Aku berjalan perlahan kearah dimana ada suara air yang bergemiricik rasanya begitu tenang alunan melodi dari suara kicauan burung menambah suasana khas alam semesta.Aku merebahkan diri diatas rumput yang hijau ku biarkan badan ini dibasahi oleh gemericik air yang menyembur perlahan ke sisi rumput.Aku melihat keatas langit yang baru terbit warna biru cerah yang menambah sensasi tersendiri terhampar luas diatas sana.
Aku melihat awan yang berbentuk wajah seseorang yah.. wajah yang mengingatkan aku pada seseorang yang begitu aku cintai namun juga aku benci.Setiap kali aku didekatnya itu akan menjadi waktu yang sebentar dan menyakitkan namun ketika jauh waktu itu seakan lama dan lambat namun itu sangat menyenangkan ya... dia selalu merindukanku disaat jauh.
Tak terasa menghabiskan waktu beberapa saat hanya untuk termenung,air mata ku jatuh satu persatu ratusan bahkan ribuan tak terhitung.Aku merasa waktu sangat mendesakku mendesak untuk segera beralih posisi dan mendesakku ke waktu yang terasa lebih perih dan menyakitkan.
Aku selalu berpikir dia adalah anugerah terindah yang pernah aku miliki tapi disisi lain waktu berkata lain waktu berkata dia adalah duri yang berbentuk indah dan dapat melukaiku kapan saja.Sungguh aku dilema dengan seiring waktu berjalan perlahan berputar seperti jarum jam yang terus berdetak pelan pelan.
Aku lelah sangat lelah tapi akhirnya aku melihat cahaya indah yang terang dengan awan awan putih yang menghiasi.Akhirnya aku tertidur lelap dipangkuan alam tanpa harus berjuang dan melawan waktu lagi.
Selamat tinggal waktu.