Janji tahun baru
Seminggu berlalu semenjak pertengkaran hebat antara aku dan Nina aku menunggunya, keterlaluan dia tidak minta maaf "huhh...." Dengusku.
Aku enggan untuk minta maaf,kan dia yang mulai seharusnya dia yang minta maaf,apa kalian pernah bertengkar dengan sahabat kalian?Lalu apanyang kalian lakukan?.Aku memutuskan untuk tidak berbicara dengannya lagi sebelum dia minta maaf.
'ting' suara notifikasi dari ponselku aku yang yakin kalau itu Nina segera membuka ponselku,dan benar sekali itu pesan dari Nina aku membuka pesan itu dan membacanya."aku berjanji kita akan bertemu di tahun baru" hanya itu yang dia sampaikan, lihat dia tidak punya niat untuk minta maaf sama sekali dia malah mengatakan hal yang konyol,itu sangat tidak lucu.
Aku memilih untuk menghiraukan pesan dari Nina,aku sangat marah kepadanya.Tidak ini salah,aneh dia benar-benar tidak menghubungiku selama beberapa hari setelah pesan itu,baiklah aku akan mengalah kali ini.
Aku pun segera pergi ke rumah Nina yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku,'toktoktok'aku mengetuk pintu untuk yang kesekian kalinya tidak ada jawaban,rumah itu sangat sunyi seperti tidak ada orang.
"Ngapain neng?"tanya
pak Lukman tetangga Nina.
"Cari Nina pak,dari tadi saya ketuk pintunya tapi gaada yang jawab" jawabku.
"Loh emang neng gak tau?udah beberapa Minggu yang lalu keluarganya neng Nina pindah rumah"ucap pak Lukman yang seketika membuatku membeku.
"Bapak tau pindahnya kemana?"tanyaku kepada pak Lukman.
"Oh kalo itu sih bapak gak tau neng, mereka pindahnya aja dadakan bapak gak sempet tanya"jawab pak Lukman sambil tersenyum.
"Makasih pak,saya balik dulu"kataku sambil tersenyum.
"Iya neng ati-ati ya"ucap pak Lukman.
Sebulan berlalu,aku sama sekali tidak mendapatkan kabar mengenai Nina hingga akhirnya aku mulai melupakannya karena ujian sudah dekat.Orangtuaku tidak ingin aku mendapatkan nilai buruk jadi selama beberapa waktu aku hanya belajar dan belajar.Tidak terasa malam ini malam tahun baru,dia masih belum memberikan kabar,kemanapun aku mencoba mencari tahu keberadaan selaku ada halangan.Tiba-tiba aku mengingat pesan itu,pas sekali hari aku langsung menuju tempat yang biasanya aku datangi dengan Nina.
"...iya makasih"aku mengakhiri panggilanku sambil tersenyum?.
"Luna"Tuhan itu suara Nina aku menangis sambil menatapnya.
"Kamu nepati janji,maaf ya na"ucapku sambil menangis sejadi-jadinya,dia hanya tersenyum dan menghilang perlahan dia sudah meninggal beberapa saat yang lalu,dia sakit.Aku menatap nanar langit yang saat itu indah dengan banyaknya kembang api.
Maaf masih banyak kurangnya,saya akan berusaha lebih untuk kedepannya.Terimakasih telah membaca cerita saya.semoga kalian mendapatkan hari yang indah☁️😄