Berawal dari aku masuk Sma dan aku bertemu dia (cewek loh bukan cowo). Pada hari pertama MOS aku tidak sengaja menemukan topi dia yang terjatuh dari ranselnya. Lalu ku kembalikan topi dia. Dia tampak senang kepadaku. Keesokan harinya aku bertemu dengan dia sendirian jalan kaki menuju sekolah. Lalu aku ajak goncengan naik motor aku yang jadul. Dia tidak menolaknya walaupun motorku jadul. Seiring berjalan kami berbincang-bincang sampai akhirnya kami lupa waktu hingga kami tersasar. Saat itu kami bukan panik malahan kami tertawa sepuasnya. Hingga kami bertanya sama warga lalu kami kesiangan datang sekolah. Hingga kami dihukum guru di depan tiang bendera. Lama kelamaan kami jadi akrab dan menjadi teman yang nggak bisa dipisahkan. Istirahat selalu berduaan sampai-sampai kami dibilang pacaran padahal kami cuma berteman.
Ulangan kenaikan kelas semakin dekat. Segera aku ke rumah temanku untuk belajar bersama. Hari menunjukkan jam 6 dia menyuruhku pulang biar tidak dimarahi orang tua. Ulangan sudah selesai tinggal menunggu nilai dan remediasinya. Seperti biasa dia selalu menyemangatiku untuk mendapat nilai bagus. Sampai hari akhir pembagian rapot. Aku mendapati peringkat 2 sedangkan dia peringkat 1. Lalu kami bahagia mendapat nilai bagus. Pada akhirnya lama kelamaan perasaan cinta datang menghadiriku. Aku cemburu melihat dia dekat dengan orang lain seperti pacaran sedangkan aku dicuekin. Hingga aku tidak menegur ia seperti biasa. Aku berjalan lurus di hadapannya tanpa memandangnya. Sampai dia mengejarku dan bertanya.
“Kau kenapa. Kau benci denganku?”
“Ti-tidak. Cuma?”
“Cuma? Cuma apa?
“Tidak apa-apa!”
Lalu aku lari meninggalkan dia. Dia terdiam bertanya-tanya ada apa denganku. 3 hari aku tidak masuk. Lalu dia datang ke rumahku bertanya kenapa aku tidak masuk.bertanya.
“Kamu kenapa 3 hari tidak masuk?”
“Tidak ada apa-apa.”
“Ada apa sih? Seperti ada yang kamu sembunyikan.”
“Kamu mau tahu?”
“Iya?”
“Tetapi aku ingin bertanya?”
“Iya tanya apa?”
“Lelaki itu yang bersamamu itu siapa?”
“Oh dia..”
“Dia siapa?”
“Itu cuma teman satu geng aku.”
“Oh…”
“Sekarang cepat kasih tahu,”
“Baik kamu tahu? Dari awal a-aku?”
“Bilang aja gak apa-apa,”
“Aku sayang sama kamu!! Aku tak tahu mau bilang apa. Aku tidak berani bilang kalau aku cinta padamu.”
“Kau tahu aku juga sangat cinta kepadamu dari awal kita bertemu.”
“Jadi? Kamu mau jadi pacarku?”
“Ya, aku mau.”
Hubungan kami tidak pernah putus. Hingga kami sampai menjadi suami-istri. Bahagia.
Selesai
Terimakasih banyak sudah membaca! Semoga hari-hari kalian menyenangkan^^