Di sebuah kampus ternama, lima orang mahasiswa sedang berkumpul di salah satu ruangan. mereka akan merencanakan sebuah kegiatan spotting pesawat dan pemandangan di Desa Warung Mangga, kampung halaman salah satu mahasiswa itu.
"Jadinya ini mau kemana??" tanya Agung Pratama Andriansyah atau biasa disebut Udin.
Fachrul menjawab, "Yaudah, ke kampung Warung Mangga saja. disana ada spot yang bagus untuk spotting pesawat dan pemandangan."
Udin bertanya pada temannya, "Bagaimana jadinya kawan kawan semuanya??"
"Yaudah, saya sih ikut aja.." jawab Arshaka Defrianto, atau biasa dipanggil orang orang dengan sebutan Asep.
Udin mengangguk, "Oke fiks, ke kampung Warung Mangga aja ya.."
"Iya.." jawab Fachrul dan anak anak lainnya.
Hari pun berlalu, saat hari sabtu mereka semua mulai start dari titik kumpul yaitu kampus tempat mereka berkuliah.
"Bagaimana?? siap??" tanya Udin.
Asep menjawab, "Sip, berangkat sekarang.."
Udin menancapkan gas motornya, diikuti oleh anak anak lainnya di belakang.
Selama perjalanan, Asep berada di paling depan karena ialah yang tahu dan paham soal daerah yang akan mereka kunjungi itu.
"Kita akan melintasi tanjakan, kalian semua harap fokus." perintah Asep.
Udin menyalip beberapa kendaraan di tanjakan itu, lalu Asep dan kawan kawannya masuk di sebuah desa di pinggiran kota itu.
"Selamat datang di Desa Wisata Warung Mangga.." tulis plang di desa itu.
Asep tiba di depan sebuah rumah bersama teman temannya, Fachrul yang sejak tadi memegang kamera pun memulai dokumentasi perjalanan itu.
"Oke gais, Assalamualaikum.. saat ini kami berada di Desa Warung Mangga, kami saat ini akan melakukan spotting di jalan Kamboja karena wilayah itulah yang akan menjadi lintasan pesawat terbang dari luar negeri." ucap Udin.
Fachrul berkata, "Cut!!! nanti lanjut lagi pas kalian live streaming jalan ke areal peesawahan untuk kegiatan intinya."
"Tapi hati hati, kalau ketemu orang sini kalian harus sopan." perintah Udin.
Asep menjawab, "Aman.."
Udin dan teman temannya memulai perjalanan untuk spotting ke tempat spotting itu. yang sangat dekat sekali dengan gunung di sebelah utara.
"Oke gais, kita sekarang dalam perjalanan menuju sawah untuk spotting. lokasinya masih lumayan jauh, tapi lihatlah... cuacanya sangat cerah dan areal persawahan ini sangatlah hijau." Ucap Udin.
Setelah sampai di lokasi spotting, Udin dan kawan kawannya mengambil lokasi di beberapa tempat untuk spotting pesawat terbang itu.
"Di aplikasi sih masih jauh ya??" tanya Fachrul.
Udin menjawab, "Iya, tunggu saja..."
Fachrul menunggu selama beberapa saat, tak lama sebuah asap berwarna putih nampak muncul dari arah utara.
"Nah itu dia.."
"Oke ini pesawat Blue Sky Airlines, Contrailnya lumayan tebal. kini dia berada diatas Komplek Blok NK." jelas Udin.
"Hei!!!!!!"
Teriak seorang bapak....
Karena panik, Irsyad dan Kamal malah berlari dan membuat Fachrul, Asep dan Udin ikut panik. mereka ikut berlari menghindari kejaran pak Jemy, salah satu juragan tanah terkenal di wilayah itu.
"Cepat naik keatas motor!!" perintah Asep.
Anak anak mahasiswa itu pun naik keatas motor, lalu pergi menghindari kejaran pak Jemi yang kini bersama anak buahnya.
Dengan kecepatan maksimum, Asep dan kawan kawannya kabur dengan menggunakan motor. walaupun sebenarnya mereka tak melakukan kesalahan yang begitu berarti.
"Cepat Rul!!" perintah Udin.
"Iya sabar.." jawab Fachrul.
Cuaca mulai gelap dan rintik hujan mulai turun di tengah usaha perjuangan Udin CS untuk meloloskan diri dari juragan tanah itu.
"Hujan gais, bagaimana ini??" tanya Udin.
Asep berkata, "Kan udah saya bilang, kalau enggak ada apa apa jangan kabur!! gini kan akhirnya??" tanya Asep.
"Iya Maaf.." jawab Irsyad dan Kamal.
Karena hujan semakin besar, mereka pun memutuskan pulang ke rumah masing masing.
******
Tunggu Judul Selanjutnya besok!!🙏🙏