Brian dan anaknya, pergi ke arah timur dengan mengendarai mobil jeep hitam, meninggalkan rumah joglo yang terlihat sepi.
"Kita mau pergi kemana yah"
"Kita mau ke rumah nenek, Ayah ada urusan sebentar, jadi kamu tinggal dengan nenek ya"
Sejak kematian ibunya seminggu yang lalu, Annabelle tinggal dengan neneknya, ia anak yang penurut walau umurnya baru 5 tahun.
"Ngga mau, Annabelle mau ikut" bantahnya.
"Jangan nakal, cuma sebentar kok, nanti tak belikan eskrim. "
eskrim adalah makanan kesukaan Annabelle, tapi ibunya sering melarang Annabelle makan es krim.
"ngga mau pokoknya mau ikut! " teriak Anna
Brian terdiam sejanak, ia memandang anak perempuannya itu lalu kembali melihat kedepan, ke jalan tepatnya.
Brian memutar balik mobilnya, ia kini menuju ke arah utara.
Setelah beberapa menit berkendara, mereka berhenti di sebuah indomaret.
hari mulai gelap, walau tak pasti karena apa, mungkin karena awan hitam yang tebal atau sore yang mulai berganti malam.
"ayo turun, ayah mau beli rokok" Brian membuka pintu.
"aku mau es krim" Annabelle sepertinya terlihat tidak mau turun dari mobil.
"disini aja, ngga takut" tanya Brian
"ngga, kan ada ibu" Annabelle menoleh singkat ke bangku belakang.
Brian langsung ikut menoleh, tapi tak ada siapapun di bangku belakang itu.
Ting tong, bunyi alarm rumah jasmine. tak lama kemudian, wanita berambut pirang muncul dari balik pintu.
"Hallo , siapa nama gadis cantik ini" Jasmine langsung jongkok sambil memegang tangan Annabelle.
kemudian mereka bertiga menonton TV bersama, sambil memakan makanan yang di hidangkan oleh jasmine. tak lama, Annabelle tertidur, Jasmine mengambil selimut,dia menyelimutkanya ke tubuh jasmin dan mengajak Brian ke kamarnya.
Matahari mulai terbit, Brian keluar kamar sambil ngengencangkan ikat pinggangnya. Dia berjalan menuju dapur seperti sedang di rumahnya sendiri, seperti biasa, ia akan minum kopi di pagi hari.
Brian tak mendapati prutinya di sofa besar depan TV. Dia panik, segera meletakkan cangkir kopinya, mencari-cari di setiap ruangan yang ada di rumah tersebut, tapi tak menemukannya.
Kemudian ia keluar rumah, dan melihat Annabelle di dalam mobil, dengan napas ter engah-engah Brian menghampiri.
"Kenapa kamu di sini" Brian kawatir.
"ayo kita pulang" kata Annabelle.
"sebentar Ayah mau mengambil kunci mobil dulu" Brian berjalan memasuki rumah.
Saat ia membuka kamar yang tadi ia tempati ia sangat kaget dan syok. Jantungnya berdetak sangat kencang, badannya terasa dingin, keringatnya membasahi kulit seketika.
Jasmine tergeletak di atas kasur tak bernyawa, bahkan kepalanya sudah tak berbentuk lagi. Brian dengan gemetar keluar dan mengambil ponselnya dari saku celana.
Beberapa saat kemudian, sudah ada banyak polisi yang datang, beberapa terlihat mengumpulkan barang bukti di dalam rumah, ada yang membatasi sekitar rumah dengan garis polisi.
Brian sedang di tanyai oleh dua polisi, Annabelle masih berada di dalam mobil.
"Boleh kami periksa mobil anda pak!? " tanya seorang polisi.
"Apa kau mencurigai saya, oh tentu kau boleh periksa semua, bahkan sampai ke mesin-mesinnya" kata Brian jengkel.
Polisi itu saling bertatapan, kemudian yang satu menyuruh memeriksa.Bagasi di buka oleh Brian dan tak ada apa apa di dalam. kemudian polisi membuka pintu belakang, sambil menunduk masuk kedalam, ia menemukan tas gendong kecil, yang sepertinya milik Annabelle di sekitar lantai mobil untuk pijakan kaki. Kemudian ia membukanya.
"Astaga, ya Tuhan" polisi itu kaget, ia menemukan palu berlumur darah.
#Horor&Misteri