"Terima kasih ya, karena tadi sudah membantuku." ucapku pada seorang laki-laki bertubuh tinggi, memakai pakaian dan helm yang serba hitam.
"Sama-sama. Tapi, apa yang kau lakukan malam-malam begini? Sangat berbahaya bagi seorang gadis sepertimu." ucapnya tanpa membuka kaca penutup helmnya.
"Aku.. Aku baru pulang dari bekerja paruh waktu." jawabku sembari sedikit menunduk.
"Kenapa kau bekerja paruh waktu?"
"Untuk dapat membayar biaya les-ku."
"Ooh, tapi sebaiknya kau jangan lagi melewati gang itu sendirian. Sangat berbahaya. Di sana banyak orang-orang berandalan." ucapnya memperingatkan.
"B-baik. Umm.. kalau boleh tau, siapa namamu?" dengan sedikit keberanian, aku pun bertanya padanya. Pasalnya sedari tadi, dia belum sama sekali menunjukkan wajahnya.
"Namaku? Kenapa kau ingin tau?" dia malah balik bertanya sembari duduk di atas jok motor sport miliknya yang berwarna hitam polos.
"Supaya suatu saat nanti, aku bisa membalas kebaikanmu. Hari ini, kau benar-benar menyelamatkan aku. Kalau kau tidak muncul, entah apa yang akan terjadi padaku." ucapku memberikan alasan. Sedangkan sepertinya dia menatapku dengan datar.
"Kau sendiri, siapa namamu?" sembari turun dari motornya, dia bertanya lagi.
"A-aku.. Namaku Park Young-Bi." jawabku dengan sedikit malu dan menundukkan pandanganku. Entah kenapa, hal ini pun terjadi. Padahal tadi baik-baik saja.
Dia melangkahkan kakinya ke arahku. Dengan ragu, aku sedikit mendongakkan kepalaku. Ku lihat, dia mulai melepaskan pengancing helmnya, dan kemudian melepas helmnya.
Begitu terkejutnya diriku melihatnya. Seorang laki-laki tampan berusia sekitar dua puluh tahun, berkulit putih pucat, matanya agak sipit, wajah tirus, serta rambutnya yang agak acak-acakan.
"Namaku Song Hyun-Ki, seorang Ghost Rider." ucapnya sembari tersenyum tipis. Aku masih belum percaya dengan apa yang kulihat. Tunggu, apa dia bilang?
"Apa? Ghost Rider? Tidak mungkin.." aku menatapnya heran. Hal seperti itu mana ada.
"Kamu.. Tidak percaya? Lihat, aku tidak punya bayangan." ucapnya seraya melepas sarung tangannya, kemudian membiarkan tangannya terkena cahaya bulan purnama. Benar-benar tidak ada bayangannya! Bagaimana mungkin?!
Sontak, aku melangkah mundur. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Dia benar-benar hantu?! Dan saat itu pula, dia memegang kedua bahuku. Dia menatapku.
Aku mengalihkan pandanganku supaya tidak bertatap mata dengannya. Jantungku berdegup kencang, mungkin karena laki-laki di depanku itu adalah hantu. Aku takut jika suatu saat, dia akan memakanku.
"Lihat ke sini.." ucapnya pelan. Perlahan tapi pasti, aku memberanikan diri menatap bola matanya yang berwarna merah gelap.
Sedikit-sedikit aku memundurkan wajahku ketika dia mendekatkan wajahnya. Hingga dia menyadari apa yang aku lakukan, dia langsung menahannya dengan memegang tengkuk leherku, dan pada akhirnya, bibir kami bersentuhan.
Aku memejamkan mataku, tak berani melihat. Tidak! Ciuman pertamaku diambil hantu. Tapi, kenapa perasaan aneh muncul saat ini?
Aku menyerah dengannya. Membiarkannya begitu saja. Lama-kelamaan, aku pun menikmatinya. Hangat. Bahkan ketika tubuh kami terkena terpaan angin malam sekalipun, rasanya tetap hangat.
Hingga, dia melepaskan ciumannya setelah dia merasa aku mulai tak bisa bernapas. Dan benar saja.
Hosh! Hosh! Hosh!
Aku mencoba meraup oksigen sebanyak-banyaknya untuk dapat bernapas dengan normal kembali. Meskipun nyaman, tapi rasanya sesak dan tak bisa bernapas.
Lima detik kemudian, dia kembali menyerangku, seperti tadi. Tapi kali ini aku tak akan diam saja. Aku membalasnya.
Aku melingkarkan tanganku di lehernya dan sedikit berjinjit. Seperti ini lebih nyaman. Dia juga memeluk pinggangku. Semoga tidak ada orang yang melihat.
Kejadian ini berlangsung selama tiga puluh detik, lebih lama dari yang tadi. Apakah bisa lebih lama lagi? Kalau dia siih bisa saja, dia kan tidak bernapas, jadi tidak masalah.
"Young-Bi.." dia memanggil namaku setelah melepaskan aku.
"Iya?"
"Maukah kamu ikut denganku?"
"Ke mana?"
"Alam ghaib."
Apa yang dia katakan? Alam ghaib? Aku tidak menjawab pertanyaannya. Dia mengambil ciuman pertamaku tanpa izin, dan kemudian mengajakku ke alam ghaib? Yang benar saja?!
----------
Terima kasih sudah membaca cerpen Nino.
Mungkin kurang berkesan, yah kan Nino belum pernah. Cuma tau dari drama, komik, ataupun diceritakan di novel sahaja. Di dunia nyata, belum waktunya.
Jangan lupa like kalau kalian suka, dan kasih komen buat Nino ya!