Waktu kecil saat orang tua ku keluar rumah untuk membeli lauk makan malam, aku duduk di kursi depan tv. Tapi suasana rumah tiba-tiba menjadi mencekam. Entah mengapa saat itu seperti ada yang meniup leher ku di belakang. Tapi aku tak menghiraukan, ku lanjutkan tontonan ku di tv, itu hanya berlangsung selama beberapa detik, krna tiba tiba terdengar suara aneh-aneh di halaman rumah. Tentu saja sebagai anak kecil kita memiliki rasa penasaran yang tinggi. Aku kemudian menoleh ke arah jendela yang memperlihatkan halaman rumah, terlihat seorang lelaki yang tengah menatap ku dengan tatapan yang tajam, ia berjalan ke arah ku, ia semakin cepat, ingin rasanya aku bergerak dan berteriak meminta tolong namun mulut ku terasa terkunci dan tubuhku terasa berat. Kini jarak antara aku dan laki laki itu hanya tersisa 3 langkah, nafas ku semakin tidak teratur, aku menutup mata berharap ini semua hanya sebuah mimpi. Saat menutup mata aku merasakan suara nafas seseorang dengan cepat aku membuka mata, degg jantungku berhenti sesaat, nafas ku semakin tidak teratur dan mata ku melotot melihat lelaki itu kini berada tepat di hadapan ku. Mata merahnya menatap mata ku yang kini telah mengeluarkan air, ia tersenyum puas melihat segala ketakutan yang ada di wajah ku. Pandangan ku mulai kabur dan brukk aku terjatuh di lantai.
Saat tersadar dan membuka mata aku melihat dengan wajah orang tuaku dengan samat samar. Mereka menatap ku dengan sendu dan bertanya mengapa aku bisa terjatuh di lantai. Aku tak bisa menjawab pertanyaan mereka, otakku masih memikirkan kejadian tadi dan tubuhku masih merasa syok akan kejadian itu. Untuk memastikan kejadian itu aku melihat halaman rumah melalui jendela kamar ku, ternyata lelaki itu masih berdiri disana, setelah kami berkontak mata ia berbalik arah kemudian beranjak pergi dari halaman rumah ku. Dan hal yang paling membuat ku bingung dan tidak dapat melupakan kejadian ini adalah karna saat Lelaki itu pergi, dari pantulan cermin kulihat orang tua ku sedang bertatapan dengan senyuman yang mengembang di wajahnya