Aku menyipitkan pandanganku, tiba-tiba saja pandanganku menjadi buram. Aku juga tidak tahu sedang ada di mana. Tempat ini begitu asing bagiku, di depanku ada lahan kosong yang ditumbuhi tanaman ilalang. Ilalang-ilalang itu sudah kering, tidak berwarna hijau lagi.
Ada seseorang berdiri di seberang jalan. Berhadapan denganku, tetapi sayang aku tidak dapat melihat dengan jelas rupa orang itu. Namun, aku berusaha memperjelas penglihatanku. Penasaran juga siapa orang itu, mungkin aku bisa bertanya padanya di mana sebenarnya aku berada.
Aku pun memutuskan untuk menyeberang jalan. Jalanan sangat sepi, tidak ada satu pun kendaraan yang melintas. Jadi, tanpa waspada aku menyeberang. Namun, tiba-tiba entah dari mana datangnya ada sebuah truk yang melintas. Seketika aku terdiam membeku, pandanganku hanya terfokus pada satu titik. Yaitu pada seseorang yang berdiri di seberang sana, dia juga sedang menatapku.
BRAK!
Mataku spontan terbuka sempurna, keringat dingin mengucur deras membasahi seluruh tubuhku. Aku melihat sekitar dan hembusan napas lega keluar dari mulutku. Saat ini aku berada di dalam kamarku dan sepertinya yang tadi itu hanyalah mimpi. Sungguh mimpi yang tidak ingin terulang lagi.
Aku bersiap ke sekolah, hari sudah mulai siang dan aku tidak mau terlambat. Setelah siap, aku segera berangkat. Berjalan menuju sekolah adalah hal biasa bagiku. Jarak rumah ke sekolah tidak terlalu jauh. Kini aku sudah sampai di pinggir jalan raya. Bersiap menyeberang jalan bersama dengan beberapa pejalan kaki lainnya.
Lampu untuk penyeberang sudah berwarna hijau, artinya kami sudah boleh menyeberang. Dari lawan arah juga ada beberapa orang yang hendak menyeberang. Aku berjalan paling akhir, mempersilakan yang lain berjalan lebih dulu.
Namun saat aku hendak naik ke trotoar, tiba-tiba ada sebuah truk yang melaju hilang kendali tepat ke arahku. Aku terdiam membeku, sementara orang-orang meneriakiku. Jantungku berdetak kencang, sepertinya aku tidak asing dengan situasi seperti ini. Sepertinya aku pernah mengalami hal serupa, entah kapan.
Sret!
Aku terkejut saat seseorang menarikku dengan paksa. Kami terjatuh ke trotoar. Aku merasakan sakit di bagian tubuh kanan karena membentur trotoar dengan keras. Orang-orang mulai mengerumuniku, ada juga yang membantuku berdiri. Sememtara suara kencang tidak jauh dari tempatku membuat kami semua terkejut. Truk tadi berakhir menabrak pohon besar di pinggir jalan. Bahkan pohon itu sampai miring, beruntung tidak sampai roboh.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya seseorang membuatku mengalihkan pandangan.
Aku menatap orang yang bertanya padaku tadi, kernyitan di dahiku timbul. Sepertinya aku tidak asing dengan wajah itu. Sebelumnya seperti kami pernah bertemu. Namun aku lupa, di mana kami bertemu.
Setelah memastikan bahwa aku baik-baik saja, orang-orang yang mengerumuniku tadi membubarkan diri. Aku memutuskan untuk membolos hari ini. Toh, aku juga sudah sangat terlambat. Setelah mengirim chat pada salah seorang temanku, aku memutuskan untuk pergi ke suatu tempat.
Tempat yang tenang hingga aku bisa menyendiri. Aku duduk di bangku panjang di taman yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempatku berada tadi. Suasana taman ini sepi, aku juga sengaja memilih tempat terpencil yang jarang didatangi oleh orang. Aku berjengkit kaget saat tiba-tiba ada seseorang duduk di sebelahku. Spontan kutolehkan kepalaku untuk melihat siapa orang itu.
"Kamu?" tanyaku melihat orang itu, ternyata dia adalah orang yang tadi menyelamatkanku. "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanyaku.
Namun, sebelum dia menjawab aku sudah mendapatkan jawabannya terlebih dulu. Aku melihat seragam sekolah yang dikenakannya sama denganku, sepertinya memang kami pernah bertemu di sekolah sebelumnya.
"Kita bertemu semalam," jawab orang itu menopang dagu dengan tatapan mengarah padaku.
"Semalam?" tanyaku membeo.
"Ya, di mimpimu."
Aku bungkam mendengar ucapannya itu. Mimpi ap..., oh benar! Wajah orang di depanku ini sangat mirip dengan orang yang semalam ada di mimpiku.
"Kamu siapa? Dan bagaimana bisa kamu tau semalam aku bermimpi?"
"Karena aku juga memimpikan hal yang sama," jawabnya tersenyum manis.
🤝🤝🤝