(Kastil Delzogade)
"Shin apa kau sudah mendapat informasi tentang ketiga kubu itu?"
Zovarein yang sedang duduk di singgasana nya bertanya pada tangan kanannya itu, dirinya tampak berwajah masam dengan beberapa urat terlihat samar-sama pada keningnya.
"Baik Paduka, baru saja Vionet kepala pasukan bayangan melaporkan: Dewa Abadi, Penguasa Roh Suci, Kaisar Manusia Belzef, bersama para wakilnya masing-masing, saat ini sedang melakukan rapat strategi diruangan rapat Kekaisaran Azhesia"
Zovarein mengerutkan keningnya.
"Lalu? apa yang mereka bahas dan mengapa mereka melakukan hal seperti itu tanpa mengundangku?"
Zovarein sebenarnya sudah menebak-nebak alasan ketiga Pemimpin ini berkumpul, namun agar tidak salah paham dia ingin memastikannya.
"...Pembahasan mereka adalah, ....Mohon anda tidak marah jika mengatakannya paduka" Ucap Shin yang sedikit ragu.
"?... Baiklah, sebentar..."
Zovarein menghirup nafas perlahan lalu membuangnya dengan kasar, ia melakukan itu sebanyak sepuluh kali.
"Lanjutkan" Ucapnya.
"Baik!, Pembahasannya adalah: Persiapan Strategi Perang Untuk Menyerang Wilayah Iblis, alasan mereka tidak mengundang paduka tersirat dalam tujuan itu"
!!!
Zovarein sangat marah dan ingin meluluhlantakan Aula itu, namun karena dia telah berjanji pada Shin agar tidak marah, iapun meminum ramuan penenang hati agar emosinya sedikit mereda.
"Sudah sampai mana pembahasan mereka?" Tanya Zovarein kini dengan nada yang sedikit berat.
"Sudah mencapai akhir pembahasan Paduka" Balas Shin dengan singkat, lalu menutup telepatinya dengan Vionet.
"Bagitukah.. begitu rupanya baiklah jika itu keinginan mereka, Shin!" Saut Zovarein.
"Shin Menunggu perintah paduka!" Ujar Shin sambil berlutut.
"Kumpulkan seluruh pasukan didepan Kastil, beritahu Yurina agar memimpin mereka semua untuk membuat Sihir Pelindung tingkat Kaisar Iblis dalam 30 Menit kedepan" Perintahnya.
"Sesuai keinginan Paduka!"
Shin berubah menjadi seberkas cahaya dan segera melakukan perintah yang diberikan kepadanya.
"Para bedebah itu! aku membiarkan mereka karena tidak ingin menganggu kedamaian yang sudah terjalin selama Ribuan Tahun namun apa? mereka ingin memusnahkan ku?"
Zovarein memasang wajah datarnya dengan senyuman mengerikan terlukis jelas pada wajahnya.
"Hehe... Kalau ingin memberikanku makanan, seharusnya tidak sampai memancing amarahku dulu bukan?!"
---- Beberapa Menit Kemudian....
"Pasukan bersiaapp!!!"
*Sraak!!!
Dibarisan depan tampak Yurina tengah memberi arahan pada 178 Juta Pasukan Iblis. Tidak ada satupun dari para Iblis itu yang mengeluh ataupun ribut dibarisan.
Ini adalah salah satu keunggulan dari pada Wilayah Iblis, dimana semua rakyat mereka sangat Hormat pada Raja mereka.
Tidak ada satupun dari mereka yang berani membantah perintahnya ataupun perintah bawahan langsung darinya, karena mereka tau bahwa setiap kelimat yang keluar dari mulut Raja mereka, akan selalu membawa kemenangan pada mereka.
Melihat pasukan itu sudah selesai mempersiapkan diri mereka masing-masing, Yurina langsung merapalkan sihir penyerapan Energi sihir terbaiknya.
""
Semua prajurit itu mulai menyalurkan Energi Sihir mereka masing-masing kepada Iblis dihadapan mereka, lalu ditransfer lagi ke iblis yang dihadapannya hingga sampai pada tubuh Yurina.
Selama 24 menit mereka terus melakukan hal itu hingga akhirnya semua Energi yang dibutuhkan telah terpenuhi.
"Wahai Semesta | Turutilah Perintah Dari Tuanku | Kerahkan Seluruh Kesetiaanmu Kepadanya | Sihir Pelindung Kubah Iblis!"
