Sepuluh tahun menjalani rumah tangga bersama suami. Tiba-tiba seseorang di masa lalu ku datang kembali. Saat itu aku tak sengaja berjumpa lagi dengannya di pusat perbelanjaan. Waktu itu aku sedang belanja bulanan. Beruntungnya, ketika dia menghampiriku suamiku sedang berada di tempat lain sehingga pertemuan kami tak di ketahuinya.
Saat itu dia menanyakan kabarku, Tentu aku menjawab kabarku sangat baik. Dia masih terlihat sama seperti dulu, Sosok pria yang tampan dan elegan. Namun sekarang tampilannya lebih kharismatik. Saat itu Tiba-tiba jantungku berdegup kencang, entah perasaan takut atau grogi. Dia juga menyapa anakku yang nampaknya ia sudah paham anak kecil di sampingku ini adalah anakku. Aku tak lama berbicara dengannya, karena semakin lama aku menatap wajahnya, hatiku semakin sakit. Aku pun pamit pergi dari hadapannya sebelum suamiku melihat kejadian tersebut.
Singkat waktu hari pun sudah berganti malam, aku bersama keluarga kecilku tidur di satu tempat tidur yang sama, Suami dan anakku mereka sudah tertidur lelap. Sementara aku masih terjaga. Pertemuan tadi siang itu, rupanya sangat mempengaruhi memori ingatanku. Aku teringat kembali segala kenangan indah bersama dia, segala sesuatu tentang dia kembali terlintas di pikiranku.
Aku masih ingat betul bagaimana kami bisa terpisah dulu. Semua karena tak ada restu dari orang tuaku. Padahal dia sosok pria yang baik dan penyayang, hanya satu kekurangan dia menghancurkan segalanya, ya kekurangan dia dari materi, karena orang tuaku cukup materialistis dalam urusan uang dan harta, dia sangat takut putri semata wayangnya tidak bisa hidup bahagia jika aku menikahinya. Padahal kebahagiaan tidak bisa di ukur oleh materi. Sampai akhirnya aku di jodohkan dengan pria yang mapan dan tampan juga yang kini sudah menjadi suamiku.
Sejak kejadian itu, aku sering di bayangi oleh wajah tampannya itu, bahkan tak hanya itu dalam mimpi tidurku pun selalu memimpikan dia. Setiap hari hatiku selalu sakit dan ada perasaan menyesal. Semua rasa cinta pada suamiku seketika berubah, aku jadi lebih sering memikirkan tentangnya.
Di suatu hari aku pun bertemu kembali dengan dia. Kali ini kami berbicara Face to Face di sebuah Cafe. Di sana dia mengatakan bahwa dirinya ingin kembali, namun dia sadar itu tak akan mungkin terjadi, Sedangkan aku hanya bisa menangis karena jujur saja aku pun masih menyimpan perasaan terhadap nya. Segala kenangan indah yang kita lalui dulu tinggal hanya kenangan saja. Tapi bagiku dia satu satunya mantan istimewa dari mantan kekasihku yang lainnya. Semenjak itu aku memutuskan untuk pindah rumah setelah mengetahui dia tinggal di Apartemen di kawasan tempat tinggalku, karena bagiku sekarang masa lalu ya masa lalu, dan masa depanku adalah suami dan anakku.
THE END...
HAI sahabat reader cerpen jangan lupa mampir di karya novelku ya. kasih like komennya ya untuk cerpennya. thank you