Sabtu, 6 November 2021
Hujan disore hari. Mengingatkanku apa itu arti mengikhlaskan, dan melupakan. Disetiap tetes hujan yang turun mewakili kenangan yang telah lama aku simpan dilubuk hati.
Aku masih ingat saat kita terjebak di suatu rumah kayu di tepi sawah, saat itu hujan turun deras. "kita berlari menepi, "saat itu tanpaku sadari tanganmu menggegam tanganku, rasa hangat gengamanmu membuatku lupa akan rasa dingin yang menerpa tubuhku. Membuatku selalu ingin dekat bersamamu walau badai atau hujan yang menghadang aku siap untuk melewati semua itu bersamamu.
Banyak sekali pertanyaan dibenakku, apakah ini sebuah kebetulan atau takdir yang dipersiapkan untuk mengenalmu lebih jauh. Untaian kata demi kata terus terucap dibibirku, mengenalmu adalah suatu hal baik yang pernah ada dalam hidupku. Perlahan kau bisikan kata yang membuatku berharap agar kata itu bisa terdengar oleh langit untuk dikabulkannya, namun semua itu berakhir ketika hujan telah redah. Kau memutuskan untuk pergi meninggalkanku setelah telfon berdering di dompetmu, perlahanku menghapirimu untuk meminta nomor hp namun tampak dari kejauhan datang sebuah mobil putih lalu turun seorang yang berpakaian rapi dengan membawa payung, lalu kau pun pergi denganya tanpa mengucap kata apapun.
Aku kembali duduk sambil menatap langit senja dan berpikir untuk melupakan semua kejadian yang telah menimpa. Tiba-tiba tampak dari kejauhan pelangi muncul menghias awan. Sempat terlintas kata dipikiranku.
"Aku tau hanya awan lah yang bisa menemani langit sedangkan peranku hanya sebagai pelangi yang sekedar memberi warna lalu bias sendirinya"
***
Terimakasih banyak sudah membaca! Semoga hari-hari kalian menyenangkan^^