Berawal dari kehidupan saya yang sederhana sebagai seorang pekerja.
Umur saya saat itu masih 18 th.
saya mulai bekerja di sebuah miniMart (tidak disebutkan), lokasi tempat kerja dengan rumah cukup dekat, yakni sekitar 15 menit perjalanan.
Saat itu saya seperti teman-teman saya yang lain. Suka dengan segala yang baru ataupun suka dengan keramaian.
Sampai akhirnya saya pulang dari kerja, waktu sudah menunjukan 22.00 wita.
Saya bergegas pulang, kebetulan rumah saya dekat dengan lokasi pemakaman ( kuburan).
Seketika saya melihat seseorang sedang duduk dijalan, tapi semakin saya perhatikan orang tersebut seperti tengkorak yang warna matanya merah menyala.
Saya lalu tancap gas dan mengucapkan bait-bait tri sandhya di dalam hati.
Esoknya saya melewati jalan yang sama dan waktu yang menunnjukan jam 22.12.
Saya sangat ketakutan, "biasanya saja saya pulang sampai jam 1 pagi tidak pernah seperti ini !!!
" ucap saya dalam hati. Ketika saya menaiki jalan yang cukup menanjak, Saya mendengar kuda yang berlari mengejar saya dari arah belakang, saya melihat kaca spion seperti tempat bekas mengangkat mayat terbang mengahmpiri saya.
"tuhan ada apa dengan penglihatan saya"
ucap saya dalam hati sambil melaju kencang.
ya tempat itu masih di kuburan dengan suasan yang sepi dan sangat gelap.
Kejadian mistis ini terus berlanjut, sampai ditempat kerja pun saya mengalami kejadian aneh.
Dan hampir setiap hari saya melihat sosok yang menakutkan,
tidak di dunia nyata saja, tapi di mimpi pun saya sering kali bertarung dan menyelamatkan banyak orang yang saya sendiri tidak mengenal siapa mereka.
Dan pada akhirnya saya lelah dengan semua ketakutan yang menghampiri saya, karena dukungan sahabat dan kekasih saya akhirnya saya memberitahukan semua ini pada orang tua.
Dan orang tua saya cepat-cepat mengambil tindakan.
Diajaknya saya ke orang pintar ( balian).Balian mengatakan bahwa saya "MELIK" .
saya tidak mengerti apa itu melik? dan setelah saya cari-cari di internet, saya baru mengerti tentang Melik.
Dilakukan lah upacara tentang melik.
Upacara seharusnya dilakukan setiap purnama dengan jangka waktu 5x (hanya 5 bulan setiap purnama).
Setiap bulan terutama saat bulan purnama saya melukat.
di pagi hari saya melukat di rumah dengan prasarana banten sederhana sesuai dengan perkataan beliau (balian).
Sedangkan malam hari saya melukat di tampak siring, 4 bulan berjalan normal.
hingga bulan ke-5 seharusnya saya melukat tapi saya mengalami menstruasi (datang bulan), waktu itu bulan Oktober.
Saya jeda dan lanjut kebulan selanjutnya yaitu bulan November.
Tapi waktu bulan purnama tiba di bulan november tidak juga melukat karena harus pulkam, dan akhirnya ke-3 kalinya bulan Desember.
Saya juga tidak melukat karena tidak ada biaya.
inilah awal kejadian yang sangat tidak pernah saya lupakan yaitu kejadian pertama di awali dengan jatuh di tangga kampus.