Dahulu kala ada sebuah legenda tentang sebuah tempat yang sangat misterius, diceritakan bahwa ditempat itu ada banyak sekali harta karun serta beberapa peninggalan kuno, bagaikan emas yang ditelan bumi, sampai saat ini para arkeolog dan pemburu harta karun belum bisa memecahkan dimana letak posisi harta karun yang telah lama hilang dari peredaran itu, namun siapapun yang berhasil menemukan harta tersebut penemunya akan menjadi orang terkaya pada masanya bahkan kekayaannya bisa diteruskan sampai ke-tujuh generasinya, zaman telah semakin maju dan orang-orang pun sudah tidak mempercayai legenda tersebut dan mereka menganggap bahwa itu hanyalah sebuah cerita yang dibuat-buat, pada suatu hari seorang penjelajah asal new york secara tak sengaja menemukan bongkahan batu yang menyerupai kumbang tanduk dan membawanya kembali pulang kerumahnya, penjelajah tersebut memiliki seorang anak yang bernama hendrix yang tinggal di surabaya...
Beberapa tahun kemudian...
Setelah lulus kuliah hendrix pergi ke New york untuk tinggal bersama ayahnya dan membantu ayahnya di New york, setelah sampai di bandara ia segera menelepon ayahnya untuk segera menjemputnya, saat di perjalanan ayahnya bercerita tentang penjelajahan terakhirnya, hendrix pun dengan serius mendengarkan cerita ayahnya, sesampainya dirumah ayahnya ia pun langsung bergegas masuk kedalam rumah, begitu kagumya ia melihat benda-benda penemuan ayahnya, namun dari sekian banyak benda tersebut, yang paling menarik perhatianya adalah bongkahan batu penemuan terakhir ayahnya.
Ia dan ayahnya tidak mengetahui bahwa batu tersebut adalah sebuah artefak berupa kunci untuk membuka suatu tempat, saat melihat-lihat penemuan ayahnya tiba-tiba bongkahan batu itu mengeluarkan cahaya yang mengkilap, berwarna merah kehijauan yang membuat kaget hendrix, ia pun semakin ingin tahu tentang bongkahan batu tersebut, terpikir olehnya untuk menjadikan batu itu sebagai kalung, dengan hati-hati ia membuka lemari kaca tempat bongkahan tersebut namun ketahuan oleh ayahnya, ayahnya pun berkata "hendrix apa yang sedang kamu lakukan..?" , hendrix pun kaget dan segera menutup lemari tersebut sambil berkata "aku hanya melihat-lihat penemuan ayah yang sangat mengesankan..,"
Setelah itu mereka pun pergi ke tempat istirahat untuk bersantai setelah perjalanan yang jauh dari bandara, saat matahari sudah mulai terbenam mereka pun segera masuk kedalam rumah, saat didalam rumah hendrix merasa sangat lelah dan pergi kekamarnya untuk tidur begitu juga dengan ayahnya, saat hendrix mencoba untuk tidur ia selalu terpikirkan bongkahan batu penemuan ayahnya, ia pelan-pelan keluar dari kamarnya dan menuju ke lemari kaca tempat batu itu disimpan, saat memegang batu tersebut ia merasakan hal aneh didalamnya, batu itu tiba-tiba mengeluarkan cahayanya, hendrix pun kaget dan kepalanya langsung terasa pusing, seketika kilatan masa lalu muncul dibenaknya, kilatan itu menampakan ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang mempunyai banyak sekali harta, pada suatu waktu raja itu dikhianati oleh keluarganya sendiri, keluarga keraajaan ingin menguasai semua harta sang raja, namun pada suatu ketika raja tersebut mengetahui rencana busuk keluarganya, ia pun segera mengubur semua hartanya dan bergegas pergi dari istana, kemudian sang raja membuat suatu replika kunci yang menyerupai kumbang tanduk agar tidak ada yang bisa menemukan hartanya.
15 menit telah berlalu
Hendrix kembali sadar dan duduk didekat lemari kaca sambil memegang kepalanya, "apa yang terjadi kepadaku..?, "kenapa tubuhku terasa lemas dan ingatan apa itu yang membuat kepalaku sakit", Ia pun kembali kedalam kamarnya
untuk melanjutkan tidurnya.
