Aku tidak tau apakah ini keputusan tepat atau tidak
Aku benar benar lelah, Tuhan.
Semakin hari, semua semakin berubah. Semakin jauh, semakin aku tidak dapat mengerti apa yang ada dibenaknya. Begitulah sebaliknya, ntah aku yang terlalu egois, atau dia yang kadang tak dapat memahami mau ku.
Jika mereka bilang "Lebih baik memperbaiki ribuan kali dengannya, daripada memulai dengan orang baru," tapi menurutku, "untuk apa memperbaiki ribuan kali, jika sebentar saja kembali sakit, untuk apa jika tidak dapat saling memahami keinginan satu sama lain"
Aku merindukannya, tapi bukan dia yang sekarang. Lebih tepatnya, aku merindukan sosoknya yang dulu. Kalau Tuhan mau mengabulkan permintaanku, maka aku akan meminta untuk kembali dimasa saat dimana kami pertama Pdkt, rasanya tidak sesakit sekarang :)
Semakin hari, semakin dia tidak bisa memahami hatiku, aku pikir karena dia telah berkali gonta ganti pasangan, mungkin dia bisa memahami maunya wanita. Tapi ternyata tidak, aku ga ngerti ntah kenapa harus kayagini.
Apakah kau tau, aku begitu mencintaimu. Setiap detik yang kulalui tanpamu terasa seolah aku telah kehilanganmu.
Aku selalu mencintaimu dengan ketulusanku dibalik luka besar yang telah terukir ini. Menerimamu atas segala kekurangan yang kau punya adalah hal terhebat di lembaran hidupku. Aku harap sebaliknya juga begitu ya:)
Maaf jika aku adalah wanita terburuk yang pernah kau temui. Perempuan yang setiap malam menangis dan menyusahkan mu selalu. Tapi mungkin nanti, aku tidak akan menyusahkan mu lagi :)
Apakah kau tau, disini, ribuan kilometer dari mu, aku selalu memikirkan mu, aku selalu setia mengkhawatirkan dirimu, meski kedengerannya sangat posesif dan egois.
Tapi maaf jika aku harus mengakhiri, karena mereka bilang, "titik tertinggi mencintai adalah melepaskan" dan aku pikir memang begitu adanya :)
Sebenarnya aku tidak bisa, tapi aku juga kasihan pada diriku, aku tidak mau membuat diriku semakin sakit.
Apakah kau tau, namamu selalu kusematkan dalam doaku, tak peduli apakah kita bisa kembali bersama atau tidak.
Dan jika kita akan kembali bersama, tolong bantu aku untuk menguatkan perasaan ini lagi ya, karena takutnya seiring berjalannya waktu, perasaan ini semakin memudar :)
Mungkin aku akan membatasi diriku atas dirimu.
Jadi, kedepannya kamu kuat kuat ya, masa depanmu masih panjang. Semangat kerjanya, ingat, banyak mulut harus dibungkam dengan suksesnya dirimu :)
Jangan nangis, cengeng
hehehe 😗