Berawal saat pertama kali aku melihatmu, sosok yang sangat aku idamkan, setiap kali jam olahraga kesempatan untuk berjalan melihatmu yang sedang fokus belajar di kelasmu..
Mata yang terlihat serius menatap buku pelajaran membuat hatiku luluh lantah.
Hari ini tanpa sengaja kau menabrak sahabatku Mei, melihatmu yang seketika meminta maaf dengan Mei, membuat jantungku berdetak lebih kencang..
"Sory, gak sengaja kamu gak papa" Ucap jio seraya membangunkan Mei yang terjatuh
"Ah, aku gak papa"
"Seperti nya kakimu terkilir, biar aku membantumu ke UKS"
"Tidak usah, ada Nabila yang akan mengantarku, iyakan Nabila" Mei menyenggol tubuhku yang serasa terhipnotis karena aku sangat dekat dengan jio, laki-laki yang aku suka semenjak kelas 1 SMA
"Eh.. Iya" Aku hanya mengangguk aku benar-benar tak bisa berbicara apapun lidahku serasa kelu
"Oh baiklah, trimakasih kalok begitu, da"
Jio melambaikan tangannya
"oh Tuhan, selama hampir 3 tahun aku berada di sekolah ini baru kali ini aku merasakan bahagia yang sesungguhnya" Ucapku dalam hati
"Ayok Nabila kita ke UKS" Ucapan Mei membuyarkan lamunanku
"Ah baiklah"...
...................
Hari demi hari aku lewati seperti biasanya tapi di sisi Mei ada hal yang berbeda, sekarang dia lebih sering pulang dan pergi bersamaku jio,
jika aku bisa menjerit aku pasti akan menjerit, terasa sakit sangat sakit, setiap kali melihat Mei bersama jio air mataku tiba-tiba mengalir sendiri, entah kenapa aku merasa Mei seperti menusuk ku dari belakang, tapi aku juga tidak bisa menyalahkan dia, apa dayaku wanita membosankan tak menyenangkan..
jauh berbeda dengan Mei sosok uang yang cantik dan ceria dia adalah idaman setiap laki-laki..
Pagi itu bagaikan hujan petir yang menyambar sebuah pohon di tengah ladang...
Aku mendengar kabar bahwa Mei dan jio berpacaran,
bagaimana perasaanku mendengarnya jangan ditanya lagi hatiku serasa hancur luluh lantah berbaur bersama tanah.
...............................
Sebulan telah berlalu, aku terus berusaha melupakan Jio.
Namun usahaku sia-sia saat ada nomor baru menghubungi ku..
Ting....
Nomor baru: Apakah ini nomor Nabila anak 3ipa"
me: Benar, maaf siapa ya"
NB: Aku jio
me: Jioo?
NB: Nabila, bolehkah aku memanggilmu bila"
Me: Tentu, ada urusan apa ya
Jio: Itu apa kau sedang bersama Mei
Deg.. rasa senang yang tadi aku rasakan tiba-tiba sirna saat dia menghubungiku hanya untuk menanyakan keberadaan Mei
Me: Maaf, aku tidak tau Mei di mana?
Jio: Ok makasih
Ya Tuhan kenapa begitu sulit melupakan nya,
Nabila kau harus ingat dia pacar sahabat mu, apapun yang terjadi jangan mendekatinya lagi, aku menampar kedua pipiku untuk menyadarkan angan untuk dekat dengan Jio..
........................
saat pulang sekolah
"Mei semalam pacarmu mengirim SMS padaku, apa kau tidak memberitahu nya kau kemana?, dia seperti nya mencemaskan mu Mei"
"Biarkan saja, dia itu terlalu posesif Bil, aku tidak suka"
"Jika tidak suka kenapa kau menerimanya? "
"Bagaimana bisa aku menolaknya, dia secara kaya dan memberikan segalanya buat aku, sayanglah jika tidak menerima nya"
"Tapi.. " Ucapanku terpotong karena aku melihat Jio berjalan ke arah Mei
"Mei" Jio berlari dan memeluk kekasihnya itu
Jio hatiku sakit melihatmu memeluk Mei.
Ya Tuhan ajari aku melupakan nya Tuhan...
Aku yang melihat Jio memeluk Mei akupun pergi meninggalkan mereka berdua.
.....................
Hpku berbunyi menandakan ada SMS masuk, akupun melihat isi SMS itu
Jio: Kenapa kamu tadi pulang duluan
Me: Maaf, aku tidak tertarik jadi obat nyamuk
Jio: Oh begitu, padahal aku tadi ingin mengajakmu makan bersama
Me : Oh.
