Hari ini benar-benar hari tersialku. Pertama aku bangun kesiangan. Lalu aku hampir tabrakan. Dan sekarang aku terjebak dalam lift yang rusak. Mana hari ini adalah hari pertamaku bekerja, kalau aku terlambat absent takutnya aku bakal dipecat.
"Tenang, kamu tidak akan dipecat."
Riska kaget mendengar orang yang bicara dengannya. Karena riska benar benar tidak menyadari kalau dalam lift itu juga terdapat seorang pria.
"Mengapa kamu begitu yakin. Apakah kamu tidak tahu, kabarnya pak ceo, pemilik perusahaan ini bersifat sangat kejam dan dingin. Dia bisa memecat siapapun dan menghancurkan siapapun dalam sekejap mata.
"Apa dia sekejam itu. Tapi aku mendengar dia itu orang yang sangat baik dan tampan.
Mereka pun terus mengobrol sambil menunggu lift nya diperbaiki. Nama pria itu adalah teo saputra.
30 menit kemudian, lift itu sudah diperbaiki. Mereka kemudian berpisah, riska harus absent dan teo pergi kekantornya.
Saat absent riska disuruh menemui pak ceo. Ia merasa takut kalau dia akan dipecat karena keterlambatannya ini. Dengan gugup dan gemeteran ia masuk kekantor ceo. Saat masuk, riska melihat teo sedang duduk di kursi bos.
"Teo, ka..kamu mengapa bisa ada disini. Dimana pak ceo. Kalau pak ceo tahu kamu duduk di kursinya nanti kamu dipecat.
Teo hanya diam saja. Lalu sekretaris perusahaan datang dan memberikan dokumen kepada teo untuk ditandatangani.
"Pak teo, ini dokumen yang harus anda tanda tangani."
"Iya. Kamu pergi saja dulu."
"Baik, permisi pak."
Riska terkejut mengetahui teo adalah ceo perusahaan.
"Apa.. teo adalah pak ceo. Bagaimana ini, aku tadi mengtakan hal buruk tentangnya di hadapannya. Hari ini benar-benar hari yang sial." Gumam riska.
Lalu dengan gugup riska meminta maaf kepada teo atas kejadian di lift.
"Emn.. itu.. pak teo. Saya minta maaf atas yang saya katakan di lift tadi. Saya mohon jangan pecat saya, pak."
"Oh.. jadi kamu pikir saya orang yang kejam, yang bisa memecat dan menghancurkan hidup orang seenaknya."
"Eng..gak. pak teo itu orang yang sangat tampan, baik, pintar, dermawan, bla bla bla bla.......
"Humm.. wanita yang lucu." Gumam teo. "Kalau kamu begitu menyanjungku, bagaimana kalau kamu menikah denganku."
Lalu riska pun terdiam. Ia tidak tahu apakah ini keberuntungan atau kesialan. Keberuntungan menikah dengan ceo yang kaya dan tampan. Serta kesialan menikah dengan orang yang dirumorkan kejam dan dingin.
"Hei.. kenapa kamu terdiam."
"Itu.. pak, apa boleh saya menolaknya?"
"Tidak"
"Aduh.. bagaimana ini, pak teo mulai marah. Aku harus memikirkan cara agar tidak merugikan diri sendiri." Gumam riska.
Setelah dipikirkan, riska memutuskan untuk melakukan pendekatan selama 1 bulan. Kalau dalam 1 bulan mereka tidak cocok maka mereka tidak akan menikah. Teo pun setuju dengan keputusan riska.
Selama pendekatan, riska semakin memahami teo. Ternyata teo tidak seperti yang dirumorkan. Dan lama kelamaan perasaan cinta mulai muncul di hati riska.
Satu bulan berlalu, merekapun mengadakan sebuah pesta pernikahan yang sederhana dan indah.