""
Tanah mulai bergetar, getaran itu semakin berguncang selama beberapa menit hingga akhirnya tenang kembali.
Kubah Hitam Legam yang begitu tipis tercipta secara perlahan hingga mengelilingi Wilayah Iblis sepenuhnya dari dalam tanah, itu memiliki proses yang cukup cepat dimana seharusnya itu membutuhkan waktu yang cukup lama.
Satu Benua Raksasa itu kini dilindungi oleh Kubah Pelindung Hitam yang bahkan Zovarein sendiri akan kesusahan jika ingin menghancurkannya.
Diatas menara paling tinggi pada Kastil Delzogade, Zovarein berdiri dengan tegak disana sambil memperhatikan semua yang dilakukan oleh para bawahannya itu dari awal hingga akhir.
"..Mereka tidak pernah berhenti membuatku kagum.." Ucap Zovarein dengan senyum bangga pada wajahnya.
"Shin katakan pada Gleoir dan leluhur lain beserta Iblis Dosa, bahwa aku akan maju sendiri kemedan perang, minta mereka agar menjaga Wilayah Iblis dari serangan diam-diam, yang akan dilakukan oleh para makhluk rendahan itu"
!!
Shin sebenarnya cukup terkejut dengan keinginan Tuannya yang ingin maju sendirian kemedan perang, namun ia percaya bahwa Tuannya akan kembali tanpa lecet sedikitpun.
"Baik Paduka!" Balasnya dengan singkat sambil berlutut.
""
Zovarein menghilang dari hadapan Shin yang masih berlutut.
"..Paduka, semoga anda dapat memberitahukan pada mereka semua arti dari keputusasaan yang sesungguhnya..."
Dia berubah menjadi seberkas Cahaya dan segera menjalankan seluruh tugas yang diberikan kepadanya.
^\
[Kekaisaran Azhesia]
_/
"Tuan Belzef, ternyata anda sangat ahli dalam mengatur strategi, saya mengangumi bakat anda yang satu ini"
Seorang dengan Pakaian Serba Putih yang melayang-layang seperti hidup, memberikan pujian pada Manusia dihadapannya.
"Benar, dengan ini kita bisa memusnahkan kejahatan itu dari 4Dunia, dan akhirnya kita bisa mendapatkan kedamaian sejati!" Ucap Seorang dengan Roh Transparan berwarna hijau yang melambangkan dirinya seperti pemilik dari alam itu sendiri.
"Anda berdua terlalu memuji saya, sebenarnya rencana ini sudah saya pikirkan sejak dulu karena saya sudah tidak tahan lagi dengan kekuatan mereka yang semakin bertambah itu, aku khawatir mereka berencana untuk menguasai seluruh 4Dunia" Ucapnya dengan bersandiwara, seakan dirinya sangat sedih dengan membayangkan hal itu.
Andai kedua makhluk dihadapan nya tau jika dirinya hanya tidak suka dengan Zovarein dan diam-diam juga ingin memusnahkan mereka, mungkin dirinya sudah menjadi kabut darah sedari tadi.
Dia dapat selamat karena kemampuan sandiwaranya yang begitu hebat, bahkan ahli diatas panggung drama saja kalah bila dibandingkan dengannya.
"Baiklah.. silahkan kemari, kita akan menikmati perjamuan singkat sebelum memulai rencana kita" Ucap Belzef sambil mengarahkan mereka pada ruang makan di Istananya.
"Mereka ini sangat bodoh ya, sampai bisa tertipu olehku, hihihi" Ucapnya dalam hati.
——————
*BAARRR!!!
Suara ledakan yang begitu keras tercipta saat Zovarein yang sedang terbang diatas langit langsung terjun kebawah dengan kecepatan tinggi, hingga menciptakan kawah sebesar 124 Meter, didepan Gerbang masuk Kekaisaran Azhesia.
"Jatuh dari ketinggian memang hebat, sensasi dimana saat kau terjatuh dengan tubuh yang merinding itu sangat menakjubkan" Ujarnya sambil mengoceh tidak jelas.
Sedangkan para penjaga gerbang yang saat itu berada di lokasi langsung serbelah dua, hal itu disebabkan oleh angin tajam hasil dari jatuhnya Zovarein dari ketinggian, yang menembus tubuh mereka, bahkan pintu gerbang yang sangat besar itu telah menjadi 4 bagian terpisah.