Keesokan harinya...
Ia bergegas menghubungi ke empat teman seperjuangannya pada masa kuliah untuk mengajaknya pergi mencari harta karun, hendrix menceritakan semua yang telah dilaluinya, temannya pun sedikit tidak mempercayai perkataannya namun hendrix berhasil meyakinkan ke empat temanya bahwa ada sebuah harta karun yang tersembunyi dibawah piramida mesir, hendrix segera pamit ke ayahnya untuk pergi ke suatu tempat dengan dalih mencari pekerjaan , Ia pun segera pergi mendatangi bandara untuk menyambut teman-temanya.
1 jam kemudian
Tibalah hendrix di suatu tempat yang tidak lain adalah Bandara Internasional John F. Kennedy New york, ia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan temanya sudah sampai atau belum
sambil memperhatikan sekitar, ia berkata "maafkan aku ayah telah membohongimu", "aku akan segera pergi ke mesir untuk mendapatkan harta karun itu sebagai hadiah ulang tahunmu", setelah menunggu sekitar sepuluh menit temanya pun datang dan menyapa hendrix, singkat cerita mereka menginap dulu di suatu hotel yang dekat dengan bandara untuk bersiap-siap berangkat ke mesir pada keesokan harinya.
Pagi telah tiba..
Hendrix dan teman-temanya segera bersiap-siap dan bergegas untuk kembali ke bandara, saat di perjalanan menuju bandara hendrix mencoba meyakinkan kembali ke empat temanya agar tidak ada keraguan yang membuat temanya berubah pikiran, sampailah di bandara hendrix dan temanya segera mengambil tiket yang sudah dipesan melalui online, setelah mendapat tiket mereka pun memasuki salah satu pesawat dengan rute terbang New york ~ Mesir, ketika diperjalanan hendrix mencoba mengingat kembali dimana letak pintu masuk harta tersebut, ingatan demi ingatan ia rasakan tanpa mengalami sakit kepala seperti saat pertama kali mencobanya, tiba-tiba guntur menyambar disamping pesawat "duarr.. tiba-tiba pesawat mengalami turbulensi, semua kru mencoba menenangkan penumpangnya sedangkan hendrix masih memejamkan mata tanpa mengetahui semua kejadian diluar pandanganya, waktu itu pesawat masih mengalami turbuiensi semua teman hendrix mencoba membangunkannya namun ia masih tetap terlelap. Mereka berempat tomi, siska, anton, dan reno mencoba sekuat tenaga untuk membangungkan hendrix. Akhirnya hendrix pun tersadar dan pesawat yang mengalami turbulensi tiba-tiba kembali normal. Hendrix merasa heran dengan kondisi sekitarnya kenapa banyak sekali orang ketakutan bahkan temanya pun menunjukan raut wajah gelisah, "hei ada apa ini kenapa kalian semua menatapku?", salah satu temanya yang bernama siska pun menghampiri hendrix dan menjelaskan semua kejadian yang baru saja terjadi saat dia tertidur, singkat cerita pesawat tersebut telah tiba di bandar udara internasional Kairo. Hendrix dan teman-temanya bergegas mencari penginapan sementara untuk bermalam dan beristirahat selepas perjalanan jauhnya.
Malam telah berganti pagi..
Hendrix segera membangunkan temanya untuk bergegas menuju piramida, sambil menghampiri temanya ia berkata "ayo bangun semuanya hari ini kita semua akan mendapat keuntungan yang berkali-kali lipat", ucapanya penuh semangat. Satu-persatu temanya sudah bersiap untuk segera berangkat menuju piramida dengan menggunakan transportasi bus, singkat cerita tibalah mereka di depan monumen piramida. Hendrix dan ke empat temanya bingung bagaimana caranya mengakses pintu masuk kedalam piramid, hendrix mencoba menarik semua tangan temanya untuk menjabat tangannya lalu mengeluarkan batu tersebut, temanya pun merasakan apa yang di rasakanya,
waktu menjelang senja tiba-tiba batu yang dipegangnya mengeluarkan cahaya dan tanah di sekitarnya seperti terisap kebawah, hendrix mencoba menenangkan temanya agar tetap berada di jangkaunya, pasir itu perlahan menurun seperti sebuah dasar lobang yang mengarah pada pintu masuk piramid. Mereka semua menyiapkan lampu senter untuk penerangan dibawah sana, tibalah mereka di depan sebuah pintu batu, di tengah pintu tersebut ada lobang seperti bentuk kumbang tanduk, tanpa pikir panjang hendrix sudah paham kalau pintu itu bisa terbuka jika dia memasukan batu tersebut kedalamnya, setelah memasukkannya tanah sekitar kembali bergetar dan batu itu memunculkan sinar berwarna merah kehijauan.
