Aku pernah menjalin hubungan dengan laki-laki keturunan belanda enam tahun lalu, hubungan kami berjalan dengan semestinya sampai aku menyadari jika laki-laki yang aku cintai itu bukanlah manusia. Aku masih bisa menerima dia meski aku tahu jika dia bukan manusia sepertiku, tapi dia memutuskan menghilang setelah hampir setahun lebih hubungan kami.
Dia tak mau jika nantinya aku akan terus terikat olehnya, ia sadar betul dirinya hanyalah sebuah roh gentayangan. Aku masih ingat obrolan terakhir kami saat dia menyuruhku untuk lebih taat beribadah, lebih mencintai diriku sendiri dan memintaku lebih bahagia dan berbaur dengan orang banyak. Dia lebih menasehati ku pada saat itu.
Dia juga pernah berkata jika dirinya kembali ke tubuhnya mungkin kisah kita akan berakhir, Aku yang dengan bodohnya menjawab jika tak ada roh yang meninggalkan tubuhnya lebih dari setahun dan tak mungkin dia koma selama itu. Namun dia dengan optimisnya menjawab jika dia akan kembali,dia benar-benar pergi dariku mungkin lebih tepatnya benar-benar kembali ke tubuhnya. Aku pun tidak tahu pasti.
Aku masih mengingat jelas wajahnya itu, perasaanku masih sama mencintainya setelah enam tahun berlalu. Aku masih belum bisa melupakannya. Hingga suatu hari saat aku menelusuri sisiran Pantai, aku bertemu sosok laki-laki yang amat begitu ku kenal. Aku memberanikan diri menyapanya, mengajaknya untuk mengobrol. Hinga kami menceritakan kisah kami satu sama lain dan sampai di titik dimana jika orang yang kami cari itu sama.
Dia memelukku saat tahu jika aku adalah wanita yang selama ini dia cari, dia juga memintaku menjalani hubungan yang dulu dari awal lagi. Aku senang saat bertemu dengannya, karena aku merasa do'aku selama ini didengar, namun jika untuk menjalin hubungan lagi aku masih ragu. Padahal ini yang begitu aku inginkan dari dulu.