"Hm?... sepertinya sesuatu mengarah kemari" Ucap Zovarein yang sedang melihat sekumpulan asap dari dalam gerbang yang menuju padanya.
"Ah.. itu yang namanya manusia ya, sudah lama aku tidak melihat mereka, apakah darah mereka masih merah? dengan kelicikan mereka itu kurasa warnanya sudah berubah menjadi hitam dan berbau busuk"
*Sraang!!!
Zovarein mengambil kedua pedang penjaga gerbang yang tidak sengaja ia bunuh tadi.
"Uwaah... kualitasnya jelek sekali, padahal bentuk Istananya begitu Norak kenapa pedangnya hanya terbuat dari besi biasa?"
*Swungg!!
*Slashh!!
Ia mengayun-ayunkan kedua pedang ditangannya, sekali lagi ia mengeluh karena pedang tersebut sangat ringan.
"Oh? mereka sudah sampai!" Ucapnya dengan semangat.
*Sraakk!! Sraakk!! Sraakk!!
*Tap!...
Seorang komandan maju satu langkah dari pasukannya.
"Kau! siapa dirimu sebenarnya hingga berani menghancurkan Gerbang!" Tanya komandan itu dengan nada angkuh, sambil membusungkan dadanya.
"Ah.. maaf-maaf aku belum memperkenalkan diri, Namaku adalah Zovarein Thorias, aku datang kemari dengan niat menghancurkan Dunia Manusia"
Ucapnya dengan nada santai tanpa ada aura penekanan, para prajurit yang mendengar itu tertawa saat mendengar perkataan sosok dihadapan mereka.
Namun itu hanya beberapa saat sebelum Mata Zovarein berubah menjadi Ungu Gelap Menyala-nyala dengan Aura Membunuh yang begitu pekat.
Dalam satu tarikan nafas, ratusan prajurit itu terdiam dengan kaki yang gemetaran.
*Brakk!!
*Brakk!!
Mereka semua terjatuh dan terduduk lemah di tanah sambil meratapi kesalahan mereka yang telah tertawa dihadapan makhluk mengerikan dihadapan mereka.
-"Ka-kau!! apa kau sadar apa yang baru saja kau katakan dan lakukan!! Kau berani menantang Kekaisaran!!" Teriak Komandan.
"Memangnya kenapa kalau aku menantang Kekaisaran Huh?!" Balas Zovarein dengan nada penekanan.
Komandan pasukan yang sedari tadi sudah kesusahan untuk mempertahankan keseimbangannya agar tetap berdiri kini jatuh tersungkur di tanah.
Didalam pikirannya, ia baru saja melihat jurang kematian yang begitu dalam dan tidak terlihat ujungnya.
"Aaahhkkk!!!!" Ia berteriak tidak jelas sampai mengejutkan para bawahannya yang sedang terduduk lemah dibelakangnya.
"A-apa yang baru saja ia lakukan pada Komandan?" Tanya mereka semua dalam hati.
*Tap...Tap...
*Brakk!!
*Tap...
Zovarein dengan perlahan berjalan kearah para prajurit itu, tanpa peduli bahwa ia baru saja menginjak tangan kanan komandan itu sampai hancur.
"Hiiikkk!!!" Mereka berteriak histeris.
*Tap!...
"Kalian.. apakah aku boleh tau dimana Belzef Keparat itu saat ini? aku akan mengampuni nyawa yang mau bekerjasama denganku" Ucapnya dengan senyum tipis.
Namun bagi para prajurit itu, senyuman tipis yang ditunjukkan pada mereka, bagaikan senyuman kematian yang akan mengantar mereka pada kehidupan baru, jika tidak bekerjasama dengan nya.
"Ya..Ya-Yang Mulia sedang berada didalam Istana bersama ta-tamu penting dari 2 Benua lain..." Ucapnya dengan rasa takut yang merasuki dirinya.
"Begitukah? terima kasih banyak, kalau begitu selain dirimu mereka semua akan mati" Ucapnya dengan santai.
"Ap-!!"
*Slashh!!
Dalam satu tebasan, semua kepala prajurit itu kecuali yang bekerjasama dengan Zovarein tadi terjatuh dan menggelinding ditanah dengan mata melotot.
"IKUTI aku" ucapnya menekankan aura membunuh pada kata 'Ikuti'.
"Ba-baik Tuan!!" Balasnya dan mulai berjalan dibelakang Zovarein.