grrgr.. kratak kratak dum..
Pintu masuk terbuka, "ayo kita semua masuk kedalam dan melihat apa yang ada didalamnya, tanpa keraguan merekapun masuk dan melihat banyak sekali peninggalan kuno yang tersebar di bawah lantai, ruangan yang lembab serta banyak nya jaring laba-laba menambah kesan seram. Apalagi dengan patung-patung yang berkepala anubis dan beberapa patung lainya seperti sedang mengawasi pergerakan hendrix dan temanya.
"Eh lihat itu ada sebuah peti diatas batu mari kita ambil siapa tau ada harta karun didalamnya, ucap reno, mereka bergegas menuju peti lalu mengangkatnya tiba-tiba semua patung bergetar dan bergerak menuju mereka.
Hendrix yang menyadari ada keanehan pada peti tersebut meminta reno untuk menaruh kembali diatas batu tadi. "Ahh untuk apa aku mengembalikan peti ini sia-sia saja perjalananku kemari", ucap reno, "reno! ini bukan waktunya untuk egois kita semua bisa celaka kalau kau keras kepala cepat letakkan kembali peti itu!" teriak anton, "hmm sebaiknya kita kabur dulu dari patung-patung ini dan membawa kotak itu keluar siapa tau memang ada harta yang tersembunyi didalamnya" ucap siska, "betul itu kita lari saja dulu" ucap tomi, "ok kita semua lari tapi aku tidak bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu denganmu" ucap hendrix penuh dengan kecurigaan.
Mereka pun pergi menjauh dan melewati sebuah tempat dimana ada sebuah liontin berwarna emas yang menyala tertimpa lampu senter, "cantik sekali liontin itu aku mau mendapatkannya" ucap siska, "tidak! jangan kesana siska itu jebakan" teriak hendrix, belum semua kata terucap siska menginjak sesuatu seperti batu pegas, tiba-tiba muncul anak panah yang menancap tepat di jantung siska, "tidak! teriak semuanya, siska terjatuh dan tertimpa reruntuhan, "ayo.. semua kita pergi dari sini! ucap hendrix ketakutan, mereka semua lari terbirit-birit tanpa disadari peti yang dibawa reno terjatuh, "tunggu aku mau mengambil peti itu" ucap reno, jangan diambil ren kita fokus dulu menghindari jebakan", reno yang keras kepala mencoba mengambil petinya saat melirik keatas kaki patung itu menginjak tubuh reno "krakk..", suara tulang yang remuk terdengar sampai ke ujung ruangan. "bagaimana nih apa kita semua akan mati disini" ucap tomi, "cukup tom kita fokus saja dulu menghindar dari kejaran patung itu, kita semua pasti bisa melewati ini" ucapnya menenangkan tomi, di pertengahan jalur berubah menjadi dua arah.
Hendrix memutuskan untuk pergi bersama namun tomi menolak karena alasan semua temanya tadi tewas karena mengikuti hendrix, tomi mencoba memghasut anton untuk mengikutinya namun anton menolaknya karena anton yakin kalau dia mengikuti hendrix pasti dia bisa menemukan jalan keluarnya.
