Dunia sedang dalam kondisi kritis. Iklim yang semakin memburuk menyebabkan bongkahan es sebesar monumen pizza mencair, dan banyaknya kepunahan massal terjadi pada hewan yang di lindungi.
Pada saat itu manusia menduduki klasemen tertingi pada rantai makanan. Semua yang berkaitan dengan alam sudah di geruk dan di kelola dengan kerakusan dan ketamakan mereka.
Alam perlahan terkikis dan menangis menjerit melihat dirinya di rusak oleh tangan tak bertanggung jawab. Teknologi semakin maju dan berkembang, banyak bencana alam yang sudah bisa terdeteksi oleh kemajuan teknologi tersebut.
Kita bahkan bisa melihat dari belahan bumi utara sampai ke selatan semua dihiasi dengan pernak-pernik lampu pabrik dan gedung pencakar langit.
Di pagi hari sinar matahari yang biasanya menjadi sumber energi untuk semua aspek kehidupan telah tergantikan dengan alat canggih yang bisa mengatur semua yang dibutuhkan. Contohnya alat pengatur suhu luar ruangan yang bisa merubah temperatur suhu dengan sangat efesien, dalam artian semua musim bisa diatur hanya menggunakan sebuah alat. Alat itu secara otomatis ber operasi menyesuaikan musim apa yang sedang terjadi di lingkungan sekitar, jika musim dingin maka akan terasa hangat dan sebaliknya, Canggih bukan?.
Pada saat itu semua orang berlomba membuat gedung-gedung yang membuat permukaan darat seperti tertutup oleh dinding beton sejauh mata memandang. Tanpa terpaan cahaya dan angin alami, manusia terus menerus meningkatkan negaranya dengan cara yang kurang bijak. Kemajuan IPTEK dan ilmu kesehatan telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi, bahkan virus corona yang sempat menjadi momok sejarah kelam cuma dianggap sebagai flu biasa.
Bumi telah melewati sekitar 4,54 miliar tahun yang lalu melalui akresi dari nebula matahari.
Sekarang puluhan tambang minyak telah berubah menjadi industri pokok setiap negara. Punahnya hewan konsumsi seperti ayam, sapi, kambing dan sejenisnya telah tergantikan dengan daging sintesis. Semua negara dari penjuru dunia telah merubah pola pikirnya dengan siapa cepat dia akan dapat, yang menghasilkan perebutan sumber daya dan beberapa konflik di berbagai daerah.
Ratusan juta.. bahkan puluhan juta.. warga sipil hanya dimanfaatkan jasanya sebagai tonggak berdirinya suatu negara. Semua negara merebutkan posisi terbaik tanpa pikir panjang mereka telah merusak alam. Alam sudah tua dan lelah dengan mahluk bertulang belakang yang lupa akan jati dirinya, bahwa alam lah yang merawatnya jauh-jauh hari sebelum mereka berkembang. Namun apa balasannya?. Mereka telah dibutakan oleh kekayaan, kekuasaan, dan gengsi.
Tepat pada 31 Desember 2088. Semua negera telah bersiap menyambut datangnya pergantian tahun, mereka berlomba membuat kembang api dengan kualitas ledakan tinggi dan corak warna yang menarik.
Jam menunjukan pukul 00:00 AM Kembang api siap diluncurkan dilangit cakrawala, suara riuh gemuruh warga kota mengiringi malam yang cerah tak berawan.
Pukul 00:10 AM beberapa kembang api telah berhasil diluncurkan. Namun bukan kembang api yang menghiasi langit-langit kota melainkan itu adalah sebuah nuklir, yang disiapkan untuk memborbardir beberapa negara yang menjadi target perkumpulan gelap. Belum ada yang menyadari akan kedatangan benda pemusnah massal tersebut. Setelah menghujani langit turunlah satu buah nuklir yang menghantam tepat di atas monumen yang menyebabkan gelombang kejut dan getaran yang sangat dahsyat.
00:45 AM beberapa orang menyadari hasil dari ledakan tersebut dan tampak dari kejauhan seperti sebuah asap hitam berbentuk menyerupai jamur yang membumbung tinggi. Namun semua itu sudah terlambat!, bom dengan berat berpuluh-puluh ton telah mendarat tepat di pusat kota dan menyebabkan tragedi yang luar biasa mengerikan!
Berawal pesta penyambutan akhir tahun, kini telah berubah layaknya medan pertempuran. Semua warga dialokasikan untuk segera mengungsi di tempat bunker bawah tanah, namun semua itu sia-sia. Bom susulan telah diterbangkan lagi seperti meteor yang memiliki ekor cantiknya. Biasanya kita akan memanjatkan sebuah harapan tapi saat itu bukanlah sebuah harapan melainkan adalah sebuah awal baru dari kehancuran umat manusia.
***
Lanjut part 2
Terimakasih banyak sudah membaca! semoga kita semua selalu menjadi orang yang lebih bijak dalam mengambil setiap keputusan.
Salam hangat setyandra^^