Disepanjang perjalanan, beberapa kali mereka bertemu bandit dan juga preman jalan, namun tidak satupun dari orang yang menghalangi jalannya dibiarkan hidup.
"Hei kau terlihat kaya, serahkan seluruh hartamu sebel..."
*Blashh!!!
Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Bandit itu berubah menjadi kabut darah, dengan jantung nya yang masih tetap melayang dihadapan Zovarein.
"Haaammpp!!"
Zovarein memakan jantung itu dan mulai melanjutkan perjalanannya.
"Rasanya sangat buruk, namun kekenyalannya begitu nyaman saat dimulut" Ucapnya yang membuat wajah prajurit itu pucat pasi.
"Hm?.. ternyata darahnya masih merah, kupikir karena terlalu banyak berbuat dosa darah mereka akan menjadi hitam ternyata sama saja"
!!!
Beberapa orang yang melihat kejadian itu merinding saat mendengar ucapan Zovarein barusan.
Tidak sedikit orang yang menjauh dan terduduk lemas di tempat mereka berdiri tadi saat melihat kejadian yang begitu mengerikan itu.
Namun mereka masih belum tau, bahwa kengerian yang sesungguhnya sedang menanti mereka.
——————
"Uwah.. Istananya semakin Norak, apa-apaan warna putih yang sangat jelek ini, bahkan mereka menambahkan ukiran burung merpati emas disetiap sisinya, sungguh seni yang buruk"
Saat ini Zovarein telah sampai didepan Gerbang Masuk Istana, para penjaga yang mendengar ucapan Zovarein barusan mengerutkan kening mereka dan mulai berjalan mendekati dirinya.
"Tuan.. apa anda sadar telah menghina Istana Kerajaan saat anda sedang berada didalam wilayah ini?" Ucap penjaga itu dengan sorot mata tajam yang menunjukkan bahwa dirinya sedang marah.
"Tentu aku tahu.." Balas Zovarein dengan singkat membuat penjaga itu semakin terprovokasi.
"Sialan dasar tidak tahu diri!!"
Penjaga itu mengayunkan tombaknya secara horizontal dan berniat membelah dua tubuh Zovarein.
*Trang!!
!!?
Wajah penjaga itu berubah pucat, 'bagaimana mungkin pakaiannya mengeluarkan suara besi yang berbenturan saat mata tombak menyentuhnya?'
Pertanyaan itu tidak hanya tertanam dikepalanya namun juga pada penjaga lain.
"Tombakmu sama buruknya dengan Istana ini"
*Krrrttt...
*Ctaang!!
Zovarein menghancurkan tombak itu hanya dengan menggenggam nya dengan keras.
Kini Penjaga itu kesulitan untuk mempertahankan kakinya agar tetap berdiri.
*Brakk!!
Ia terjatuh dan terduduk lemas dihadapan Zovarein, namun sebelum ia mengucap sepatah kata, ia dapat melihat tubuhnya sendiri saat kepalanya melayang dan terjatuh pada lantai batu itu.
Darah berceceran dan mulai membasahi pijakan mereka, namun darah itu langsung melewati Zovarein tanpa menyentuh sepatunya sedikitpun.
"Antarkan aku pada raja kalian jika ingin nyawa kalian tetap utuh!" Bentak Zovarein dengan nada penekanan.
"Ba-baik!!"
Mereka langsung berjalan dihadapan Zovarein sambil memandunya menuju tempat perjamuan diadakan.
——————
"Bagaimana pendapat anda sekalian mengenai makanan ini?" Tanya Belzef dengan ramah.
"Emm.. Ini sangat enak, aku rasa ini adalah makanan terbaik yang pernah aku rasakan dari semua makanan yang pernah aku makan" Ucap Roh Transparan itu sambil memakan makanan yang tersaji dipiringnya.
"Aku juga merasa ini sangat enak, didunia dewa, aku tidak pernah merasakan makanan se-enak ini" Ucap Dewa Abadi sambil menyeruput tehnya.
"Haha.. lagi-lagi anda terlalu memuji, semua ini telah saya persiapkan demi memulai rencana kita, dan setelah semuanya berakhir, sesuatu yang lebih enak dari makanan ini akan segera kita rasakan dengan penuh sukacita"
Mendengar perkataan Belzef, membuat kedua makhluk itu sangat penasaran dengan sesuatu itu.
"Wah.. Aku juga ingin mencicipinya, mungkin rasanya akan sangat busuk karena yang membuatnya adalah Makhluk hina sepertimu"
!!!
