⚠ Sekedar fiksi
Halloween!
Tampaknya seluruh tetanggaku menyiapkan semua dekorasi Halloween, dan begitupun keluargaku. Labu yang sudah dikeluarkan buahnya dan cangkangnya dihiasi berbentuk senyum jahat, membuat Halloween terkesan menjadi cekam dan unik.
"Kau ingin mencari permen? " tanya Rebecca. Aku menganggukan kepalaku, siapa yang tak mau permen yang manis dan gurih itu, mungkin malam ini aku akan mencari permen disekitaran rumahku.
"Aku punya permen baaaaanyaak sekali dirumah! " pamer Rebecca padaku.
"Masa? kalau begitu, apakah boleh aku datang kerumahmu dan mengambil semua permenmu? " tanyaku.
"Enak saja! kalau mau, kau hanya dapat 5 butir, karena semua itu akan dibagikan pada anak anak yang datang kerumahku dengan trik atau permen" jawabnya dengan jutek.
"Kalau kau tak mau membaginya, kenapa kau pamer padaku?! " jawabku.
"Aku hanya memberikan informasi saja, bukan memberikannya dengan sukarela padamu, bweek! " ejek Rebecca.
Dia pergi meninggalkanku, hah sudah terbiasa dia pamer, tapi pelit seperti itu.
.
Malam akhirnya tiba!
Aku sudah menyiapkan kostum ku yang berbentuk naga, aku juga sudah menyiapkan ember besar untuk menampung semua permen permen manis itu nantinya, uhhh aku terkesan tamak ya?
"Edra, jangan pulang terlalu malam! " teriak ibu padaku, aku menyahuti nya dan langsung pergi.
Berburu!
Berburu permen manis! ahhh, tak sabarnya memakan permen banyak dihari yang kutunggu seperti ini.
Rumah pertama ku datangi, wanita dengan kostum putri memberiku permen, ya itu tetanggaku.
Rumah selanjutnya ku datangi, dan tiba tiba pundakku ditepuk oleh seseorang.
"Hei! kau berburu permen sendirian ya? masih kau terapkan sifat tamakmu itu? "
Aku hanya mengangkat kedua bahuku, kubuka kepala nagaku dan ku lihat Yoga dengan kostum Frankenstein nya.
"Penampilanmu jelek sekali, Yoga. Terkesan tidak seperti mu di sekolah" ejekku.
"Begitupun denganmu, ayo kita berburu permen bersama. Kau tidak mau kan diburu badut liar malam malam begini sendirian? " ucap Yoga.
"Kau sialan! berhenti menakut-nakuti ku seperti itu!" marahku, dia hanya mencibir dan berjalan.
.
Rumah rumah lain sudah kami dapatkan permennya, tinggal satu rumah lagi.
"Kau yakin kerumah itu? " tanya Yoga dengan wajah yang agak aneh.
"Kau taukan tujuan awal, berburu permen, berburu permen... " ucapku dengan santai.
Aku berjalan sendiri, dia mengikutiku dibelakang.
Sebelum sampai ke rumah yang kutuju, aku bertemu dengan Rebecca.
"Kau...? "
"Kenapa kalian kesini?! " bentaknya.
"Loh, kenapa? tujuan kami hanya berburu permen, tak lain dari itu kok... " jawabku.
"Jangan datangi rumah itu! " bentaknya sekali lagi padaku.
"Kau ini aneh atau stress? sudahlah, jangan menganggu kami dalam berburu permen! "
Aku membalas dengan kesal, ku tinggal kan Rebecca yang aneh itu dan Yoga yang mengikuti ku.
.
tok! tok!
Aku mengetuk pintu kayu tersebut, sementara Yoga dari kejauhan dengan wajah aneh menatapku dari depan pagar rumah yang ku datangi.
"Yoga, kemarilah! " tawarku.
"Tidak! kau aneh! " bentaknya denganku.
"Kau yang aneh! " balasku.
cklek!
Pintu rumah terbuka, wanita parubaya dengan baju modis membuka pintu.
"Tipuan atau permen! "
Wanita itu hanya tertawa, ia langsung memberikan ku seember permen. waw, baru kali ini ada tetangga yang baik hati yang memberikan seember permen ini padaku.
"Ini untuk ku, nyonya? "
Dia hanya menganggukan kepalanya, dia kemudian mencium kepala nagaku dan melambaikan tangan padaku.
Hatiku terasa melayang, baru kali ini aku diciumi oleh wanita.
"Edra, kau tak apa apa? " tanyanya dengan raut wajah ketakutan.
"Lihat lah, aku tidak apa apa, kau aneh kali ini, Yoga... " remeh ku.
Dia hanya diam menatapku, aku kemudian menarik tangannya untuk berjelajah lagi.
Aku menatapnya dengan aneh, kemudian kulepas tangan Yoga.
"Kau aneh, Yoga... "
Yoga kemudian melepaskan tanganku, dia diam dan hanya menatap ember permen ku.
"Kenapa? mau? " tawarku.
"Tak usah! aku pulang saja! "
Dia berlari dengan ember permennya yang berceceran, sedangkan aku tetap melanjutkan pemburuan permen ku.
.
Aku terbangun, aghh sudah pagi.
Aku terkejut, aku tertidur di hutan?! sejak kapan?!
Suara dari kejauhan memanggilku, seperti suara ibuku, aku kemudian menyahutinya.
Aku berdiri dan menatap seluruh warga, aku kebingungan dan ibuku mendekat padaku.
"Edra! kenapa kau main jauh sekali! " ucap ibuku dengan isak tangis.
"Hah? Apa maksud ibu? " tanya ku dengan bingung.
"Kau tidak pulang kerumah selama dua hari! kata Yoga, kau berjalan sendirian ke hutan, sedangkan dia berlari ketika ada badut liar! " ucap ibuku.
"Apa yang kau ambil?! " sambung ibuku dengan wajah syok menunjuk ke ember permen ku.
Aku menatap dan ikut terkejut tidak percaya, ember yang berisi permen itu berisi bermacam-macam organ.
Hoek!
Salah satu warga muntah sambil menendang ember tersebut, akupun muntah melihat isi ember itu.
"B... Bagaimana bisa... ember permen ku berisi itu semua....? " tanyaku dengan gemetar.
Yoga berjalan mendekat, dia juga dengan raut wajah ketakutan.
"Sepertinya kamu terlalu terhipnotis dengan suasana Halloween, edra. Kau datang kerumah terakhir yang kau katakan, padahal tidak ada rumah sama sekali, tetapi gudang bekas yang bekas kebakaran dulu dan tiba tiba kau membawa ember berisi organ itu! "
Dari kejadian itu, aku tidak sama sekali ingin merayakan Halloween lagi. aku tidak mau bertemu organ organ aneh itu, selamat tinggal, Halloween....
.
~Happy Halloween, ini hanya fiksi, maaf jika ada kekurangan dalam cerita, karena baru kali ini bikin cerpen....