Jio: Nabila, jangan lupa makan dan..
Me: Dan?
Jio: Dan selamat malam mimpiin aku eh.. maksutnya mimpi indah
Ya Tuhan Jio kenapa kau harus begini padaku, jangan berikan sebuah tongkat bila nanti akhirnya kau juga yang akan mematahkan tongkat itu
...........................
Setiap hari Jio mengirim SMS padaku, yang membuatku benar-benar tidak bisa melupakannya.
Aku benar-benar benci keadaan ini, aku senang saat Jio mengirim SMS padaku, tapi aku juga benci karena mengingat bahwa Jio adalah kekasih sahabat ku..
Dengan berat hati aku memberanikan diri mengirim sebuah SMS pada Jio..
Me: Jio
Jio: Iya, ada apa Nabila manis
Me: Jio aku mohon jangan pernah mengirimi ku pesan lagi
Jio: kenapa Nabila?
Me: Karena aku adalah sahabat Mei, aku tidak ingin Mei salah paham.
Jio: Mei tidak mungkin salah paham Nabila, bahkan dia tidak pernah mengabariku, dia tidak pernah membalas SMS ku Nabila
Me: Jadi kau menganggapku sebagai bayangan Mei, yang bisa menemanimu saat Mei tidak bisa memperhatikan mu, kau anggap aku apa Jio, menurutmu aku apa! Apa kau menganggapku patung yang tak punya hati yang tak bisa merasakan sakit! kau jahat Jio, kau Jahat!
Jio: Maaf kan aku Nabila
Jio mungkin ini yang terbaik, aku akan benar-benar menjauhi mu!!!
...........................
Disekolah.
Aku yang biasanya menemani Mei bertemu dengan Jio di belakang kelas, hari ini aku berpura-pura sakit dan pergi ke UKS untuk mencoba menghindari Jio
Setiap hari ada saja alasanku agar tidak bertemu lagi dengan Jio,
tiap SMS Jio aku juga mengabaikannya
aku benar-benar bertekat untuk menjauhi Jio.
Sampai akhirnya.
"Nabila" Panggil Mei
"Iya Mei"
"Aku sudah putus dengan Jio"
"Eh kenapa Mei? "
"Aku sadar Bil, aku seperti nya memang tidak pernah menyukainya, aku hanya senang dengan barang pemberian nya, dan selama ini aku juga sudah menduakan Jio"
"Mei semoga ini, pilihan yang benar ya"
"Terimakasih Nabila"
Akupun memeluk Sahabatku itu...
..............................
2bulan berlalu setelah Mei putus dengan Jio
Selama itu pula aku masih menjauhi Jio, tidak peduli apa usaha Jio untuk menghubungiku, aku pasti menghindarinya..
"Nabila saputri! keluar dan temui aku! Nabila saputri" Teriak seseorang di tengah Lapangan
"Astaga? Siapa tengah hari bolong gini teriak-teriak memanggil namaku"
"Nabila saputri! aku menunggumu disini"
Aku berlari menuju suara laki-laki yang memanggil namaku itu..
"Astaga Jio apa yang kau lakukan disini"
"Nabila Saputri, selama 3 bulan lebih kau mengacaukan hidupku"
"Haaaa! Apa yang kau katakan, aku mengacaukan hidupmu?"
"Iya kau mengacaukan hubunganku dengan Mei! "
"Eh apa ini? jangan buat orang salah paham denganku Jio" Ucapku lirih
"Salah paham apa?
Kau memang benar-benar mengacaukan hidupku"
"Cukup Jio! cukup!. Apa yang kau sebut dengan mengacaukan hidupmu" kupandangi semua mata yang menatap ke arahku seakan mereka memaki ku menganggapku seorang pelakor
"Iya aku mengacaukan hidupku, kau membuat ku gila, aku benar-benar tidak bisa menghilangkan mu dari pikiranku, benar-benar kau sudah melekat di hatiku"
"Haaa aaaa" Aku hanya diam tak bisa berkata
"Nabila Saputri maukah kau jadi kekasihku? "
"Jio apa kau sudah gila" Ucapku lirih
"Benar kau yang sudah membuatku gila" Tiba-tiba Jio berlutut dan memberikan setangkai mawar
"Jio maaf"
"Ku mohon jangan menolak ku"
"Maaf aku tidak bisa menolakmu, karena sejujurnya aku sudah mencintai mu sejak kita masih kelas satu" Bisik ku malu-malu
"Ehhhhhhh, seriusan" Jio yang mendengar itu langsung memelukku sangat erat
Nabila Saputri
I LOVE YOU
TAMAT