Astaga sudah berapa lama aku berada disini? Sehari? Dua hari? Tiga hari? Atau mungkin lebih?
Ah memang sial nasibku. Yang terakhir kuingat adalah aku baru pulang sekolah dan sedang menunggu jemputan di halte depan sekolah ketika tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depanku.
Salah satu orang yang ada di dalam mobil itu keluar dan berbicara padaku menanyakan tentang arah. Setelah itu aku tak mengingat apapun lagi.
Setelah sadar, aku menyadari aku berada di sebuah gudang yang berisi banyak anak-anak seusiaku di dalam sini. Mereka semua menangis dan berteriak. Namun tak ada seorang pun yang merespon.
Hah, aku menghela napas dan mengamati sekitar. Sepertinya memang aku menjadi korban penculikan.
Dan melihat dari banyaknya anak yang ada disini, ada kemungkinan kita yang ada di sini akan dijual sepertinya.
Yah meski pusing dengan rengekan mereka yang terus diabaikan tetapi tak menyurutkan rengekan itu sedikit pun, aku memilih untuk memejamkan mata sambil menunggu jatah makan kami diantarkan.
Ya jatah makan memang diantar tetapi hanya seadanya dan disatukan. Jadi semua harus saling berebut dan mengesampingkan rasa jijik dan sebagainya jika kau ingin tetap hidup.
Meski begitu, mereka tetap akan mengabaikan apapun rengekan yang dikeluarkan anak-anak ini dan hanya memberikan makan seperti memberi pakan para anjing percobaan.
Aku sendiri sudah membuang rasa gengsi, jijik dan semacamnya jauh-jauh hanya untuk bisa bertahan dan memikirkan cara untuk bertahan baik itu dengan kabur atau justru menetap dan menjadi anak yang patuh. Aku akan melihat baik buruknya dulu.
Jika memang menetap adalah pilihan terbaik untuk sekarang, aku akan dengan senang hati melakukannya, mengingat risiko yang sangat tinggi jika mencoba kabur. Entah apa yang akan mereka lakukan pada anak yang berani mencoba kabur.
Aku akan mengumpulkan kekuatanku dulu demi bisa keluar dari situasi ini!!!
FIN~~~