Mereka bertiga yang ada diruangan itu sangat terkejut saat melihat Zovarein yang sedang meminum secangkir darah ditangannya, dan duduk di sudut ruangan yang terdapat meja kecil disana.
"Mnn... Kurasa darah ini lebih segar dari pada teh burukmu itu" Ucapnya yang membuat ketiga makhluk itu merinding.
"Ka-kau!! apa yang kau lakukan disini! tidak... bagaimana kau bisa sampai kemari!!" Bentak Belzef yang mulai panik.
Dirinya bahkan sampai berdiri dari kursinya sambil menatap waspada kearah Zovarein.
"Hm?.. jangan seperti itu..."
*Swushh!!
Zovarein muncul disebelah Belzef dengan secangkir darah yang masih berada ditangannya.
"Kalian berniat untuk mengunjungi kediamanku, kenapa aku tidak bisa datang kemari? Haha.."
*Swush!!
Ia kembali pada kursinya.
*Slurrpp...
"Ah.. kau tau? darah ini milik salah satu penjaga gerbang istanamu, rasanya begitu enak... mungkinkah dia adalah orang suci disini? soalnya darah penjaga mu yang lain rasanya sangat buruk"
Zovarein mengambil sebuah jantung yang masih berdetak dari penyimpanan dimensinya.
"Haaammpp!!"
!!!
Wajah ketiga makhluk itu semakin pucat, baru kali ini mereka melihat hal mengerikan yang satu ini.
"Mnn.. penuh cita rasa, bagaimana apa kau mau memakannya juga? aku masih punya banyak"
Perkataan barusan langsung membuat Belzef naik darah, walau ia sangat ketakutan namun amarahnya dapat mengalahkan perasaan itu.
--"Ka-kau dasar Iblis!!"
_"Aku memang Iblis kok.. bahkan aku menjabat sebagai Rajanya..."
Kini urat-urat pada wajah Belzef mulai keluar, ia hampir tidak dapat mengendalikan emosinya lagi, sampai tiba-tiba Zovarein membahas sesuatu yang membuat mereka semakin tercengang.
"Apa kalian akan tetap menyerang Wilayah ku?... kuingatkan aku tidak akan memberi ampun pada kalian bertiga karena sudah berani berencana demikian" Ucap Zovarein dengan wajah datar, namun dibalik wajahnya tersirat sebuah ancaman.
"Cih.. kau pikir aku percaya pada gertakanmu itu?! beberapa menit lagi pasukan kami dari Tiga Benua, akan langsung menyerang Wilayahmu!"
"Yah.. sebaiknya kau pulang sekarang untuk melindungi keluarga bodohmu it... Aarrghh!!!"
*Buk!!
Tangan Kiri Belzef jatuh kelantai, erangan kesakitan terus terdengar selama beberapa saat sebelum dirinya berhenti berteriak dan menatap penuh benci pada Zovarein.
"Ini peringatan terakhir dariku, tarik mundur pasukan kalian atau sesuatu yang buruk akan menunggu saat kalian tiba dirumah masing-masing!"
Mata Iblis Penghancur milik Zovarein aktif dan membuat warna merah darah matanya berubah menjadi Ungu menyala, dalam sekejap Dewa Abadi dan Penguasa Roh Suci merasa seperti sedang terjatuh kedalam Jurang Kematian yang sangat dalam, sudah berapa lama mereka terjatuh tidak ada yang dapat menghitungnya.
Mereka hanya merasakan sesuatu yang sangat berat didalam diri mereka saat terjatuh, yaitu perbedaan kekuatan, jurang itu sama dengan jarak kekuatan mereka dengan Zovarein yang tak terukur jaraknya.
Itu berarti dimata Zovarein mereka dan pasukannya hanya sekumpulan Semut dan Pemimpinnya yang sedang berusaha untuk menjajah lautan.
Seketika mereka kembali pada Aula sebelumnya, disana mereka berdua dapat melihat bahwa Zovarein sedang tersenyum dingin kepada mereka.
"Kurang aja, berani kau memotong tanganku!" Belzef berteriak marah.
"Huh... lihat kedua bedebah itu, apakah mereka masih disini? kurasa mereka sedang meminta pasukan mereka untuk mundur..."
!!
Belzef langsung melihat kebelakang dan tidak menemukan Dewa Abadi dan Raja Roh disana.
*Plaak!!!
*Baamm!!!
