Dalam dekapannya tubuh itu mendingin. Jemari mereka yang saling bertaut lepas. Saat ombak pasang kembali menghempas, raga semu kembali menjadi partikel-partikel pasir yang luruh tersapu gelombang.
Segala sesuatu datang dengan bayaran, untuk mendapatkan harus ada yang dikurbankan. Dan sebagai remunerasi untuk kutuk keji tersebut harga yang harus dibayar gadis itu adalah kehidupannya sendiri.