Dipagi yang indah. Ririn bermimpi ada seorang pangeran berkuda putih hadir dalam mimpinya sambil berkata "kita akan segera bertemu, bidadariku." Lalu pengeran itu menghilang dan ririn pun terbangun dari mimpinya.
"Huh.. mengapa sih cepet kali perginya. Aku kan masih ingin melihatnya. Tadi pangeran mimpiku berkata kami akan bertemu. Apa itu mungkin. Hmm.. sudahlah gak usah dipikirkan lagi. Sudah jam segini, kalau tidak bersiap-siap nanti aku terlambat kekantor.
Ririn pun bersiap dan pergi kekantor. Saat dijalan ririn dihadang oleh sekelompok perampok yang ingin mencuri tasnya. Lalu mobil warna putih dan mewah datang menghampiri ririn. Setelah itu keluarlah seorang pria yang gagah dan tampan. Ia membantu ririn.
Setelah berhasil mengalahkan perampok itu, ia mendatangi ririn. Pria itu mengulurkan tangannya.
"Kamu tidak papa."
Ririn pun menggapai tangannya dan berdiri. Saat dilihat ternyata pria itu adalah pangeran yang muncul dalam mimpi ririn.
Ririn merasa bahagia, ia terus memandang pria itu sambil melamun.
"Hei.. kau.. kau tidak papa?"
"Ng.. iya, aku gak papa kok."
Mereka pun saling mengobrol. Nama pria itu adalah danil. Seusai mengobrol, danil pun mengantar ririn kekantor tempat ririn bekerja.
Saat sampai dikantor, danil dan ririn masuk bersama. Betapa terkejutnya ririn mendengar semua kariawan memanggil danil "pak direktur". Ternyata danil adalah pemilik kantor itu.
Hari-hari berlalu, danil dan ririn pun semakin dekat. Mereka sering barsama, makan siang bareng, pergi dan pulang kantor bareng. Hingga timbullah perasaan diantara mereka berdua.
Suatu hari danil membawa ririn kesuatu tempat. Lalu ia mengeluarkan sebuah cincin sambil berkata "maukah kau menjalani hidup bersamaku, wahai bidadariku." Ririn pun jadi terpana dan ia langsung menerima lamaran danil.