Zovarein menampar wajah Belzef hingga manusia itu terlempar keras dan menabark dinding ruangan itu dengan kuat sampai menembus kedalam.
Zovarein mengangkat kepalanya, sekilas ia melihat wajah minta ampun pada manusia itu namun ia tidak peduli.
Ia mengambil tali pada penyimpanan dimensinya dan mengikat kedua tangan Belzef dengan erat.
Zovarein membawa manusia itu pada menara tengah yang paling rendah dari menara lainnya, lalu menggantung kan Belzef disana.
"Kau hanya perlu melihat kerajaanmu hancur tidak lebih"
""
*Blush!!
Mata Belzef terbuka lebar, beberapa kali ia berusaha untuk menutupnya namun tetap saja tidak bisa seakan ada beberapa jari yang memaksanya untuk tetap terbuka.
Begitu juga dengan tubuhnya yang tidak dapat digerakkan, hanya mulutnya saja yang dapat berbicara.
Tubuhnya juga sudah pulih, sayangnya energi sihirnya tetap dikunci oleh Zovarein sehingga ia terlihat seperti mayat tidak berdaya yang bergelantungan.
*Whush!!
*BAMM!!
*BAMM!!
*DUARR!!
Terjadi ledakan dahsyat dimana-mana, potongan tubuh beterbangan dan darah berceceran diberbagai tempat.
Teriakan kematian dan erangan kesakitan terdengar diseluruh penjuruh Kerajaan Azhesia.
"Ti-tidak.. hentikan itu.. TIDAAAKK!!!"
Belzef berteriak histeris saat melihat semua yang terjadi dihadapannya. Ingin dirinya menutup mata dan berhenti menyaksikan kehancuran dan pembantaian dihadapannya, namun Zovarein sama sekali tidak mengizinkannya.
"HENTIKAAANN!!! Sudah! A-AKU TI-TIDAK Tahan Lagi... Aarrrghh!!!!"
Sungguh Penyiksaan batin, mentalnya sudah hancur sejak kedatangan Zovarein kini semakin hancur lagi saat melihat bencana dihadapannya.
Kini matanya menatap kosong kedepan, dirinya yang sebelumnya berteriak-teriak kini terdiam seribu bahasa setelah menyaksikan bencana itu selama Setengah Jam.
'Keputusasaan'
Kata itu dapat mencerminkan kondisi Belzef saat ini, jika yang dihadapannya adalah rakyat biasa mungkin dia tidak akan terlalu peduli bahkan jika itu bangsawan kelas atas.
Namun yang dihadapannya saat ini adalah wilayah keluarganya sendiri!
Zovarein sedang membantai keluarganya dan dia tidak bisa berbuat apa-apa.
—————
Beberapa tahun silam, Belzef sebagai Kaisar sangat sering memberi perintah penangkapan Ras Iblis pada bawahannya.
Setiap seminggu sekali, ada sekitar ratusan bahkan ribuan Iblis yang mereka tangkap dan dijadikan budak.
Zovarein sebenarnya sudah menyelidiki ini, namun informasinya terlalu tertutup bahkan dirinya hampir menyerah akan kasus itu.
Sampai akhirnya ia mendengar dari Shin bahwa Penculikan itu, dilakukan oleh Kaisar Kekaisaran Azhesia yaitu Belzef Azeshion.
Baru beberapa saat setelah ia mendengar berita itu, ia kembali dikejutkan dengan berita perencanaan perang tiga benua pada wilayahnya.
Tentu ia sangat murka dengan hal itu.
Keputusasaan yang diberikan oleh Zovarein sebenarnya sangat ringan bila dibandingkan dengan ratusan iblis yang ditangkap perminggunya dan itu telah berlangsung selama 2 tahun, berapa milyar nyawa yang telah dihabisinya?
*Whush!!
"Haish... baru satu cabang keluarganya yang musnah dan dirinya sudah menjadi sejelek ini?"
Zovarein menatap kecewa pada ketahanan mental Belzef, sungguh disayangkan Belzef hanya mati dengan keputusasaan akibat hancurnya Kerajaan yang ia pimpin.
Zovarein belum sempat menyiksa nya untuk memberikan keputusasaan yang sesungguhnya namun kesadaran manusia dihadapannya entah mengapa sepertinya telah hilang sedaritadi.
*Blashh!!
Zovarein mengayunkan tangannya dan tubuh Belzef langsung menjadi Kabut darah.
