"Saya terima nikah dan kawinnya,Siti Aulia binti Mochamad Ibrahim dengan mas kawin tersebut dibayar,tunai!".
"Sah?....tanya pak penghulu.
"Sah!".Jawab semua orang yang hadir menyaksikan ijab Kabul pada saat itu.
Mulutku seakan terkunci.Air mataku menetes deras.Mungkin ora mengira aku terharu sampe menangis.Tolong jangan tanyakan hatiku.Hatiku sakit karena pernikahan ini.
Ini hanyalah pernikahan paksa dari perjanjian orang tuaku dengan sahabat lamanya.Aku harus mau walaupun aku sudah menolaknya puluhan kali.
Pernikahan adalah hal yang indah yang setiap manusia ingin dapatkan.Kenapa aku berbeda?.Aku berdebat dengan hatiku sendiri.Pernikahan macam apa ini.Haruskah aku terima???
Lelaki itu bernama Darson.Dia anak juragan kambing.Hartanya menumpuk karena dia juga punya bisnis Bank.Kalo kata orang sih 10 12.Entahlah apa maksudnya.
Entah darimana aku mempunyai ide gila.Aku kumpulkan segala keberanian.Ya.... saat semua lengah aku kabur dari rumah.Tepat setelah sah menikah aku kabur dari rumah.
Mungkin takdir berpihak padaku.Aku bisa kabur.Aku kabur tanpa membawa apa2,hanya uang dlm dompet itupun tak seberapa.
Disaat aku sedang bingung dijalan.Tiba tiba ada orang yang memanggil namaku.
"Lia...,kamu Siti Aulia kan?".Tanya perempuan itu.
"Iya.aku aku Lia".Jawabku.
"Aku Amel,kamu inget aku kan?,dulu kita satu tempat madrasah loh".Ucapnya.
Aku terdiam sejenak sambil berfikir,apa mending aku minta tolong sama dia aja ya untuk tinggal di rumahnya sementara.
"Hei",Amel membuyarkan lamunanku.
"i..iya..bolehkah aku minta tolong?".ucapku.
Aku menceritakan semuanya pada Amel dan berharap dia mau membantuku. Alhamdulillah lagi-lagi nasib baik sedang berpihak padaku.Amel menyetujui dan membawaku pulang ke rumahnya.
Aku bertemu kedua orang tua Amel dan aku menceritakan semuanya.Aku berharap mereka bisa memahami keadaanku.
Hari demi hari orang tua Amel selalu menasehati ku.Aku harus pulang dan menyelesaikan masalah ini.
Tak terasa waktu cepat berlalu.Seminggu sudah terlewati.Mungkin sudah saatnya aku bertemu Darson.
Tekadku sudah bulat.Aku akan minta cerai.Bukan aku mempermainkan pernikahan.Aku hanya ingin mempunyai imam yang Sholeh.Imam yang bisa membimbingku membawa iman Islam hingga aku mati.
Aku belum berani menampakkan wajah di depan keluarga besar.Pada akhirnya aku pulang ke rumah bibi.Ya...lebih baik aku pulang ke rumah bibi,adik kandung ayahku satu-satunya.
Entah dapat kabar dari mana.Mungkin Darson punya mata-mata.Belum 1jam aku pulang.Tiba-tiba ada orang teriak-teriak di depan rumah dan ternyata itu Darson.
Tanpa basa-basi Darson langsung mengucapkan talak.Mungkin dia benar-benar marah atas perbuatanku.Dia menceraikanku tapi dengan syarat semua yang dia beri sebagai mahar dan seserahan harus dikembalikan.
Oke,baiklah.Aku tidak perduli itu.Semua aku kembalikan sesuai permintaannya.Untuk apa aku menerima pemberian darinya jika aku tidak menerima orangnya,pikirku.
Tiga bulan sudah berlalu.Kini aku resmi menjadi janda.Banyak mulut yang berbicara ini itu,tp y sudahlah.Hidupku aku yang menjalani.
Suatu ketika ada acara maulid di masjid.Aku berniat mengunjungi masjid.Aku mendengar lantunan ayat suci Al-Quran dengan suara laki2 yg merdu.Dalam hati aku berdoa.
"Ya Allah...ingin sekali aku mempunyai imam yang pandai mengaji dengan suara yang indah seperti itu".doaku dalam hati.
Acara sudah selesai,aku segera bergegas pulang.Saat sampai ditempat parkir aku mencari kunci motorku tp ternyata tak ada.Aku bingung sampe mondar-mandir disekitar parkir.
"Assalamualaikum".suara seorang pemuda tampan.
"Waalaikumsalam".ku jawab salamnya.
"Apakah kunci ini yang anda cari?".dia bertanya sambil menyodorkan kunci motor.
"ohhh....iya.iya betul.makasih sudah menemukan".jawabku sambil tersenyum.
Sejak hari itu kami berkenalan.Kami semakin akrab.Dia mengajakku untuk ta'aruf.Aku berkata apa adanya kalo aku sudah janda.Syukurlah dia mau menerimaku.
Taukah readers siapa lelaki itu???Dia adalah pemilik suara indah yang melantunkan ayat-ayat Alquran di masjid waktu itu.
Subhanallah... Allah mengabulkan doaku.Dia menjadi imamku.