Saat aku pulang sekolah aku melihat ibu ku bermain dengan lelaki laki lain dan dng secepat mungkin aku memberi tahu ayah tapi saat aku ingin beritau ayah aku ketahuan oleh ibu ku dan akun di pukul sampai sebalah mataku rusak . Ibu ku nyuruh ku berbelanja di pasar membeli bahan untuk memasak di saat aku meminta unga ke ibu dia berkata . Ibu;pake saja unga mu,kmu cuma bisa meminta dan tidak bisa membalas kebaikan ku kpd mu,dan sekarang kau harah aku memberikan unga jng harap pake saja unga atau jng makan sampai minggu dpn.Aku pun berangkat ke pasar dan di tengah jln unga ku di ambil oleh sekumpulan preman aku pun pulang dng menangis dan ibu ku bertanya dmn bahan cepat masak aku sdh lapar aku pun berkata ibu unga ku di ambil oleh para preman di jalan saat aku ingin berbelanja di pasar jd aku tidak bisa berbelanja {sambil menangis} ibu maaf kn aku bu maaf.Dan di waktu yg sama ayah ku pulang dan ibu ku berkat kpd ayah klau aku hanya menghambur kan unga dan tidak ingin berbelanja bahan dapur ayah ku ygvmendarnya pun marah tampa ingin dengar penjelasan ku dulu aku di pukul habihabisan dan di kurung di gudang tanpa di beri makan aku pun menangis dan berbicara aku sudah tadak sanggup akun mendengar bisakan yg berkata bunuh lah dan kau kan bebas bunuh kedua orang tua mu dan kau akan bebas aku pun tampa berpikir panjang melihat ada kapak di sebalah ku dan aku pun berusah membuka pintu gudang dan berhasil setelah ku keluar aku pun segara kerumah dan melihat kedua orang tua ku sedang bersenang senang menghambur unga ayah berkata bagai mana kau keluar dn jg taroh kmbali kapak yg ada di tangan mu itu cepat aku pun tertawa terbahak bahak mengar apa yg ayah katakan aku maju langkah demi selangkah sambil membawa kapak yg di tangan ku ibu berkata apa yg kau lakukan cpt taroh kapang mu aku tak mendengar ap yg mereka katakan aku hanya mendengar suara bunuh dan kau bebas bunuh lah dan di situh aku langsung menyerang mrk tampa berpikir panjang dan memotang kedua tangan ayah dan ibu meraka bertiriank tlng ampuni km tapi aku tang mendengar dan terub melangkah maju dan aku pun menyicak tubuh mrk sambil tertawa dan mengeluarkan air mata ku.