Selanjutnya Zovarein melesat dengan kecepatan Cahaya menuju Kekaisaran lainnya dan menghancurkannya seperti Kekaisaran Azhesia.
Walau yang berkumpul hanya Belzef, Dewa Abadi dan Raja Roh, tetap saja mereka semua telah terlibat.
Pasukan mereka yang berada diperjalanan menuju kekaisaran Azhesia adalah bukti nyata dari pemikiran Zovarein itu
Sudah 61 Negara yang dihancurkan oleh Zovarein, disetiao negara itu paling sedikit, terdapat 6-8 Kekaisaran. Selama 3 Hari penuh, Ia memusnahkan 61 Negara itu tanpa jeda sedikitpun.
Berapa milyar nyawa manusia melayang ditangannya? ia sendiri tidak dapat menghitungnya karena fokus menghancurkan.
Kini 89% Negara di Dunia Manusia/Benua Manusia telah hancur, hanya tersisa ratusan desa dan kota kecil yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan penyerangan ke wilayah Iblis.
Tumpukan ratusan mayat kini membentuk pegunungan setinggi 20 meter dan berjejer kesisi yang berlawanan.
Zovarein berjalan dan menaiki tumpukan paling tinggi dan menancapkan kakinya kedalam mayat yang berada di paling atas setelah sampai disana.
Senyuman penuh kekejaman, dendam, dan penghinaan terukir jelas diwajahnya.
Mata merahnya yang tajam berubah keunguan dan menjadi seterang cahaya ketika menatap sekelilingnya yang sudah menjadi lautan mayat dan darah merah milik manusia.
"Aku pernah ingat Ayah mengatakan kalau Manusia adalah Ras yang paling ia Cintai, sehingga kedua kakak dan kelima adikku yang Manusia mendapat perlakuan Khusus, berbeda denganku dan kesepuluh saudara dan saudariku yang Iblis, serta puluhan lainnya dengan ras berbeda hampir tidak dianggap olehnya sama sekali"
Zovarein melihat keatas dengan Mata Iblis Penghancurnya, dengan sorot mata tajam itu ia seakan ingin membunuh seseorang yang diatas sana dengan tatapannya, namun sama sekali tidak bisa karena jarak mereka terlalu jauh saat ini.
Target Zovarein yang selanjutnya adalah Dunia Dewa, Tempat yang dipenuhi oleh Energi Suci itu sama sekali tidak mempengaruhi gerak Zovarein.
Dia bergerak kesana-kemari sembari menghancurkan setiap tempat yang dihuni oleh para Dewa itu.
Ia menghancurkan 7 Istana Dewa dan hanya menyisakan Istana Dewa Abadi sebagai makanan penutup di Dunia Dewa/Benua Suci itu.
"Raja Iblis.. aku mohon ampuni kesalahanku yang menerima ajakan manusia rendahan itu, sebagai gantinya bunuh saja aku dan biarkan tempat ini tetap utuh" Ucap Dewa Abadi sambil bersujud dibawah kaki Zovarein.
Walau sedikit berat, namun Zovarein mengiyakan ucapan Dewa Abadi.
Sebutannya memang Dewa Abadi, namun ternyata dia dibunuh oleh Zovarein hanya dalam satu jentikan jari.
Dirinya membiarkan IntiMuasal Dewa Abadi mencari tubuh baru dan tidak menghancurkannya seperti milik Raja Dewa yang lain.
Kini seperti wilayah manusia, 89% Benua Suci telah hancur dan menyisakan Istana Dewa Abadi yang masih berdiri tegak.
Bahkan hanya untuk keluar seincipun dari rumah, para Dewa itu harus memikirkannya seribu kali agar tidak terlihat oleh sepasang mata keunguan milik Zovarein.
Target terakhir adalah Hutan Roh, setibanya di perbatasan benua itu, dirinya dapat melihat seluruh tempat itu, ditutupi oleh Hutan lebat dan tidak ada satupun bangunan yang terlihat.
Karena seluruh wilayahnya adalah hutan, kini pekerjaan Zovarein lebih mudah.
""
*Blarr!!!
Hutan itu mulai terbakar dengan Api Hitam Abadi, selama Zovarein tidak berniat untuk menghentikan pembakarannya, maka Api itu akan terus membesar dan tidak akan pernah padam.
Jutaan Roh mulai musnah diikuti Ratus Ribuan Roh Suci juga mengorbankan diri mereka demi menghentikan Api tersebut, namun usaha mereka sia-sia.
