Gelap gulita, di tengah badai emosi, kau tiada pernah berhenti. Sudah ke seribu kali, kapal karam di tepi kalbu. Mencoba, gagal. Fase bulan transisi antara malam dan pagi. Masa remang-remang. Angin membawanya gusar, tak tahu arah. Akankah hal terjadi sedia kala? Aku takut, semua hanya roda kehidupan. Serumit roda jam yang tak bisa diputar. Jam pasir melenyapkan jiwa, sampai hilang semua isinya.
Andai kau tahu, semua itu. Andai kau tahu, rasa itu. Menderitapun sebuah bentuk penyesalan yang dalam. Tak henti menangis, tanpa air mata. Meringkuk bak menunggu ajal, terlalu berlebihan.
Angan beribu, berjuta ujung. Tak berujung, akankah dapat dilalui? Entah, roda berputar layaknya tanpa dosa memberikan harapan, harapan palsu yang menyesatkan. Kemudian hati bak sedia kala, termengadah, masa pergantian antara subuh dan pagi. Antara siang dan malam, larut dalam jiwa, jiwa yang terombang-ambing tak tentu.
Tanpa penumpang, tanpa nahkoda. Semua tenggelam, karam. Namun, badai akan berlalu, kapal-kapal menyapa ombak kembali. Semua hanya ingatan kenangan masa lalu, yang dikenang seumur hidup.
***
Terima kasih sudah mampir 🙏🏻