Malam yang dingin sepertinya enak sekali menyalakan api dengan kayu, sekelompok anak kostan yang sedang menggabut gak ada aktivitas, Puput salah satu perempuan kost itu mempunyai ide untuk membuat api unggun di malam hari.
"Hey gaes, dari pada menggabut kayak gini, mending kita buat api unggun aja, tapi tema nya bukan tentang Pramuka, kita nyalain api unggun dengan kostum peri, Gimana kayaknya seru tuh"
"Api unggun peri!! Kayaknya menarik tuh" Ucap Lusi temannya.
"Oke kalo gitu, kita bagi tugas, Lusi dan Shinta cari kayu buat api unggun nya nanti, aku dan Fipi cari kostum perinya untuk kalian, dan sekalian cari makanan nya buat nanti"
"Oke siap" Ucap mereka bertiga, lalu Lusi dan Shinta segera berjalan mencari kayu bakar di kebun, untung saja di depan kostnya ada kebun yang tidak di rawat, jadi banyak kayu untuk di buat api unggun.
Puput dan Fipi segera mencari baju di lemarinya, dan mencari baju pas untuk kostum peri nya.
"Fi, kira-kira baju yang ini cocok gak!!" Tanya Puput memperlihatkan baju kebaya warna pink muda, yang bermodel panjang di belakang, lalu Fipi melirik ke arah baju itu dan menilik-niliknya.
"Kayaknya kurang cocok deh sama temanya gitu, soalnya kan tema nya peri, itu kayak mau ke kondangan, Haha.." Tawa Fipi mengundang tawa Puput juga, mereka tertawa dengan baju yang di perlihatkan oleh Puput pada Fipi.
"Ooh iya ya, kok bisa belet gini otak, hahah, oke cari lagi" Ucap Puput tertawa, lalu mencari lagi baju di lemarinya, yang cocok dengan tema nya.
Note : Belet, Itu kata dalam bahasa Sunda kasar, Belet kalo dalam bahasa Indonesia artinya bodoh atau kurang pintar.
...
Lusi dan Shinta sibuk mengumpulkan kayu bakar lalu memposisikan kayu bakar itu agar mudah di bakar nantinya, tidak lama dari itu Puput dan Fipi datang membantu mempersiapkan pesta Api unggun nya.
"Gimana put, kostumnya udah siap!!" Tanya Lusi pada Puput, lalu dengan percaya dirinya Puput menjawab.
"Tenang aja, soal kostum udah siap, kini kalian gak usah bingung, ya udah kalo udah siap, kita tinggal ganti baju dan bersiap-siap makan-makan dan bakar jagung, makanan nya sudah di siapkan"
"Oke siap, bentar lagi selesai dan kita segera ganti baju, oke" Ucap Shinta.
lalu mereka serempak menjawab, "Oke".
Sudah beberapa menit kemudian pesta sudah siap di laksanakan, mereka pun sudah memaki kostum perinya kini mereka segera berpesta api unggun dengan menggunakan pakaian peri.
Sangat unik bukan pesta Api unggun mereka, berbeda dengan yang lainnya, orang-orang melakukan pesta Api unggun bertema pramuka, mereka melakukan pesta Api unggun bertema baju peri.
Mereka tertawa-tawa kegirangan dan rasa kegabutannya hilang saat itu juga.