Tomi memutuskan pergi ke jalur kanan dan hendrix ke jalur kiri mereka bertiga berpisah dan melanjutkan kembali perjalanannya, di tengah perjalanan hendrix mengawasi sekitar agar tidak terkena jebakan, sedangkan tomi merasa yakin kalau jalan yang dipilihnya pasti benar sehingga dia tidak perlu mengawasi sekitarnya karena jalan yang dilalui nya tampak bersih dan diujung lorong ada sebuah cahaya biru memancar seperti jalan keluar sebuah harta karun, tomi bergegas menuju sumber cahaya untuk memastikannya namun, kilauan itu bukanlah sebuah harta atau jalan keluar melainkan hanya batu kristal yang tertimpa sinar bulan. "sudah tidak ada waktu untuk kembali" ucapnya gemetar , tanpa sengaja ia menginjak batu pegas dan mengaktifkan beberapa jebakan yang membuat perhatian patung mengarah kepadanya.
dum..
dum..
dum..
Suara kaki patung perlahan menghampiri ke arah tomi, "tidak!, "aku tak mau mati disini" teriaknya keras, tiba-tiba suara deru kaki lenyap tomi berpikir bahwa patung itu sudah pergi namun tak disangka,,
"Wush..
"Wush..
"Wush..
"Sring..
kepala tomi terpenggal di tempat terkena lemparan senjata patung.
Hendrix yang mendengarkan suara gemuruh disampingnya berfikir kalau tomi sudah tewas di tempat, "hen capek sekali, "rasanya kakiku seperti mati rasa aku sudah tak sanggup lagi untuk jalan", kamu tinggalkan saja aku disini" ucap anton, "kamu bicara apa ton kita semua masuk kesini bersama dan kau memutuskan untuk ikut denganku, aku tak mau meninggalkanmu meski aku harus mati bersamamu, "terimakasih hen", "sudah tak perlu dibahas kita istirahat dulu disini", hendrix duduk bersandar di dinding batu tanpa disadari dinding itu mengaktifkan jebakan yang membuat atapnya rubuh, "awas hen!!", teriak anton sambil mendorong hendrix.
Brakk...
"Aduh apa yang terjadi kenapa tiba-tiba ada batu jatuh? ucapnya tak sadar apa yang baru saja terjadi, "anton kamu dimana? ucapnya, setelah asap dari batunya hilang dia menyadari bahwa temanya tadi mencoba membantunya, namun dia sendiri terkena jebakan, hendrix terasa terpukul semua temanya sudah tewas karena dia, ia menghormati temanya yang sudah tewas dengan menguburnya ditempat, ia tak sanggup berdiam diri di tempat itu, ia memutuskan untuk berjalan lagi selang berapa waktu ada sebuah sinar diujung lorong, ia berfikir itu adalah jalan keluarnya namun setelah sampai di ujung lorong ternyata itu hanyalah pantulan dari sinar bulan yang memantul ke arah koin emas, tempat itu tak lain adalah tujuan utamanya untuk datang ke piramida, "hahahah setelah sekian banyak kejadian akhirnya aku bisa menikmati semua ini sendiri" ucapnya sambil tersenyum pahit, mentalnya terasa tertekan dan semua harta yang ada di depan matanya sudah membutakan dia, sambil mengambil beberapa koin emas ia menyadari ada sebuah peti besar berada di tengah-tengah ruangan, perlahan ia menghampirinya dan mencoba untuk membukanya saat peti itu terbuka dia terkejut di dalam peti itu ternyata tidak ada isinya sama sekali, tiba-tiba dari sudut ruangan muncul patung lalu mengepung dirinya, patung itu tingginya mencapai dua kali lipat dari tubuh manusia dewasa.
Dum..
Dum..
Dum..
Perlahan tapi pasti patung itu semakin mendekati hendrix, hendrix yang sudah pasrah akan keadaan dirinya merasa menyesal sudah banyak membuat teman-temannya tewas karena ke egoisannya, dia berharap diberi kesempatan hidup lagi untuk
memperbaiki kesalahanya.
"Akkhh!!.. teriaknya
"Wush crats..". tombak besar menusuk dadanya.
"Akkhh!!.. teriaknya
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
"Kriinngg............
(Suara alarm)
"Huft.. huft.. huft.. ternyata itu semua hanya mimpi" ucapnya sambil mengusap keringat..
****
End...
Terimakasih banyak sudah membaca!