Brakkk, Hyura mendengar seperti ada benda yang jatuh dari ruangan kerja pacarnya. Hyura pun buru buru membuka pintu ruangan kerja pacarnya itu, yang bernama Mezi. Betapa terkejutnya ia, mendapati pacarnya terkapar di lantai.
"Sayang! bangun!", ucap Hyura sambil menggoyang goyangkan tubuh Mezi. Hyura pun terkejut melihat ada secangkir gelas berisi teh yang ada di tangan Mezi. Ia pun mencium bau dari teh itu. Hyura pun mencoba meneteskan air teh itu ke lidahnya. Dan yang dirasa hanyalah pahit. Kini ia mengerti alasan mengapa pacarnya itu pingsan. Ada racun di dalamnya.
Hyura adalah seorang perempuan yang tomboi, karena itu Mezi yang seorang pengusaha kaya raya itu menyukainya. Lalu, dari luar ruangan, Hyura mendengar ada langkah kaki di tangga menuju arah bawah. Hyura pun langsung berprasangka itu adalah orang yang meletakkan racun ke teh milik Mezi.
Benar saja, orang itu terlihat mengenakan masker dan topi, sehingga tidak ada seorang pun yang mengetahui identitasnya. Hyura pun cepat cepat mengejar orang itu dan menarik topinya. Hyura pun terkejut, karena orang yang ada di depannya adalah Tiara, mantan pacarnya Mezi. "Tiara!", teriak Hyura saat terkejut melihat orang yang di depannya.
Tiara pun berusaha untuk kabur dari perusahaan itu. Namun, usahanya sia sia, karena bodyguard Mezi sudah ada di depan Tiara dan memegang tangannya, agar Tiara tidak kabur. Hyura yang mendapat kesempatan pun tidak tinggal diam, ia menggeledah saku yang ada di celana Tiara. Dugaannya pun benar, terdapat serbuk yang terbungkus dengan plastik kecil.
"Tiara! Kamu meracuni Mezi!?", bentak Hyura kepada Tiara setelah ia mencium bau serbuk itu sama dengan bau teh yang diminum Mezi tadi. "Minggir! Kamu merebut Mezi dariku! Seharusnya yang meneguk racun itu kamu, bukan Mezi!", bentak Tiara kepada Hyura. Hyura pun membalas omongan Tiara, "Salah siapa dirimu ini matre, makanya Mezi memilihku, dan meninggalkanmu!". "Diam! seharusnya yang Mati itu kamu, bukan Mezi!", bentak Tiara. Hyura yang mendengar kata mati pun terkejut. "Jangan jangan Mezi bukan pingsan, tapi mati", batin Hyura.
Hyura pun segera balik badan menuju ruangan kerja pacarnya itu. Ia cek nadinya, dan berharap ia masih hidup. Hyura pun terkejut, karena tidak ada detak jantung dan denyutan nadi dari pacarnya itu. Hyura pun buru buru menyuruh dokter pribadi Mezi untuk mengecek keadaannya.
Namun, benar apa yang dikatakan dokter pribadi Mezi itu. Mezi sudah kehilangan nyawanya. Hyura pun hanya bisa bersedih dan menyalahkan ulah Tiara.
Amanat:
1. Untuk laki laki, jangan memilih wanita matre, karena akibatnya besar, karena, biasanya wanita matre itu menghalalkan segala cara.
2. Fokuskan diri pada korban, jangan menyalahkan pelaku dulu, karena bisa jadi korban sangat membutuhkan pertolongan.
#Tantangan Hari 15
#Racun