"Prang.. "
Suara sebuah album foto yang dilapisi kaca tipis itu terjatuh saat aku melewati dingding yang bercat biru muda cerah itu.Aku segera membungkuk dan mengambil album itu,saat kulihat wajah yang kian ku nantikan membuat emosionalku agak terganggu.
Sudah bertahun tahun lamanya aku menunggu sebuah kepastian yang tak kunjung ada pembuktian.Harapan yang selalu diberikan dengan sebuah ikatan janji namun tak kunjung ada bukti.Aku bersabar terus bersabar dan terus bertahan dalam api kesengsaraan.
Apakah kamu tahu?!
Aku begitu lelah!!
Lelah dengan sebuah janji tanpa bukti!
Muak dengan penantian tanpa kepastian!
Aku kecewa dengan mulut manismu!
Kamu bilang kamu akan datang menjemputku dan hidup tenang tentram bersamaku! Dimana mulut permen mu yang dulu!? Setelah kamu merenggut apa yang aku punya dan menggantikannya dengan sebuah janji diriku jadi hampa!Aku lelah dengan kebohongan kamu!Aku benci padamu...
Bahkan jika aku menanti dirimu sampai jiwa ini mati kamu tak akan pernah datang dan membawa sebuah cincin untuk bukti.Ya!Ini salahku terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak bisa aku gapai!Memang benar untuk memilikimu itu tak akan pernah terjadi!
Aku terlalu memandang tinggi pada diriku sendiri yang dulu bisa meluluhkan hati besi dan sikap dinginmu itu.Aku gagal!Aku gagal untuk bisa mencapai pembuktian bahwa kamu mencintaiku!
Dan pada akhirnya sebuah penantian ini diakhiri dengan sebuah penyesalan dan kekecewaan yang berlebihan.