Pohon-Pohon yang memiliki Energi Kehidupan dan Energi Suci yang melimpah mulai tumbang dan hangus satu persatu.
Hari yang cerah dihutan Roh itu kini berubah menjadi hari penuh teriakan Roh yang musnah satu persatu dan menggelapkan langit biru yang cerah.
Setelah Hutan itu terbakar sampai 57% nya, barulah Raja roh menampakkan dirinya dihadapan Zovarein lalu mulai bersujud.
"Ra-Raja Iblis.. mohon hentikan Sihirmu itu, aku tidak tahan lagi melihat bangsaku mati begitu saja saat terkena api tersebut!, akan kuserahkan nyawaku sebagai jaminan keselamatan mereka!"
Ucap Raja Roh dengan penuh keteguhan, sepertinya dirinya telah memikirkan hal ini dengan matang.
"Baiklah.. aku juga cukup bosan karena mereka tidak berteriak sama sekali"
*Tiikk!!
Zovarein menjentikkan jarinya dan Api Hitam itu langsung menghilang dan menyisakan Setengah Hutan Roh yang telah hangus terbakar.
Dari penyimpanan dimensinya, Zovarein mengeluarkan sebuah pedang berwarna Hitam-Putih.
Ia meminta Raja Roh itu masuk kebagian putih pedang itu dan langsung diterima olehnya.
"Haahhh.. membosankan, kupikir ini akan menyenangkan, ternyata tidak ada yang bisa menyaingi teriakan manusia yang berada diambang Kematian"
Zovarein menyayangkan hal yang tidak seharusnya disayangkan, bahkan Raja Roh yang mendengar itu sangat terkejut.
Saat ini Raja Roh telah menjadi Roh suci dipedangnya, dengan begitu Energi Suci yang dapat Zovarein kendalikan semakin bertambah.
"Oh iya aku baru sadar... ternyata pakaianku telah dibasahi oleh darah manusia hina itu, akan kupamerkan pada Shin nanti sebelum menggantinya hihihi.."
""
*Whushh!!
Zovarein menghilang dan muncul tepat dihadapan seluruh pasukan yang saat ini tengah berjaga.
"Yo! Kalian semua, terima kasih atas kerja kerasnya, kalian sudah boleh kembali kok"
!!!
Mereka semua tercengang dengan penampilan Raja mereka.
Walau tidak ada kerusakan pada Jubah, Baju, ataupun Celananya namun seluruh tubuhnya kini dibasahi oleh darah merah yang mereka tebak sebagai darah manusia.
"Ho-Hormat Pada Ya-Yang Mulia!!"
"Selamat datang kembali paduka!" Ucap mereka dengan nada bergetar.
Sedikit pandangan baru terhadap Zovarein mulai terukir pada hati dan pikiran mereka yaitu....
"Sangat Gila Akan Penyiksaan!!"
Bagaimana mungkin Raja mereka itu dapat tersenyum lebar dengan bekas darah pada wajah dan seluruh pakaiannya?
Tidak ada lagi hal mengerikan yang dapat membuat mereka terkejut setelah melihat hal itu.
Meskipun ditempat mereka berkumpul saat ini juga terdapat banyak manusia yang sudah menjadi daging mati dan banyak genangan darah yang muncul kepermukaan.
Penampilan Zovarein dengan Aura Kematian yang menyelimuti tubuhnya jauh lebih mengerikan.
—————
Nama Zovarein Thorias kini telah diagung-agungkan oleh Seluruh Kehidupan yang ada di Dilhade.
Dirinya yang sebelumnya mendapat julukan Raja Iblis kini telah mendapat gelar baru sebagai Tirani.
Julukan itu diberikan oleh Manusia karena sama sekali tidak ada ampun bagi mereka yang berani menentangnya.
Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias.
Diumurnya yang baru menyentuh angka 9.991 Tahun itu, ia mendapat sebuah gelar yang bahkan tidak pernah didapatkan oleh Raja Iblis sebelum dirinya.
Bukan Hanya Tirani, bahkan ada Ribuan julukan dan Gelar yang diterimanya dan hanya Tirani-lah yang dipasangkan pada jabatannya.
Banyak Cerita tentang kekacauan itu yang dibukukan dan menjadi pelajaran sejarah untuk mereka yang ada dimasa depan.
Beberapa buku bahkan melebih-lebihkan Kisah itu.