Ma, menjadi dewasa itu ga enak.
Aku terlalu kecil untuk dunia ini
Dunia ini terlalu jahat Ma:(
Menilai hasil tanpa melihat perjuangan ku.
Aku yang dulu sulit dibangunkan, sekarang aku harus bangun lebih awal untuk menghadapi dunia ini.
Aku yang dulu sering melupakan sarapan yang kau buat, sekarang aku justru sangat merindukan masakan mamak yang ala kadarnya.
Ma, aku kangen, kangen omelan mamak tiap pagi, kangen dengan ceramah panjang lebar darimu yang terkadang membuat telinga ini sakit.
tapi sekarang, aku malah rindu dengan omelan mu dipagi hari, ceramah panjangmu kala aku melawan.
Tapi itu dulu, sekarang udah ga ada lagi.
maafkan lah aku yang belum bisa menjadi anak yang baik dimatamu, tindakan ku yang selalu salah, dan cara bicaraku yang terkadang tidak sopan, mungkin sering membuat dirimu menagis.
tapi, boleh kah aku jujur, Mak? aku begini ada alasannya, aku merasa Mamak pilih kasih, tidak adil dalam berbagi sayang atas ku dan kakak ku.
aku yang awalnya berhenti sekolah karena ingin menjagamu, justru menjadi sebuah penyesalan bagiku.
bukan, aku bukannya tidak ikhlas merawatmu, hanya saja, pernahkah terbersit dalam pikiranmu betapa sakitnya aku setiap kali Kau mengutamakan kakak dalam segala hal? Belum lagi kasih sayang yang tak pernah kudapatkan darimu.
Seolah perjuanganku tidak ada artinya dimatamu, aku sakit hati, Mak. setiap hari aku menanggung sakit itu sendiri. perlakuan mu yang membuat ku jadi pembangkang, Kau yang selalu membandingkan aku dengan anak tetangga, atau dengan kakakku, Kau yang selalu memarahi dan membentak aku hanya karena kesalahan kecil, bahkan tak segan Kau berkata bahwa aku anak yang tidak berguna. Seketika hatiku luluh lantak, Mak. sakit sekali di perlakukan seperti itu
Andai Kau masih ada, Mak, rasanya ingin sekali memperbaiki segala yang rusak, dan kembali ke masa seperti dulu, saat aku masih kecil dan bersekolah.
Dulu aku hanya menangis saat aku terjatuh, dan sekarang aku jatuh menghadapi dunia ini.
Apakah aku harus menangis Ma?
Aku rindu dengan tangan yg ku cium setiap pagi, dan tangan itu sekarang jauh.
Tangan itu yg dulu memelukku dari buasnya dunia luar.
Rasanya ingin sekali bertemu denganmu, menceritakan hal yang terjadi padaku hari ini, lalu bersandar di pundakmu dan mengatakan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja.
Aku mau kau tetap disini bersamaku, ada banyak ceritaku untukmu. Jangan beranjak, jangan pernah lelah mendengarkan.
Mamak, sungguh aku merindukan mu.
Aku mencintaimu
Lubuk Dalam, 06 November 2021
masih pemula, mohon kritik nya kawand kawand