adikku bernama aulia pada suatu hari dia bercerita padaku tentang temannya yang bernama Nathalie. dia berkata Nathalie ada seorang anak yang berumur sekitar 7 tahun dan dia juga berkata bahwa temannya itu bukan berasal dari indonesia melainkan dari Belanda. adikku juga berkata bahwa temannya tersebut sangat lapar. dia juga berkata temannya sangat cantik dan tidak menyeramkan. setelah adikku mengatakan semua hal itu aku bertanya seperti ini" dimana kamu bertemu dengan teman mu itu"
adikku menjawab dengan senyuman " aku bertemu dengannya di dekat pohon pisang"
dan aku baru ingat ternyata benar memang ada pohon pisang di belakang rumah kami. saat itu aku langsung memberitahu ibu kami, tapi ibu dan ayah kami tidak mempercayainya karena mengira itu hanya hayalan adikku saja. tahun demi tahun berlalu adikku sudah semakin besar dan tepat dia berusia 9 tahun adikku mulai menjadi pendiam, tidak konsentrasi dalam pelajaran, mulai sering melamun dan mulai berbicara sendiri.saat itulah ibu dan ayahku memutuskan untuk menanyakan ke orang pintar tentang hal ini. dan orang pintar itu berkata "anak ibu ini bisa melihat yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa, saat dia berbicara sendiri sedang berbicara dengan orang yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa, kalau dia sedang melamun dia sedang dibawa oleh teman temannya yang tidak terlihat, saat dia tidak konsentrasi belajar dia sedang diganggu oleh orang yang tidak terlihat.
betapa terkejut nya ibu dan ayahku saat mengetahui hal tersebut. dan ayahku meminta solusi agar adikku tidak bisa melihat hal tersebut
" bagaimana caranya agar anak saya tidak bisa melihat hal tersebut lagi"
orang pintar berkata " ini tidak bisa ditutup permanen , tapi ini bisa ditutup sementara.
ayahku bertanya seperti ini" kalo tidak bisa ditutup permanen, berapa lama bisa bertahan jika ditutup sementara?
orang pintar mengatakan " jika dia sudah beranjak remaja itu akan terbuka sendiri.
dan setelah mendengarkan itu semua ayahku menyetujui untuk menutupnya sementara.
saat sudah ditutup kondisi adikku mulai membaik dia mulai konsentrasi belajar lagi, dia memang tidak bisa melihat orang tak kasat mata lagi tapi itu hanya untuk sementara, akhirnya dia sudah mulai beranjak remaja dan ya dia bisa melihat orang tak kasat mata lagi tapi karena dia sudah tau kekuatannya dia tidak terlalu peduli jika ada orang tak kasat mata di samping nya, dia bahkan mengabaikan temannya yang bernama Nathalie dan karena dia sudah mengabaikan nya jadi temannya tersebut sudah hilang dan dia bilang temannya tersebut sudah kembali ke tempat asalnya.
itulah cerita dari adikku dimana dia bisa melihat orang tak kasat mata.
Terima kasih sudah membaca cerita ini.