Disebuah kota yang menjadi pusat perdagangan dan teknologi antar benua. Yang dimiliki oleh seorang pengusaha, bernama marco afandi. Marco memiliki 9 orang putri yang begitu cantik.
Suatu hari marco merasa hidupnya sudah tak lama lagi. Ia berfikir untuk mewariskan hartanya kepada salah seorang putrinya. Marco kemudian menyusun sebuah permainan bernama labirin cermin. Dalam permainan ini, para putri akan dimasukkan di sebuah labirin cermin. Dan diujung labirin itu terdapat sebuah tugu yang bersinar. Jika ada putri yang berhasil melalui labirin cermin dan memecahkan teka teki yang ada pada tugu. Maka putri itu akan mendapatkan 60% harta warisan. Sedangkan yang tidak berhasil hanya mendapatkan 5% harta. Semua putri pun bersemangat memenangkan permainan itu.
1 jam berlalu tapi belum ada seorang putri pun yang berhasil melewati labirin cermin. Dan 3 orang putri telah menyerah. Sedangkan yang lain masih terus mencari jalan.
Dari 6 putri yang tersisa, terdapat putri bungsu. Yaitu putri rara. Putri rara sangat pintar, ia berhasil menemukan petunjuk melewati labirin cermin.
"Kata ayah jalan keluar labirin ini ada di ujung yang ada tugu bersinarnya. Jika begitu maka sinar itu akan memantul disetiap cermin dan itu bisa menunjukan jalan keluar." Gumam putri rara
Putri rara pun mengikuti pantulan sinar. Ada 4 putri yang mengikuti putri rara. Sedangkan putri pertama yaitu putri senja, ia juga berhasil menemukan petunjuk tanpa mengikuti rara.
Setelah setengah jam, keenam putri pun sampai di jalan keluar. Mereka berjalan menuju tugu. Dalam tugu itu terdapat tulisan "berbeda tapi sama. Selalu ada dalam hujan dan badai. Selalu ada dalam suram." Keenam putri pun mencoba untuk memecahkan teka teki itu. Dan akhirnya putri rara berhasil memecahkannya dengan menjawab persaudaraan. Putri rara pun mendapatkan harta warisan itu.