Aku memutuskan untuk pindah ke kota Jakarta setelah putus dari Miko,laki laki yang sudah aku pacari selama dua tahun terakhir.Semua aku lakukan agar aku bisa move on dan melupakan semua kenangan indah yang pernah kami lalui bersama.
Penyebab utama kandasnya hubungan kami adalah adanya orang ketiga.Tanpa sengaja,aku memergoki Miko tengah bercinta dengan Desi adik kandungku sendiri didalam kamar kontrakan nya.Hatiku hancur berkeping keping,rasa sakit mencengkram tubuhku kuat seolah ingin membunuhku secara perlahan.
Masih terekam jelas dalam ingatanku ekspresi wajah mereka saat aku menangkap basah kasus perselingkuhan itu.Miko yang bugil melompat dari kasur dan berlari kedalam kamar mandi,sementara Desi bersembunyi dibalik selembar selimut yang tebal.
"Apa apaan kalian?"Tanyaku sambil menangis.
"Ana,tolong dengarkan penjelasanku dulu?"Ucap Miko.
"Semuanya sudah jelas,apa yang mau dijelaskan?Kamu berselingkuh dengan adiku,bahkan sampai berbuat sejauh itu.Kalian berdua benar benar tidak tau malu,mulai sekarang aku mau kita putus"
"Kak,"panggil Desi.
"Diam kamu!!"Bentaku kasar.
Miko dan Desi,entah sejak kapan mereka bermain api di belakangku.Selama ini aku tidak pernah melihat gelagat aneh atau mencurigakan dari mereka berdua.Tapi ternyata,apa yang dilihat oleh mataku tidak sesuai dengan kenyataan.
Selama bersamaku,Miko sangat menjaga jarak aman.Paling hanya duduk berdampingan dan menggandeng tangan saat sedang jalan.Tapi dengan Desi?kenapa bisa sampai separah itu?
Gadis manja yang dulu sering bermain di pangkuanku ternyata sudah dewasa.Dia tumbuh menjadi gadis cantik yang pintar menggoda.Pelakor ulung bermuka polos.Belajar dari mana dia?Padahal seluruh anggota keluarga kami adalah orang baik baik.
Ah,sudah lah.Aku tak mau terus menerus menyalahkan orang lain.Mungkin Miko memang bukan jodohku,aku sangat berterimakasih pada Desi karena sudah merebut pria brengsek itu dariku.Agar Miko tidak melarikan diri dari tanggung jawabnya,aku terpaksa menceritakan peristiwa menyebalkan itu kepada kedua orangtuaku.
*****
Dua bulan berlalu setelah berita pernikahan Miko dan Desi,Ibu mengirim pesan singkat padaku kalau adiku sedang hamil.Aku ikut senang untuk mereka,meskipun sampai detik ini aku belum juga bisa melupakan kenangan ku bersama Miko.
Segalanya terlalu manis,terlalu indah.Kenapa sulit bagiku untuk move on sementara bagi orang lain move on itu semudah membalikan telapak tangan.Huh,sebel...sebel..sebellll...
Sore hari sepulang kerja,aku pergi kesalon kecantikan untuk memanjakan diri.Aku ingin tampil cantik dan fresh untuk menyambut calon pacar baru.Ya,walaupun belum kelihatan siapa orangnya.
Menjaga penampilan itu penting,karena bagi seorang pria menjadi wanita baik saja tidak cukup.Yang cantik saja masih bisa diselingkuhin apa lagi yang...(....)...kalian isi saja titik titik itu sendiri😅.
Seorang pegawai salon datang menghampiriku,dia membawa secangkir minuman gratis untuku.Aku tidak memperhatikan wajah pegawai pria itu karena asyik bermain hand phone,sampai sebuah kejadian kecil terjadi.
Pria itu tak sengaja menumpahkan minuman yang dibawanya hingga mengenai kemejaku.
"Mas,bisa hati hati tidak?"Ucapku dengan nada tinggi.
"Maaf mba,"Ucapnya.Aku menoleh kearahnya karena suaranya terdengar familiar ditelinga ku.
"Eh,Miko?"Aku kaget terheran heran.
"Ana?"
"Sedang apa kamu disini?"Tanyaku penasaran.
"Kerja,"Sahutnya.
"Kerja?sejak kapan?"Tanyaku kembali.
"Baru satu Minggu,bagaimana kabarmu?"
"Baik.Apa adiku ikut merantau bersamamu?"
"Tidak,aku memintanya untuk tetap tinggal dirumah bersama Ibumu.Ana,Aku sangat rindu padamu"
"Jangan gila,istrimu sedang hamil disana"Aku marah.Beberapa pengunjung salon mulai memperhatikan obrolan kami yang cukup ekstrim ini.
"Aku masih mencintaimu Ana,apa kamu mau memaafkan aku dan menerima aku kembali?"Tanya nya tanpa ekspresi rasa bersalah.Mungkin otaknya sudah rusak karena terlalu lama berselingkuh.
"Lalu,adiku mau kamu kemanakan?"
"Ana,aku.."
"Stttttt....Jangan berisik.Aku tidak mau mendengar omong kosong mu itu"Aku memotong omongan pria bermuka pas pasan itu secara paksa.
Bicara soal rindu,aku juga rindu.Tapi aku wanita baik baik yang memiliki kepribadian baik.Aku tidak mau menjadi perusak rumah tangga orang yang biasa disebut pelakor.Biarlah rindu terlarang ini aku pendam sendiri,nanti juga waktu akan datang untuk menghapusnya.Lagi pula,pria didunia ini bukan dia saja.
Aku bangkit dari tempat dudukku dan mengurungkan niatku untuk bersenang senang ditempat itu.Bagaimana aku bisa bersenang senang jika ada pria playboy disana?Aku memang masih mencintainya,tapi aku tidak mau kembali bersamanya.Terlebih,dia sudah menjadi suami adiku sendiri.
Seorang pria yang pernah berselingkuh pasti akan mengulanginya lagi suatu saat nanti.Karena selingkuh itu seperti menghisap n*rkotik*,bisa membuat penghisap ya kecanduan dan sulit untuk berhenti.