“Mayat di sembunyikan dalam kuburan“
“Pohon di sembunyikan dalam hutan“
Tidak ada bedanya dengan kita yang selalu bersembunyi di balik wajah yang bertopeng untuk menutupi segala hal yang tidak ingin terlihat oleh orang lain.
•Munafik kata yang sering kita dengar jika berinteraksi dalam lingkungan skala besar orang yang menampakkan sesuatu yang sejalan dengan kebenaran di depan orang banyak, padahal kondisi batinnya atau perbuatan yang sebenarnya tidak demikian.
Orang yang munafik lebih menonjolkan kebaikan sifat yang manis seperti kucing yang mengeong di bawah kaki meminta untuk di elus dibandingkan dengan sisi buruknya.
Bagi yang memiliki hal ini sungguh sangat mengerikan cenderung dia ingkar janji pada diri sendiri apalagi ke semua orang, selalu ingin menang sendiri, perkataannya selalu dicampur dengan dusta, khianat berlaku curang untuk mendapatkan yang dia inginkan hanya ingin mendapatkan pujian dari jerih payah yang kosong.
“Pengakuan dengan lidah dan pengingkaran dengan hati“
•Topeng perilakunya hampir mirip dengan seorang munafik tetapi topeng lebih baik darinya, setiap manusia mempunyai topeng ketika beranjak dewasa dan mengerti dengan keadaan sosial.
Topeng ini bisa berguna jika kita gunakan dengan baik, topeng ini juga muncul dari kepribadian kita. Kepribadian adalah konsep yang cair dia bisa berubah bentuk sesuai tempatnya kita perlu mengadopsinya atau mengeliminasi sesuai kebutuhan.
Orang Jepang percaya manusia mempunyai 3 topeng, yang pertama di tunjukan untuk dunia, yang kedua untuk teman kerabat keluarga terdekat dan yang ketiga hanya untuk kita sendiri karena itu wujud sesungguhnya.
Seluruh dunia pasti memakai benda tak berwujud itu untuk menutupi perasaan yang sebenarnya. Topeng juga di gunakan sebagai mekanisme pertahanan diri untuk bertahan hidup di dunia yang tampak kejam bagi orang moderat kebawah.
Topeng emosional sering di gunakan karena jika menampilkan wujud kita akan ditolak dan ditindas maka dari itu memasang wajah prihatin untuk mengundang perhatian sudahlah wajar.
Topeng itu sendiri melindungi kita dari niat orang yang tidak baik, kita tidak mungkin terus menerus menyikapi semua orang lain dengan baik adakalanya kita harus menghindar dan bersikap tegas. Menyembunyikan rasa sedih, takut dan gelisah di balik senyuman agar orang merasa nyaman berada dekat kita. Terutama wanita yang selalu mengoceh di hadapan budak agar di kasihani dan di hargai tetapi dia juga memasang harga mahal dan mempunyai derajat yang tinggi.
Tidak masalah jika kita menggunakan itu di bandingkan menjadi orang yang munafik akan tetapi jika kita terus menerus menggunakan "Topeng" Bisa sangat berbahaya bagi diri kita contohnya:
~Pengendalian, topeng yang kita pakai bisa saja mengendalikan kita tanpa sadar bahkan orang lain juga di paksa menuruti semua perintah yang kita ucapkan agar terhindar dari pengkhianat yang keji.
~Ketergantungan, rasa sakit dari hati yang terluka membuat penggunanya menjadi lebih waspada dan tidak serius mengikat tali penghubung selalu ada jarak dari orang karena penggunanya terlalu bergantung dengan topeng tersebut yang membuat dia akan merasa kesepian karena tidak percaya pada siapapun.
~Pelarian, seperti yang sebelumnya di sampaikan pelarian dari pusat perhatian dan menolak segalanya lebih suka menyendiri, menghindari segala penderitaan dan lebih mengambil jalan tanpa resiko di perlukan topeng untuk menutupi wajah tersebut.
Kita tidak bisa selalu berlari adakalanya kita harus beristirahat sejenak untuk melanjutkan perjalanan apa salahnya jika berjalan lebih tidak memerlukan tenaga yang besar.
***