Ketika lonceng berbunyi apa yang akan kamu lakukan?
Malam Halloween adalah malam yang menyenangkan. Berkumpul dengan keluarga, mendapatkan banyak permen, dan bermain-main dengan teman adalah hal yang paling aku tunggu-tunggu. Malam hari tiba, saat aku merapikan kostum vampir, bel rumahku berbunyi.
"Tunggu sebentar James," teriakku sambil merapikan sedikit jubah vampir.
Ceklek....saat aku membuka pintu tidak ada seorangpun yang kulihat.
"James, Philips, Barbara, apa kalian ada di luar?," tanyaku sambil melihat sekitar.
Karena tidak ada yang menjawab aku memutuskan untuk kembali menuju kamar. Beberapa langkah aku bergerak suara lonceng rumahku terdengar. Dengan sigap aku membuka pintu, namun tidak ada seorangpun yang aku lihat.
"Hey! jika kalian main-main aku tidak akan berteman dengan kalian," jawabku kesal.
Aku menunggu untuk beberapa saat, dirasa tidak ada orang aku menutup pintu dengan kasar.
"Huh, pasti mereka lagi iseng," ucapanku memakai.
Brak....Suara piring jatuh dari arah dapur. Saat aku memeriksa keadaan aku sangat terkejut. Tubuhku gemetar dan aku jatuh terduduk.
"James, Philips, Barbara....kalian....mama...apa yang mama lakukan?," aku menangis melihat mama membawa kepala James dengan enteng.
"Ada apa Luca?," ucapnya enteng.
"Mama, i-itu pasti properti bukan?".
"Apa yang kamu maksud? ini temanmu, teman yang selama ini kamu sayangi. Mama sangat senang hati mengawetkan mereka".
Saat mama mendekat, dengan sigap aku mengambil sebilah pisau yang berada di meja.
"J-jangan mendekat," sahutku panik.
"Apa yang kamu lakukan Luca? kamu mau membunuh mama?".
Aku benar-benar kesal bercampur dengan kesedihan. Seharusnya malam ini adalah malam bahagia untuk kami. Seharusnya tidak seperti ini.
Aku berjalan menuju arah mama kemudian menusuk jantungnya. Terlihat wajah mama tersenyum lebar. Sesaat sebelum nyawanya tiada mama mencongkel kedua bola matanya.
"Mama sangat sayang padamu," ucapnya sambil menyerahkan kedua bola matanya kepadaku.
Suka dengan ceritanya? kunjungi Chat Story ku dengan judul yang sama.