part_1
Pagi ini Yuna berjalan dengan hati senang dikoridor rumah sakit . Yuna ingin memastikan jika dugaannya benar . Namun apa yang ia lihat meluruhkan asanya .
Bagai disambar petir , tubuh Yuna luruh kelantai . Air matanya mengalir deras , hatinya terasa dihantam puluhan ton besi .. Remuk , luluh lantah .
Suaminya dan sahabatnya . Bagaimana bisa .
Apakah begini jadinya pernikahan tanpa pondasi cinta melainkah berpondasi perjodohan . Inikah balasan keterpaksaan tanpa keikhlasan .
Sepanjang perjalanan pulang Yuna terus menangis . Sesampai dirumah Yuna hanya mengurung diri dikamar . Hatinya benar benar sakit .
"sayang , kata bibi kamu belum makan dari siang" Arya bertanya lembut sambil membelai surai hitam milik Yuna .
"ayo makan . Mas juga belum makan loh" sambung Arya lagi .
"aku nggak lapar , kamu pergi makan sendiri saja" suara Yuna pelan namun terdengar datar .
"kamu kenapa sayang ? nggak biasanya begini " heran Arya . Yuna adalah tipe wanita hangat . Dia tidak pernah bicara sedatar itu padanya .
"aku hanya kurang enak badan , biarkan aku istirahat"jawab Yuna masih dengan nada datarnya .
"baiklah , istirahatlah"
Cup .. Arya mengecup kening Yuna lalu beranjak pergi .
Bagi Yuna , semua perhatian , kehangatan yang Arya beri kini terasa semu . Rasanya hambar . Ahh .. Mungkin efek sakit hati Yuna yang luar biasa hingga tak mampu lagi melihat kasih sayang Arya .
Dua hari paska Yuna mendapati kenyataan yang menyayat hati .Sikap Yuna yang biasanya hangat dan ceria perlahan berubah dingin dan pendiam ..
Arya merasa aneh tentunya . Hanya saja saat Arya bertanya Yuna selalu menjawab "mungkin hanya perasaanmu saja" .
Bagaimana hanya perasaan Arya saja . Yuna memang masih selalu menyiapkan kebutuhannya dari pakaian hingga makanan . Tapi tidak dengan ranjang .
Yura yang dulu selalu manja , selalu meminta dipeluk sebelum tidur kini selalu tidur membelakangi Arya . Saat Arya hendak menyentuhnya Yuna selalu menghindar .
Arya tahu ada yang salah dengan hubungannya dengan Yuna .
Sedang Yuna , dengan mati matian menekan rasa sakit hatinya setiap dekat dengan Arya . Berasa hatinya dipukuli besi berkali kali . Sakitnya hingga membuat sesak nafas .