Hai semuanya aku adalah Key, aku murid di sebuah SMA, teman temanku memanggilku kutu buku karena aku selalu pergi ke perpustakaan di saat istirahat. ya aku memang suka membaca buku. Saat bel berbunyi aku pergi ke pojok lorong tempat yang luas juga di penuhi buku, ya itu adalah perpustakaan. Itu adalah surga bagi para kutu buku seperti ku.aku membaca buku hingga bel berbunyi.
Saat aku hendak kembali ke kelas aku melihat buku yang berdebu dan tua. Rasa penasaran membuatku meraih buku tersebut, dengan perasaan penasaran aku membuka buku itu. halaman pertama buku itu bertuliskan "anak laki-laki yang memiliki keberanian akan menyelamatkan empat golongan lainnya dari golongan Iblis".aku terheran-heran dengan tulisan itu, aku pun memutuskan untuk membuka halaman berikutnya, aku kaget karena halaman berikutnya kosong.
tanpa kusadari aku melewatkan beberapa menit pelajaran. Hei nak apa yang kau lakukan disini, kau sudah melewatkan beberapa menit pelajaran, teriak pak penjaga perpustakaan. Ah iya, aku akan kembali ke kelas pak, jawabku. Akupun mengembalikan buku itu ke rak seperti semula. Saat aku berdiri tiba-tiba buku itu bercahaya dan menarik ku ke sebuah dunia yang aneh.
Aku membuka mataku dan melihat sekeliling, diamana ini?, tanyaku dengan heran. Aku berdiri dan melihat buku yang ada di perpustakaan tadi. Saat aku menyentuh buku itu seketika aku mengetahui bahwa ada lima golongan di dunia ini. Lima golongan yaitu golongan kesatria, penyihir, monster, pemburu, dan iblis. Disini golongan yang membuat masalah adalah golongan iblis.
Tugasku sebagai anak laki-laki yang memiliki keberanian untuk menyelamatkan empat golongan lainnya dari golongan iblis seperti yang tertulis di buku tadi. Aku pun memutuskan untuk mengembara di dunia ini, aku mulai belajar sihir untuk melawan golongan iblis suatu hari nanti. Saat aku kelelahan aku terjatuh di tengah gurun, saat aku bangun aku berada di rumah salah satu golongan. Akhh, dimana aku ini, kataku yang baru bangun, kau ada di rumahku, jawab seseorang. Siapa kau? Kenapa kau membawaku kesini?, tanyaku, aku melihatmu terjatuh di gurun, jadi aku membawamu ke sini. Oh ya namaku mitsuji siapa namamu?, tanya orang tadi.
Aku Key, Terima kasih ya karena telah menolong ku, kataku. Tentu, apakah kau mau belajar sihir dengan ku? Tanya mitsuji, kau masih kecil tapi kenapa kau belajar sihir?Tanyaku. Sebenarnya, orang tuaku di hancurkan oleh golongan iblis, dan sekarang dia akan memulai perang, jawab Mitsuji dengan marah. Hm, kalau begitu aku akan ikut, aku akan membantu 4 golongan lainnya agar terlepas dari golongan iblis, kataku dengan semangat. Aku dan mitsuji pun semakin giat berlatih, kami juga kadang bermain agar kami bisa melupakan masa lalu yang kelam.
Ini adalah malam sebelum perang nya dimulai, aku dan mitsuji duduk di meja dan makan malam. Kakak Key, sebaiknya kakak tidak usah ikut perang, kata mitsuji. Memangnya kenapa aku tidak boleh ikut, setidaknya aku akan berguna disana, kataku. Kakak ini bukan berasal dari dunia ini kan, makanya kakak tidak perlu membela negeri ini, kata mitsuji. Semua golongan sudah siap mati di esok hari, termasuk aku, kata mitsuji. Ya, aku memang bukan dari dunia ini, tetapi setidaknya aku bisa membantu dunia ini, kataku dengan tegas.
Pagi hari di mesan perang, hari ini ke 4 golongan berkumpul untuk melawan golongan iblis. Sang Raja iblis kemudian datang dan langsung menghancurkan seluruh golongan penyihir. A-apa ini, kata golongan kesatria. Golongan pemburu tidak peduli dengan apa yang terjadi. mau mati sekarang, besok, atau tak pernah hidup yang penting bagi golongan pemburu adalah kemenangan. Golongan pemburu memberi semangat pada golongan lain dengan kata kata "hidup ini sangat keras, jadi lebih baik mati dengan melawan dari pada mati seperti tikus"
Mereka pun ter semangati dengan teriakan golongan pemburu. Mereka semua menyerang secara membabi buta. Tapi sayangnya itu tidak berpengaruh untuk raja iblis. Pada akhirnya yang lemah akan tetap lemah, kata raja iblis. Aku sudah tak tahu harus melakukan apa, pandangan ku kosong, aku hanya bisa berkata"maafkan aku semuanya ". Aku putus asa, aku memegang buku yang kutemukan di perpustakaan dan berkata kurasa bukan aku anak laki-laki memiliki keberanian.
Aku mulai memejamkan mataku dan tanpa kusadari mataku berubah menjadi biru, kekuatan dewa mengaliri ku, aku terbang dan berkata" sihir level 1, cahaya dari langit ", aku melancarkan serangan itu dan terjatuh. Aku melihat sang raja iblis telah binasa dan tangan kiri ku hancur. Dari seluruh golongan yang tersisa mereka berteriak" ternyata ramalannya benar, anak laki-laki yang memiliki keberanian akan menyelamatkan empat golongan lainnya dari golongan iblis "
Aku berdiri dan meneteskan sedikit air mata. Aku berhasil, gumamku
THE END