di atas langit tertinggi sedangkan aku berada di dasar bumi. Soal beda agama, mohon maaf. Salibnya dan Al-qur'an ku tak mungkin bisa menyatu. Apalagi jika dia adalah sosok yang tidak memiliki agama, sudah pasti keluarga tak akan memberikan restunya.
𝘋𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢 '𝘗𝘦𝘳𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘵𝘢𝘩𝘶𝘪 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘪' '𝘑𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘧𝘦𝘯𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘦𝘥𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘨𝘶𝘮𝘪𝘯𝘺𝘢, 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘬𝘢𝘨𝘶𝘮 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢'
Kalian tahu apa yang hati ku katakan saat mendengar nya?. Hati berkata aku tahu itu semua, aku tahu dia tidak menyadari keberadaan ku di dunia ini, aku juga tahu jika batasan ku hanya seorang fens yang hanya boleh mengaguminya tidak lebih. Tapi bagaimana lagi jika perasaan ini sudah terlalu dalam menyelam?, Aku tidak memaksakan jika dia harus menjadi milikku, cukup aku mencintainya saja. Karena aku tidak mengharapkan sesuatu yang lebih, karena berharap hanya akan menyakiti ku jika itu tak tercapai.
𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙘𝙖, 𝙨𝙚𝙟𝙪𝙟𝙪𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙣𝙞 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙨𝙞𝙧𝙖𝙩 𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙠𝙠𝙪. 𝙏𝙖𝙠 𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙨𝙪𝙙 𝙖𝙥𝙖, 𝙖𝙠𝙪 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙪𝙩𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙞𝙨𝙞 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙨𝙪𝙠 𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖.