Namaku nissa aurellia, siswa kelas 2 smp. Hari ini aku berangkat ke sekolah dengan riang gembira. Setelah sampai dikelas, aku bertemu dengannya. Dia orang yang selalu menjahili aku.
"Nisa, lihat ada kecoak.
"Hah.. kecoak. Mana... mana...
Sontak aku langsung berdiri. Karena aku sangat takut dengan kacoak. Dan semua orang pun menertawaiku.
"Hahaha.. nggak kok, cuman khayalanku saja.
Dia adalah orang yang selalu menjahiliku. Namanya rio pratama. Aku sangat membencinya karena dia selalu menggangguku. Tapi aku juga sering balas dendam padanya. Dan kami pun selalu bertengkar.
Di rabu yang indah, aku sekolah sepertu biasanya. Entah mengapa aku merasa ada yang kurang pada hari itu. Aku memikirkannya dan teringat kalau hari ini tidak melihat rio. Lalu aku pergi ketaman bersama sahabatku reni. Saat itu aku menanyakan tentang rio kepadanya.
"Reni, kamu tau gak rio dimana? Hari ini aku belum bertemu dangannya.
"Dia tu disuruh ambil peralatan sama buk melan. Kamu kok nanyain dia. Kamu rindu ya sama rio?
"Ya enggak lah. Aku tu benci banget sama dia. Aku seneng dia gak ada. Dan aku berharap dia pindah sekolah. Agar tidak ada yang gangguin aku lagi.
Disaat bersamaan, rio sedang berdiri dibalik pohon dekat nisa. Rio juga mendengar apa yang nisa katakan. Lalu rio pun pergi.
Sudah 3 hari rio tidak masuk kelas. Nisa terus memikirkannya, tidak biasanya rio absen begini. Akhirnya nisa bertanya sama temannya rio, danu.
"Danu, kamu tau gak rio dimana. Sudah 3 hari ia tidak masuk? Tanya nisa
"Gak tau. Terakhir kali aku lihat dia Saat hari rabu. Setelah mengambil peralatan, dia katanya ingin menemuimu ditaman.
"Apa rio denger ya, apa yang kukatakan sama reni. Lalu ia pergi" gumam nisa "mangapa aku jadi merasa bersalah gini sih. Gumamnya lagi
Sudah hampir seminggu rio tidak sekolah membuat nisa semakin mengkhawatirkannya. Tiap hari nisa terus memikirkan rio. Dan akhirnya ia sadar kalau dia telah jatuh cinta kepada rio. Nisa pun pergi kerumah rio.
Saat sampai nisa bertemu dengan ibunya rio. Ibunya rio bilang kalau rio selalu tampak murung dan menyendiri di gunung. Nisa pun bergegas ke gunung dan mencari rio. Akhirnya nisa menemukan rio sedang duduk di bawah pohon. Nisa memanggil namanya, dan rio pun berbalik melihat nisa yang sedang berlari dan memeluknya.
"Rio, aku sangat merindukanmu. Kenapa kamu tidak menemuiku.
"Bukankah kamu ingin aku pergi dan tidak menemuimu lagi. Kenapa kau datang, apa kau ingin menipu ku?
"Tidak... aku benar benar merindukanmu. Saat itu aku belum sadar kalau aku telah jatuh cinta kepadamu. Mohon maafkan aku.
"Apa kamu benar benar mencintaiku?
"Iya"
"Aku juga mencintaimu"